Definisi

Apa itu fibrosis paru?

Fibrosis paru adalah penyakit paru yang terjadi ketika jaringan paru rusak dan terluka. Jaringannya pun menjadi kaku dan keras, sehingga sulit bagi paru Anda untuk bekerja semestinya. Semakin parah fibrosisnya, Anda akan semakin kesulitan bernapas.

Luka fibrosis paru bisa disebabkan oleh banyak hal. Namun, pada umumnya dokter tidak bisa menentukan satu penyebab tunggalnya. Ketika dokter tidak tahu secara pasti apa penyebabnya, kondisi ini disebut fibrosis paru idiopati.

Kerusakan paru akibat fibrosis paru tidak bisa disembuhkan, tapi obat-obatan dan terapi bisa membantu meredakan gejala-gejalanya. Untuk sebagian pasien, transplantasi (cangkok) mungkin dibutuhkan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala fibrosis paru?

Beberapa gejala fibrosis paru adalah:

  • Napas terengah-engah
  • Batuk kering
  • Lemas
  • Berat badan menurun tanpa sebab
  • Nyeri otot dan sendi
  • Ujung jari kaki dan tangan membengkak

Perkembangan fibrosis paru dan keparahannya berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang kondisinya langsung parah, ada juga yang penyakitnya menggerogoti pelan-pelan dalam waktu beberapa bulan hingga tahun.

Pasien tertentu mungkin mengalami gejala yang terus bertambah parah, misalnya sulit bernapas selama beberapa hari atau minggu. Dalam hal ini, pasien mungkin dipasangkan mesin ventilator untuk menunjang pernapasan. Dokter juga mungkin meresepkan obat-obata antibiotik, kortikosteroid, dan obat lainnya untuk mengatasi kondisi ini.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, bicarakan dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab fibrosis paru?

Dalam beberapa kasus, fibrosis paru tidak diketahui penyebabnya. Hal-hal yang bisa meningkatkan risiko fibrosis paru antara lain:

  • Merokok
  • Infeksi virus
  • Terpapar polusi dari lingkungan, termasuk silika dan debu besi, bakteri, asap, dan lain-lain
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Riwayat fibrosis paru dalam keluarga
  • Penyakit refluks asam lambung (maag atau GERD).

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan faktor risiko fibrosis paru?

Beberapa faktor risiko yang membuat Anda rentan kena fibrosis paru antara lain:

  • Berusia paruh baya atau lanjut usia. Namun, kondisi ini juga pernah dilaporkan menyerang anak-anak atau bayi.
  • Fibrosis paru idiopati lebih mungkin menyerang pria.
  • Merokok
  • Pasien dengan emfisema
  • Profesi tertentu seperti pekerja tambang, petani atau peternak, pekerja konstruksi, atau siapa saja yang berisiko terpapar polusi.
  • Pengobatan kanker, terutama radiasi di area dada dan obat-obatan kemoterapi
  • Keturunan (genetik)

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana fibrosis paru didiagnosis?

Ada beberapa penyakit paru-paru yang bisa akibatkan fibrosis paru. Karena itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan keluarga, pekerjaan, kesibukan sehari-hari, hingga gaya hidup seperti apakah Anda merokok.

Pemeriksaan lainnya meliputi:

  • X-ray (rontgen) dada
  • Tes pernapasan untuk memeriksa kerusakan paru
  • Tes darah untuk memeriksa kadar oksigen dalam darah, penyakit autoimun, dan kemungkinan infeksi
  • CT Scan resolusi tinggi (HRCT) pada dada
  • Biopsi paru
  • Tes olahraga untuk memeriksa seberapa baik kemampuan paru memindahkan oksigen dan karbon dioksida masuk dan keluar aliran darah

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk fibrosis paru?

Belum ada obat yang bisa menyembuhkan fibrosis paru sepenuhnya. Pengobatan tertentu hanya bisa membantu meringankan gejala serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Dokter akan mengevaluasi kondisi Anda untuk menentukan perawatan terbaik buat Anda.

Obat-obatan

Dokter Anda mungkin menawarkan obat-obatan generasi baru seperti pirfenidone (Esbriet) and nintedanib (Ofev). Obat-obatan ini mampu memperlambat fibrosis paru idiopati. Namun, obat-obatan bisa memberikan efek samping seperti mual, muntah, hingga munculnya ruam.

Dokter pun mungkin memberikan obat asam lambung untuk mengobati refluks asam lambung (GERD), yaitu gangguan pencernaan yang sering dialami orang dengan fibrosis paru idiopati.

Terapi oksigen

Terapi oksigen tidak bisa menghentikan kerusakan paru sepenuhnya. Namun bisa membantu Anda:

  • Bernapas lebih lancar
  • Mengurangi risiko komplikasi dari kekurangan oksigen dalam darah
  • Mengurangi tekanan darah di sisi kanan jantung
  • Meningkatkan kualitas tidur dan rasa nyaman

Anda mungkin harus menggunakan oksigen saat tidur atau berolahraga, sedangkan sebagian orang harus menggunakannya tanpa henti sepanjang hari. Karena itu, saat ini sudah banyak tabung oksigen yang mudah dibawa ke mana saja.

Rehabilitasi paru

Rehabilitasi paru dilakukan untuk membantu Anda mengendalikan gejala dan meningkatkan kenyamanan beraktivitas sehari-hari. Yang dilakukan antara lain:

  • Olahraga atau latihan fisik untuk meningkatkan ketahanan
  • Melatih teknik pernapasan untuk membantu kerja paru
  • Konseling ahli gizi
  • Edukasi soal penyakit

Transplantasi (cangkok) paru

Transplantasi bisa jadi pilihan bagi orang dengan fibrosis baru. Transplantasi bisa membantu Anda meningkatkan angka harapan hidup serta kualitas hidup secara umum. Namun, Anda mungkin berisiko terhadap penolakan organ atau infeksi akibat prosedur ini. Bicarakan dengan dokter untuk segala kemungkinannya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi fibrosis paru?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi penyakit ini.

  • Berhenti merokok. Bicarakan dengan dokter soal cara terbaik berhenti merokok. Begitu juga kalau orang terdekat atau anggota keluarga Anda ada yang merokok, ada baiknya minta anggota keluarga untuk berhenti merokok karena asapnya pun bisa merusak paru-paru orang yang tidak merokok.
  • Perhatikan asupan makanan. Tidak usah memaksakan diri langsung makan banyak. Batasi saja sedikit-sedikit tapi rutin. Tingkatkan juga konsumsi sayur dan buah.
  • Berolahraga rutin bisa meningkatkan fungsi paru dan mengendalikan stres. Tanyakan pada dokter olahraga seperti apa yang cocok buat Anda.
  • Istirahat yang cukup.
  • Imunisasi seperti pneumonia dan influenza, termasuk anggota keluarga Anda.
  • Ikuti anjuran dokter dan tim ahli yang menangani Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Juli 11, 2018 | Terakhir Diedit: Juli 11, 2018