Sindrom Emboli Kolesterol

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu emboli kolesterol?

Orang dengan aterosklerosis mengalami penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah di kulit atau organ internal lain di dalam tubuh. Bila kolesterol yang menumpuk ini suatu ketika terlepas dari dinding pembuluh darah, serpihan kolesterol yang terlepas ini dapat menyumbat aliran darah. Akibatnya, aliran darah dan asupan oksigen pun terganggu, menyebabkan kerusakan dan kematian jaringan yang disuplai oleh pembuluh darah tersebut. Proses ini juga disebut dengan atheroembolism.

Gejala

Apa saja gejala emboli kolesterol?

Dua gejala utama emboli kolesterol adalah:

  • Kulit berubah biru keunguan, nyeri di kaki, dan denyut nadi di kaki
  • Kulit berubah biru keunguan, kerusakan ginjal, dan tingginya kadar eosinofil di dalam darah

Sepertiga penderita emboli kolesterol mengalami gejala di kulit seperti livedo reticularis (kulit berubah biru keunguan), gangrene, luka, dan bintik-bintik merah yang sakit.

Fragmen kolesterol yang menyumbat pembuluh darah ke organ lain dapat menyebabkan gejala lain seperti:

  • Gagal ginjal akut pada 25-50% penderita
  • Retinal ischaemia (iskemik mata)
  • Pankreatitis
  • Infarksi usus

Gejala tak spesifik seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan turun berat badan juga terkadang muncul. Menariknya, biasanya kondisi ini tidak menyebabkan serangan jantung maupun stroke.

Mungkin ada gejala yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan pada dokter untuk informasi tentang gejala lainnya.

Penyebab

Apa penyebab emboli kolesterol?

Emboli kolesterol berasal dari plak arteriosklerotik, yang bisa melepaskan fragmen kolesterol (emboli) ke aliran darah.

Hal ini bisa terjadi secara spontan, namun prosedur yang mengganggu permukaan plak seperti misalnya angiografi, angioplasti, operasi vascular, pompa balon intra-aortic, dan bahkan resusitasi kardiopulmonal, bisa menjadi pemicunya. Penelitian menunjukkan bahwa 1% dari seluruh prosedur vaskular dapat memicu emboli kolesterol.

Trauma ke perut juga bisa memulai sindrom ini apabila mengganggu plak arteriosklerotik di aorta abdomen.

Obat-obatan yang digunakan untuk trombolisis (untuk membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat setelah serangan jantung atau stroke) atau obat antikoagulan (pengencer darah) juga dianggap bisa memicu kondisi ini, meskipun risikonya sangat rendah.

Gejala emboli kolesterol biasanya sudah terlihat dalam hitungan jam atau hari setelah prosedur atau trombolisis, atau 2 bulan setelah terapi antikoagulan.

Faktor pemicu

Siapa yang berisiko mengalami emboli kolesterol?

Orang-orang yang memiliki aterosklerosis memiliki risiko untuk emboli kolesterol. Ini juga termasuk pasien penyakit jantung iskemik atau penyakit pembuluh darah tepi, dan orang-orang yang mengidap diabetes, hipertensi, perokok, obesitas, berusia lanjut, dan memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah.

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis emboli kolesterol?

Dokter akan mencurigai seseorang memiliki emboli kolesterol apabila ia sudah pernah didiagnosis dengan aterosklerosis, dan kini mengalami perubahan pada kulit, gagal ginjal, sakit perut, atau diare, setelah menjalani prosedur vaskular.

Untuk menegakkan diagnosis, dokter biasanya akan melakukan biopsi kulit atau dari jaringan lain. Biopsi ini akan menunjukkan kristal kolesterol maupun celah di dalam dinding pembuluh darah, termasuk juga pembekuan darah.

Pada 80% penderita, tes darah menunjukkan adanya eosinofilia.

Gejala lain yang diketahui dari tes darah jika Anda memiliki emboli kolesterol adalah:

  • Meningkatnya jumlah sel darah putih dan/atau merah
  • Darah dalam jumlah sangat sedikit di urin atau kotoran
  • Meningkatnya ESR (erythrocyte sedimentation rate)
  • Tes fungsi ginjal yang hasilnya abnormal
  • Kadar amilase meningkat
  • Komplemen serum menurun

Pengobatan

Informasi di bawah ini tidak dapat dijadikan pengganti konsultasi medis. SELALU konsultasikan pada dokter untuk mendapat informasi tentang pengobatan.

Bagaimana cara mengobati emboli kolesterol?

Dokter mungkin akan menyarankan prosedur untuk mencegah embolisasi lebih lanjut, misalnya dengan pengangkatan atau stenting plak ateromatos yang tidak stabil.

Obat-obatan seperti statin, iloprost, pentoxifylline, dan steroids bisa juga digunakan untuk meminimalisir kerusakan organ.

Silakan konsultasikan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 12, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 13, 2017

Yang juga perlu Anda baca