Definisi

Apa itu fluorosis?

Fluorosis adalah kondisi yang mempengaruhi tampilan gigi, namun bukan penyakit. Pada kebanyakan kasus, fluorosis tampak seperti garis tipis putih pada enamel gigi dan tidak mempengaruhi fungsi atau kesehatan gigi.

Pada banyak kasus, efek fluorosis sangat ringan dan hanya ahli profesional saja yang dapat menyadari kondisi ini saat pemeriksaan. Fluorosis enamel hanya terjadi saat gigi terbentuk di bawah gusi. Begitu gigi keluar menembus gusi, gigi tidak dapat mengalami fluorosis lagi.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala fluorosis?

Gejala dari fluorosis berkisar dari bintik atau goresan putih yang tidak terlihat hingga noda cokelat tua dan enamel yang kasar, berlubang, dan sulit dibersihkan. Gigi yang tidak terpengaruh oleh fluorosis bertekstur halus dan mengkilap, serta berwarna putih krem pucat.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati fluorosis?

Untuk mengatasi kondisi ini, Anda harus:

1. Hindari kafein

Jika Anda memiliki masalah dengan noda gigi, mulai kurangi konsumsi teh hitam, kopi, anggur merah dan soda berwarna gelap. Kandungan kafein yang tinggi pada produk-produk ini dapat menyebabkan diskolorasi.

Beberapa orang mengira bahwa jika Anda mengonsumsi minuman tersebut dengan sedotan, Anda tidak akan mengalami dental fluorosis, namun hal ini tidak benar. Cairan tetap memiliki kontak dengan gigi begitu masuk ke mulut, sehingga menyebabkan noda. Anda dapat mengganti produk tersebut dengan teh hijau, kopi bebas kafein, anggur putih dan soda berwarna muda.

2. Hindari fluor

Pastikan untuk berhenti minum air dengan kandungan fluor yang tinggi. Anda dapat memilih air botolan atau memasang filter pada kran Anda. Selain itu, jangan gunakan pasta gigi dengan kandungan fluor. Piilihlah makanan organik untuk mengurangi makanan olahan yang dapat dibuat dengan air dengan fluor.

3. Baking soda

Baking soda tidak hanya digunakan untuk memasak kue saja, namun juga dapat digunakan untuk memutihkan gigi. Anda dapat membeli pasta gigi dengan kandungan baking soda atau membuatnya sendiri.

Jika Anda ingin membuatnya sendiri, campurkan 1 sendok teh pasta gigi non-fluor dengan 1 sendok teh baking soda, oleskan pada sikat gigi dan sikatlah gigi seperti biasa. Cara lainnya adalah dengan menuang 1 sendok makan jus lemon dengan 1 sendok makan baking soda. Campuran ini akan menghasilkan pasta, oleskan pada pasta gigi untuk membersihkan gigi.

Ada beberapa kasus di mana gigi menjadi memutih dengan signifikan. Ulangi hingga hasil yang diinginkan terjadi.

4. Hidrogen peroksida 3%

Anda dapat menggunakan 2 sendok teh hidrogen peroksida 3% dan 2 sendok teh air, campurkan pada cangkir. Kumur selama tidak lebih dari 1 menit. Larutan akan berbusa. Buang larutan dan bilas dengan air. Ulangi proses ini setiap hari hingga kondisi membaik. Pastikan peroksida 3% untuk antisipasi konsumsi yang tidak disengaja.

5. Asupan makanan

Buah dan sayuran tertentu sangat baik untuk gigi Anda. Beberapa buah yang baik untuk gigi adalah wortel, seledri dan apel. Buah-buahan tersebut kaya akan vitamin C yang membunuh bakteri dan menghasilkan lebih banyak air liur untuk membantu mengangkat plak.

Beberapa makanan yang perlu dihindari adalah makanan asam seperti saus tomat, acar, cuka dan jeruk. Kecap juga telah terbukti dapat menyebabkan diskolorasi gigi.

Informasi tambahan:

Apabila anak Anda menelan pasta gigi atau meminum air saat menyikat gigi, hal ini dapat menjadi penyebab dari paparan fluor yang berlebih. Awasi mereka saat sikat gigi untuk memastikan mereka melakukannya dengan benar.

Jika Anda memiliki fluorosis gigi ringan, Anda dapat menggunakan pengobatan rumahan di atas untuk mencegah memburuknya kerusakan dan memutihkan gigi. Apabila Anda memiliki fluorosis gigi yang parah, Anda dapat tetap mencoba rekomendasi di atas, namun Anda mungkin akan memerlukan bantuan lebih lanjut dari dokter gigi.

Kapan saya harus periksa ke dokter gigi?

Hubungi dokter gigi apabila Anda melihat gigi anak Anda memiliki goresan atau bintik putih, atau jika Anda melihat adanya gigi yang diskolorasi.

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi fluorosis?

Pengawasan dari orang tua adalah kunci untuk mencegah fluorosis.

Apabila air berasal dari sistem publik, dokter atau dokter gigi – serta petugas air lokal atau departemen kesehatan – dapat memberi tahu Anda seberapa banyak kandungan fluor dalam air. Jika Anda mengonsumsi air dari sumur atau air botolan, departemen kesehatan atau laboratorium lokal dapat menganalisis kandungan fluor.

Begitu Anda mengetahui seberapa banyak fluor yang dikonsumsi anak dari air minum dan sumber lain speerti jus buah dan minuman ringan, Anda dapat bekerja sama dengan dokter gigi untuk memutuskan apakah anak Anda memerlukan suplemen fluor.

Di rumah, simpan seluruh produk yang mengandung fluor seperti pasta gigi, obat kumur dan suplemen dari jangkauan anak-anak. Apabila anak menelan jumlah fluor yang besar dalam waktu singkat, dapat terjadi:

  • Mual
  • Diare
  • Muntah
  • Sakit perut

Walau tingkat toksisitas fluor biasanya tidak memiliki konsekuensi serius, fluor mengirim ratusan anak ke unit gawat darurat setiap tahunnya.

Penting juga untuk mengawasi penggunaan pasta gigi fluor pada anak. Oleskan pasta gigi seukuran kacang polong pada sikat gigi anak. Ukuran tersebut cukup untuk perlindungan fluor. Selain itu, ajari anak untuk membuang pasta gigi setelah menyikat gigi dan tidak menelannya. Untuk itu, hindari pasta gigi dengan rasa yang mungkin akan ditelan oleh anak.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 14, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 14, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan