Cedera Hemstring

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu cedera hamstring?

Cedera hamstring adalah kondisi saat salah satu otot hamstring Anda, tertarik, yaitu tiga otot yang berada di bagian belakang paha. Anda mungkin terkena cedera ini ketika bermain sepak bola, basket, tenis, atau olahraga sejenis yang meliputi aktivitas berlari cepat dan berhenti mendadak. Pelari dan penari juga bisa mengalami cedera ini. 

Kondisi ini juga dapat digambarkan saat otot di paha bagian belakang meregang tertarik dan sobek. Terdapat tiga tahap keparahan yang berdasarkan jumlah serat otot yang terluka:

  • Tahap 1 (ringan) berarti bahwa ada otot yang meregang dan sobekan yang sangat sedikit dan kecil.
  • Tahap 2 (parsial) berarti ada sebagian otot yang sobek.
  • Tahap 3 (parah) dan berarti otot benar-benar sobek total dan mungkin memerlukan operasi.

Waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari kondisi ini tergantung dari seberapa parahnya cedera tersebut. Cedera ringan (tahap 1) mungkin membutuhkan waktu beberapa hari untuk sembuh, sedangkan bisa menghabiskan waktu beminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk menyembuhkan cedera tahap 2 atau 3. 

Apa itu otot hamstring?

Hamstring adalah urat paha yang melekatkan otot paha besar dengan tulang. Kata ‘hemstring’ juga berarti tiga otot yang berada di belakang paha Anda, dari pinggang hingga bawah lutut Anda. 

Otot hamstring tidak digunakan saat berdiri atau berjalan, tapi sangat aktif saat kegiatan yang melibatkan lutut, seperti lari, melompat, dan memanjat.

Seberapa umum kondisi ini terjadi?

Cedera hamstring umum terjadi. Umumnya dialami karena aktivitas yang berisiko tinggi terkena otot hamstring tertarik adalah sepakbola, football, baseball, basket, ski air, angkat beban, taekwondo, ice skating, menari, dan pertandingan atletik. Penyakit ini menyerang pria maupun wanita. Anda bisa membatasi peluang terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejalanya?

Cedera hamstring yang ringan biasanya tidak begitu sakit. Namun, cedera yang berat bisa begitu menyakitkan hingga tak memungkinkan untuk jalan atau berdiri. Jika Anda meregangkan hamstring saat berlari kencang, Anda akan merasakan sakit secara tiba-tiba dan tajam di belakang paha Anda. 

Berikut adalah gejala umum cedera hamstring:

  • Cedera hamstring ringan (tahap 1)

Gejala pada cedera tahap 1 menimbulkan rasa sakit yang tiba-tiba di belakang paha Anda. Kaki Anda mungkin akan terasa sakit ketika digerakkan, tapi cedera ini tidak mempengaruhi kekuatan otot. 

  • Cedera hamstring parsial (tahap 2)

Pada tahap ini, Anda akan merasakan kesakitan yang lebih parah. Anda mungkin juga akan merasakan memar dan bengkak pada bagian belakang paha. Kekuatan otot di kaki pun akan terasa berkurang. 

  • Cedera hamstring parah (tahap 3)

Anda akan merasakan sakit, memar, dan bengkak yang parah. Sensasi “meletus” pada saat cedera juga akan terasa. Pada tahap ini, Anda tak akan bisa menggunakan kaki Anda secara maksimal. 

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika ingin bertanya tentang tanda ini, konsultasikanlah kepada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Cedera hamstring ringan bisa dirawat di rumah. Namun, Anda perlu memeriksakannya ke dokter jika Anda tak bisa menahan berat apapun pada kaki Anda yang terluka atau jika Anda tak bisa berjalan lebih dari empat langkah tanpa merasakan sakit. 

Jika Anda memiliki tanda atau gejala di atas atau ingin bertanya, konsultasikanlah kepada dokter. Setiap tubuh bertindak berbeda satu sama lain. Selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi kondisi yang Anda alami.

Penyebab

Apa penyebab cedera hamstring?

