Fibromyalgia merupakan gangguan medis jangka panjang yang menyebabkan nyeri di seluruh tubuh, sehingga menggangu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini juga disebut dengan fibromyalgia syndrome (FMS). Sebanyak 1 dari 20 orang mungkin mengidap fibromyalgia dengan berbagai tingkat keparahan. Penderita fibromyalgia sering menghadapi gangguan tidur, ingatan, suasana hati, dan kerap merasa kelelahan. Selain itu, penderita fibromyagia biasanya mengalami kondisi lain seperti sakit kepala, gangguan temporomandibular joint (TMJ), sindrom iritasi usus, rentan merasa cemas dan depresi.

Apa saja gejala fibromyalgia?

Gejala fibromyalgia dapat muncul pasca operasi, trauma fisik, infeksi, atau stres psikologis yang signifikan. Dalam beberapa kasus, gejala dapat secara bertahap menjadi lebih buruk walaupun tidak ada pemicunya sama sekali.

Gejala fibromyalgia yang mungkin muncul adalah:

  • Menyebarnya rasa sakit yang ditandai dengan rasa nyeri konstan yang bertahan minimal 3 bulan. Nyeri ini menyerang kedua sisi tubuh Anda, termasuk di daerah atas dan bawah pinggang Anda.
  • Kelelahan sering dialami penderita fibromyalgia. Pasalnya, penderita fibromyalgia sering terbangun dari tidurnya akibat nyeri yang dirasakan, sehingga kualitas dan jam tidur berkurang untuk jangka waktu yang lama.
  • Gangguan kognitif. Gejala yang biasa disebut sebagai “fibro fog” ini dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk fokus dan berkonsentrasi secara mental.

Rasa nyeri dan kurang tidur yang dialami pasien akan mengganggu aktivitasnya di rumah dan tempat kerja. Banyak pasien mengeluh sakit kepala, depresi, cemas, dan kram di perut. Kurang tidur dapat memicu gangguan seperti restless legs syndrome dan sleep apnea.

Apa penyebab fibromyalgia?

Beberapa ilmuwan percaya bahwa perubahan zat kimia dalam otak bertanggung jawab atas munculnya fibromyalgia. Perubahan ini memengaruhi sistem saraf pusat yang memproses sinyal rasa sakit dalam tubuh dan memperkuat rasa sakit tersebut.

Sementara itu, beberapa ilmuan lain mengatakan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan fibromyalgia adalah:

  • Genetika. Fibromyalgia berputar dalam silsilah keluarga. Kondisi ini menunjukkan bahwa fibromyalgia diwarisi dari orang tua. Risiko fibromyalgia kemungkinan juga meningkat karena adanya mutasi genetik.
  • Infeksi. Beberapa penyakit dapat memicu atau memperburuk fibromyalgia.
  • Trauma fisik atau emosional. Dalam banyak kasus, fibromyalgia dipicu oleh kondisi fisik atau stres emosional, seperti:
    • Cedera atau infeksi;
    • Melahirkan;
    • Menjalani operasi;
    • Rusaknya hubungan;

Anda mungkin lebih berisiko terkena fibromyalgia jika Anda:

  • Berjenis kelamin wanita. Pasalnya, wanita lebih sering didiagnosis fibromyalgia daripada laki-laki.
  • Memiliki catatan medis keluarga penderita fibromyalgia.
  • Memiliki penyakit rematik, seperti rheumatoid arthritis atau lupus.

Stimulasi saraf berulang diduga menyebabkan fibromyalgia. Kenaikan kadar zat kimia tertentu dalam otak dapat memicu saraf pemancar rasa sakit. Selain itu, reseptor rasa sakit dalam otak menjadi lebih sensitif dan mengembangkan memori rasa sakit. Akibatnya, saraf memberikan reaksi berlebihan terhadap sinyal rasa sakit.

Bagaimana fibromyalgia didiagnosis?

Diagnosis fibromyalgia tergolong cukup rumit karena dokter harus menguji 18 tender points untuk hasil yang akurat. Saat ini, diagnosis fibromyalgia dapat ditentukan jika seseorang merasakan nyeri yang menyebar selama lebih dari tiga bulan – tanpa kondisi medis yang mendasari rasa sakit tersebut.

Tidak ada tes laboratorium untuk mendiagnosis fibromyalgia. Namun, dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk mengeliminasi kondisi lain yang dapat menyebabkan rasa sakit. Tes darah tersebut mencakup:

  • Complete blood count
  • Erythrocyte sedimentation rate
  • Thyroid function tests

Siapapun dapat terserang fibromyalgia, meskipun wanita berisiko tujuh kali lebih tinggi daripada laki-laki. Kondisi ini biasanya berkembang di antara usia 30-50 tahun, namun tidak menutup kemungkinan fibromyalgia terjadi pada anak-anak dan manula.

Jumlah penderita fibromyalgia tidak dapat dipastikan karena kondisi ini sulit untuk diagnosis. Selain tidak ada tes khusus untuk mendiagnosisnya, gejala fibromyalgia tergolong mirip dengan beberapa gangguan medis lain.

Apa saja pengobatan untuk fibromyalgia?

Meskipun saat ini belum ada obat khusus fibromyalgia, berbagai obat dapat membantu mengendalikan gejala. Olahraga, relaksasi dan pengurangan stres juga terbukti dapat membantu proses pemulihan. Pilihan pengobatan dapat mencakup kombinasi berikut:

Obat

  • Penghilang nyeri. Obat-obatan pereda nyeri seperti parasetamol (Tylenol), ibuprofen (Advil, Motrin IB) atau naproxen sodium (Aleve) mungkin dapat dianjurkan dokter. Dokter mungkin memberikan resep pereda nyeri seperti tramadol (Ultram, Conzip). Narkotika tidak disarankan, karena obat-obatan tersebut dapat menyebabkan ketergantungan dan bahkan dapat memperburuk rasa sakit dari waktu ke waktu.
  • Antidepresan. Duloxetine (Cymbalta) dan Milnacipran (Savella) dapat membantu meringankan rasa sakit dan kelelahan yang terkait dengan fibromyalgia. Dokter mungkin akan meresepkan amitriptyline atau fluoxetine (Prozac) untuk membantu meningkatkan kualitas tidur Anda.
  • Obat anti-kejang. Obat yang dirancang untuk mengobati epilepsi biasanya membantu mengurangi beberapa jenis rasa sakit, seperti Gabapentin (Neurontin, Gralise). Sementara itu, pregabalin (Lyrica) merupakan obat pertama yang disetujui oleh Food and Drug Administration untuk mengobati fibromyalgia.

Terapi

Terapi yang mungkin dapat dijalani adalah cognitive behavioural therapy (CBT) dan konseling. Berdiskusi dengan konselor dapat memperkuat keyakinan diri sendiri dan dapat mengurangi stres. Terapi seperti akupunktur, chiropractic manipulation, dan myofascial release dapat membantu pasien untuk sementara waktu. Namun, pasien biasanya kesulitan mendapatkan perawatan terapi jangka panjang karena tidak mungkin ditanggung oleh asuransi.

Perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan adalah menjalani program olahraga dan teknik relaksasi.

Bagaimana menghadapi fibromyalgia?

Banyak pasien fibromyalgia merasa nyaman untuk berbagi cerita dengan kelompok orang yang memiliki kondisi yang sama. Konselor juga dapat membantu memperkuat keyakinan Anda dalam menjalani perawatan dan mengajarkan cara untuk menerima kondisi kesehatan dengan lebih baik.

Ketika didiagnosis fibromyalgia, Anda harus mencari informasi sebanyak mungkin mengenai fibromyalgia. Dengan memahami kondisinya, Anda akan lebih mudah untuk menemukan cara mengatasinya. Langkah ini juga sebaiknya dilakukan oleh keluarga dan kerabat. Pasien fibromyalgia sering kali kurang mendapatkan simpati dan dukungan sekitar karena orang lain tidak mengerti rasa sakit yang pasien rasakan, terlebih lagi fibromyalgia tidak menunjukkan gejala fisik.

Berolahraga secara teratur terbukti memberikan manfaat bagi penderita fibromyalgia. Pada awalnya, olahraga meningkatkan rasa sakit Anda. Namun seiring berjalannya waktu, olahraga yang dilakukan teratur dapat mengurangi gejala. Salah satu olahraga terbaik yang dapat Anda lakukan adalah aerobik ringan. Setelah menjalani latihan ringan, secara bertahap Anda dapat beralih ke latihan berjalan, jogging dan tenis, maupun latihan berenang atau olahraga air, dan bersepeda stasioner. Ahli terapi fisik dapat membantu Anda mengembangkan program latihan di rumah. Peregangan, perbaikan postur tubuh, dan latihan relaksasi juga membantu meringankan gejala Anda.

Pertahankan gaya hidup sehat. Makan makanan yang sehat. Batasi asupan kafein, berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol. Lakukan kegiatan yang positif dan menyenangkan setiap hari.

Tidur yang cukup. Kurang tidur dapat membuat rasa sakit kian memburuk, sehingga menyebabkan kelelahan dan depresi. Agar Anda lebih mudah tertidur malam hari, sebaiknya batasi tidur siang Anda. Terapkan kebiasaan tidur yang baik, seperti tidur dan bangun pada waktu yang sama, untuk melatih tubuh Anda membentuk jadwal tidur.

Kurangi stres. Luangkan waktu untuk bersantai sepanjang hari tapi cobalah untuk tidak mengubah rutinitas harian Anda. Anda harus mengatur rencana relaksasi dan mengurangi stres emosional. Cobalah teknik manajemen stres, seperti latihan pernafasan atau meditasi.

Coba untuk tetap santai. Buat jadwal harian dan atur tenaga untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Pada dasarnya, Anda bisa saja memiliki hari yang buruk maupun hari yang baik. Jangan terlalu memaksakan diri. Alih-alih, pelajari cara-cara merawat diri sendiri.

Jika Anda mengalami masalah seputar rasa sakit atau kurang tidur, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai cara menanganinya. Penting untuk mengikuti resep dokter dan segera hubungi dokter jika Anda memiliki efek samping dari pengobatan.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca