Apa Itu Gangguan Somatisasi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Definisi

Apa itu gangguan somatisasi?

Gangguan somatisasi adalah jenis gangguan jiwa yang menyebabkan seseorang mengeluhkan satu atau lebih gejala penyakit, termasuk rasa nyeri, sakit perut, masalah neurologis, gangguan pernapasan, masalah seksual, dan lainnya. Gejalanya bisa saja tidak diketahui penyebab fisiknya atau kondisi medis lainnya secara umum.

Orang dengan gangguan somatisasi tidak memalsukan gejala mereka. Rasa sakit yang mereka alami adalah nyata, terlepas dari apakah ditemukan penyebab fisiknya atau tidak. Ditambah lagi, gejala sakit yang muncul akibat gangguan ini dapat menyebabkan stres emosional berat hingga memengaruhi aktivitasnya sehari-hari.

Banyak orang yang memiliki gangguan psikologis ini juga mengalami gangguan kecemasan. Tapi jangan khawatir. Ada banyak perawatan yang dapat meredakan gejala, untuk membantu meningkatkan kualitas hidup.

Seberapa umum gangguan somatisasi?

Kondisi ini sangat umum dan lebih sering menyerang wanita dibandingkan dengan pria. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun. Gangguan somatisasi dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Ciri-Ciri dan Gejala

  1.     Tanda-tanda & gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala gangguan somatisasi?

Gejala-gejala umum dari gangguan somatisasi adalah:

  • Sensasi tertentu, seperti nyeri atau sesak napas, atau gejala umum seperti kelelahan atau kelemahan
  • Biasanya, kondisi ini tidak terkait pada penyebab medis, atau terkait dengan kondisi medis, seperti kanker atau penyakit jantung, namun lebih signifikan dari yang diperkirakan
  • Satu atau beberapa gejala, atau variasi gejala dapat terjadi
  • Gejala ringan, sedang atau parah akan tergantung pada kondisi Anda

Pikiran, perasaan, dan perilaku berlebih dapat meliputi:

  • Memiliki kecemasan berlebih terhadap kemungkinan penyakit
  • Menganggap respons tubuh normal sebagai tanda penyakit fisik yang serius
  • Takut terhadap keparahan gejala medis, walau tidak ada bukti yang mendukung
  • Menganggap respons wajar fisik akan mengancam, membahayakan, atau menyebabkan masalah
  • Merasa evaluasi dan penanganan medis belum cukup
  • Takut bahwa aktivitas fisik akan merusak tubuh Anda
  • Secara berulang memeriksa kelainan pada tubuh Anda
  • Sering melakukan kunjungan medis namun tidak meredakan kekhawatiran atau bahkan memperburuknya
  • Tidak responsif terhadap perawatan medis atau sensitif secara berlebih terhadap efek samping pengobatan
  • Memiliki gangguan yang parah dibandingkan biasanya yang terkait oleh kondisi medis.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab gangguan somatisasi?

Beberapa hal yang menjadi penyebab gangguan somatisasi dalam diri seseorang, antara lain:

  • Faktor genetik dan biologis, seperti meningkatnya sensitivitas terhadap rasa sakit
  • Pengaruh keluarga, genetik atau lingkungan, atau keduanya
  • Sifat negatif, yang dapat memengaruhi cara Anda melihat penyakit dan gejala tubuh
  • Menurunkan kesadaran emosi pengolah masalah, menyebabkan gejala fisik menjadi fokus utama dibandingkan dengan isu emosional
  • Perilaku yang dipelajari. Sebagai contoh, “menikmati” perhatian atau manfaat lain yang didapat karena memiliki penyakit tertentu; atau “perilaku sakit” sebagai respons terhadap gejala, atau menghindari aktivitas secara berlebih, yang dapat meningkatkan tingkat ketidakmampuan.

Faktor Pemicu

Apa yang membuat saya lebih berisiko terkena gangguan somatisasi?

Ada banyak faktor pemicu yang membuat Anda lebih berisiko terkena gangguan somatisasi, yaitu:

  • Memiliki kegelisahan atau depresi
  • Memiliki kondisi medis atau sedang dalam pemulihan
  • Berisiko terkena kondisi medis, seperti memiliki riwayat keluarga yang kuat terhadap suatu penyakit
  • Mengalami kejadian penuh stres, trauma, atau kekerasan
  • Pernah mengalami trauma, seperti kekerasan seksual pada anak
  • Memiliki tingkat pendidikan dan status sosio-ekonomi yang rendah

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana gangguan somatisasi didiagnosis?

Dokter Anda dapat mendiagnosis penyakit ini melalui beberapa pemeriksaan fisik dan tes. Pemeriksaan fisik dan tes yang direkomendasikan dokter, antara lain:

  • Evaluasi psikologis untuk membicarakan tentang gejala, situasi stres, riwayat keluarga, kekhawatiran, masalah dalam hubungan dan isu lain yang mempengaruhi hidup Anda
  • Mengisi penilaian psikologis atau kuesioner
  • Menanyakan tentang penggunaan alkohol, obat, atau zat lainnya

Kriteria untuk diagnosis

Menurut The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) oleh the American Psychiatric Association, berikut adalah beberapa diagnosis penting yang perlu diperhatikan:

  • Anda memiliki satu atau lebih gejala somatik yang mempersulit atau menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari
  • Anda memiliki pikiran berlebih dan terus-menerus mengenai keparahan gejala, atau tentang kesehatan dan gejala, atau menghabiskan terlalu banyak waktu dan tenaga terhadap gejala dan perhatian kesehatan
  • Anda terus memiliki gejala yang mengkhawatirkan, biasanya untuk lebih dari 6 bulan, walau gejala dapat bervariasi

Bagaimana cara mengobati gangguan somatisasi?

Psikoterapi

Terapi perilaku kognitif dapat membantu Anda:

  • Memeriksa dan menyesuaikan kepercayaan dan ekspektasi mengenai gejala fisik
  • Mempelajari cara mengurangi stres
  • Mempelajari cara mengatasi gejala fisik
  • Mengurangi fokus terhadap gejala yang muncul
  • Usahakan untuk tidak menghindar dari situasi dan aktivitas karena respons normal tubuh yang mungkin muncul
  • Meningkatkan fungsi diri di rumah, tempat kerja, dalam hubungan dan situasi sosial
  • Akui depresi dan gangguan kesehatan mental lain

Pengobatan

  • Obat antidepresan dapat mengurangi gejala yang terkait dengan depresi dan rasa sakit yang sering muncul dengan gangguan gejala somatik.

Pencegahan

Apa saja yang dapat saya lakukan di rumah untuk mengatasi gangguan somatisasi atau mengobatinya?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gangguan somatisasi:

  • Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang
  • Bergabung dalam aktivitas. Sibukkan diri dengan pekerjaan, aktivitas sosial dan keluarga
  • Aktif secara fisik
  • Berlatih menangani stres dan teknik relaksasi
  • Bekerja sama dengan dokter untuk menentukan jadwal rutin kunjungan untuk membahas kekhawatiran Anda dan membangun hubungan kepercayaan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Desember 17, 2018 | Terakhir Diedit: Desember 17, 2018

Yang juga perlu Anda baca