Cedera hamstring disebabkan ketika otot berkontraksi atau terlalu meregang saat jogging, berpartisipasi dalam olahraga seperti sepakbola dan atletik. Ketika melakukan aktivitas ini, hamstring akan tertarik dan meregang secara berlebihan. Kondisi ini mungkin merobek otot dan mengakibatkan otot hamstring tertarik.

Apa yang meningkatkan risiko otot hamstring tertarik?

Faktor yang mungkin meningkatkan risiko mengalami cedera hamstring adalah:

  • Kegiatan olahraga

Olahraga yang berhubungan dengan lari atau aktivitas lain, seperti menari, yang melibatkan peregangan terlalu kencang bisa meningkatkan risiko cedera hamstring. 

  • Cedera hamstring sebelumnya

Jika Anda pernah merasakan cedera hamstring sebelumnya, Anda cenderung lebih mudah mengalaminya lagi. Terlebih jika Anda melakukan aktivitas seperti saat sebelum cedera, dengan intensitas yang sama. 

  • Kelenturan yang buruk

Jika Anda memiliki kelenturan yang buruk, otot Anda mungkin tak bisa melakukan usaha penuh yang dibutuhkan saat beraktivitas. 

  • Ketidak seimbangan otot

Meskipun tidak semua ahli setuju, beberapa ahli menyebut bahwa ketidak seimbangan otot bisa mengakibatkan cedera hamstring. Ketika otot yang berada di depan paha Anda menjadi lebih kuat dan dikembangkan melebihi otot hamstring, Anda cenderung lebih mudah terkena cedera.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengalami otot hamstring tertarik. Faktor ini hanya sebagai referensi. Anda perlu berkonsultasi kepada dokter untuk lebih banyak detail. 

Komplikasi

Kembali melakukan aktivitas berat sebelum otot hamstring Anda benar-benar sembuh bisa menyebabkan cedera yang berulang. 

Diagnosis

Bagaimana dokter melakukan diagnosis terhadap cedera hamstring?

Dokter akan membuat diagnosis berdasarkan riwayat pengobatan dan pemeriksaan fisik. Studi gambaran, misalnya X-ray, mungkin akan membantu bagi atlet yang lebih muda, terutama untuk memastikan bahwa otot tidak terlepas dari sepotong kecil tulang yang menghubungkan satu sama lain. 

Studi lainnya macam ultrasonografi dan MRI jarang diperlukan untuk cedera otot ringan, tapi mungkin berguna untuk cedera yang lebih parah atau jika diagnosis tidak jelas. Dokter juga mungkin akan melakukan pemindahan ke beberapa posisi pada kaki yang terkena cedera untuk menentukan otot mana yang terluka dan kemungkinan kerusakan ligamen atau tendon. 

Pengobatan

Informasi yang tersedia bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasi dengan dokter atau apoteker.

Apa saja pilihan pengobatan cedera hamstring?

Terlalu cepat kembali beraktivitas mungkin memperburuk cedera dan mengakibatkan kerusakan permanen. Berikut adalah cara mengobati cedera hamstring:

Non-bedah

Sebagian besar cedera hamstring bisa diobati dengan cara yang sederhana, tanpa metode operasi. Cara itu disingkat RICE, yaitu Rest (istirahat), Ice (es), Compression (penekanan), dan Elevation (pengangkatan). Rangkuman dari OrthoInfo bisa disimak di bawah ini:

  • Rest (istirahat)

Sangat penting untuk beristirahat dan menghindari aktivitas yang mungkin bisa menyebabkan cedera. Dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menggunakan kruk untuk menghindari beban pada kaki Anda.

  • Ice (es)

Menggunakan kantong es untuk mengompres dan latihan peregangan dan penguatan otot khusus sering membantu. Hindari sentuhan langsung es batu dengan kulit. 

  • Compression (penekanan)

Membungkus atau menekan kaki dengan perban elastis untuk mengompres mungkin mencegah pembengkakan lebih jauh lagi. Taruhlah bantal di bawah paha untuk posisi yang lebih tinggi.

  • Elevation (pengangkatan)

Untuk menghindari bengkak, taruh kaki Anda lebih tinggi daripada dada saat beristirahat. 

Selain, empat komponen itu, terapi fisik juga disebut mampu mengurangi efek cedera hamstring. Setelah nyeri dan pembengkakan pada cedera hamstring mereda, dokter atau terapis mungkin akan menunjukkan cara untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot hemstring Anda. 

Bedah

Operasi merupakan cara yang biasanya dilakukan untuk mengatasi cedera avulsion tendon, yaitu ketika tendon terlepas dari tulang. Langkah ini terdiri dari dua tahapan, yaitu:

  • Prosedur

Untuk memperbaiki avulsion tendon, dokter bedah harus mengembalikan posisi otot hamstring pada tempatnya dan membuang jaringan parut. Kemudian, tendon direkatkan pada tulang menggunakan jahitan atau staples. 

  • Rehabilitasi

Setelah operasi, Anda harus menghindari beban pada kaki Anda untuk menjaga perbaikannya. Selain menggunakan kruk, Anda mungkin membutuhkan penahan untuk menjaga hamstring tetap di posisi istirahat. Lama atau tidaknya proses ini tergantung pada seberapa parah cedera Anda. 

Program terapi fisik Anda akan dimulai dengan peregangan halus untuk melatih kelenturan dan pergerakan. Latihan kekuatan juga akan Anda lakukan. 

Rehabilitasi untuk tindakan pemasangan hamstring proksimal membutuhkan waktu setidaknya enam bulan, tergantung seberapa parah cedera. Semenara itu, pemasangan hamstring distal membutuhkan tiga bulan untuk rehabilitasi sebelum kembali melakukan aktivitas atlet. 

Pemulihan

Sebagian besar orang yang terkena cedera hamstring akan pulih secara keseluruhan setelah melewati proses rehabilitasi. Perawatan awal dengan prinsip RICE dan terapi fisik akan menampilkan hasil maksimal dan akan mempermudah Anda kembali melakukan aktivitas olahraga. 

Untuk menghindari cedera serupa, pastikan Anda mengikuti saran dokter untuk perawatan. Kembalilah berolahraga berat ketika dokter mengizinkan. Cedera serupa bisa meningkatkan risiko kerusakan permanen yang menyebabkan kondisi kronis. 

Perkembangan baru

OrthoInfo menyebut efektivitas Platelet-rich plasma (PRP) kini sedang diinvestigasi untuk mengobati cedera hamstring. PRP merupakan alat yang dipersiapkan dari darah pasien sendiri. Itu mengandung protein konsentrasi tinggi yang disebut faktor pertumbuhan yang sangat penting untuk penyembuhan cedera. 

Beberapa pusat perawatan telah menggabungkan suntikan PRP ke dalam pengobatan non-bedah untuk beberapa cedera hamstring. Namun, metode ini masih dalam tahap investigasi dan diperlakukan penelitian lanjutan soal hal tersebut. 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi kondisi ini?

Kembalilah melakukan aktivitas berat setelah cedera Anda benar-benar pulih. Namun, jangan pula menghindari kegiatan olahraga sama sekali karena bisa membuat otot hemstring Anda menyusut dan membentuk jaringan parut di sekitar sobekan. 

Untuk menghindari kemungkinan buruk itu, Anda sebaiknya memulai peregangan otot hemstring dengan halus setelah beberapa hari, ketika sakitnya sudah mulai mereda. Kemudian mulai melakukan olahraga ringan, seperti berjalan dan bersepeda. 

Dokter bisa memberikan saran soal aktivitas yang tepat, atau jika perlu, tanya fisioterapis soal hal tersebut. Untuk menghindari cedera serupa di kemudian hari, Anda perlu menunggu waktu yang tepat untuk kembali olahraga dengan tingkatan serupa dengan sebelum cedera terjadi. 

Selain itu, gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi cedera hamstring:

  • Berhenti beraktivitas yang menyebabkan nyeri sampai dokter mengatakan bahwa Anda bisa memulainya kembali.
  • Pastikan bahwa Anda menggunakan teknik olahraga yang benar.
  • Latihan pemanasan, misalnya latihan aerobik ringan dengan benar.
  • Peregangan sebelum dan sesudah berolahraga atau latihan.
  • Perkuat otot paha, pelvis, dan punggung bawah untuk keseimbangan otot yang baik.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah kepada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi Anda.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 31, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca