Benda Asing Dalam Vagina

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu benda asing dalam vagina?

Benda-benda tertentu memang dirancang untuk dimasukkan ke dalam vagina. Misalnya tampon, alat kontrasepsi, dan obat-obatan supositoria (dimasukkan lewat vagina). Sedangkan benda lainnya tidak boleh dimasukkan ke dalam vagina baik secara sengaja maupun tidak.

Bila ada benda tertentu yang masuk ke dalam vagina sehingga menyebabkan gangguan, dokter menyebutnya dengan istilah “foreign bodies” atau benda asing dalam vagina. Ya, benda-benda yang masuk ke dalam vagina bisa memunculkan gejala dalam jangka waktu yang cukup lama.

Kasus masuknya benda asing ke dalam vagina lebih sering terjadi pada anak-anak daripada remaja atau wanita dewasa.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala adanya benda asing dalam vagina?

Beberapa gejala umum dari benda asing dalam vagina yaitu:

  • Cairan keputihan yang berwarna kekuningan, merah muda, atau kecokelatan dengan bau tak sedap yang menyengat
  • Vagina gatal dan berbau tak sedap
  • Rasa sakit atau tak nyaman saat buang air kecil
  • Rasa sakit akibat iritasi
  • Sakit perut atau nyeri di area panggul akibat cedera benda asing yang melukai rongga perut
  • Kulit memerah
  • Vagina (dan bibir vagina) membengkak
  • Ruam di sekitar vagina

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus periksa ke dokter setiap kali Anda mengalami keputihan yang tidak normal. Baik itu karena baunya yang tak sedap atau warnanya kekuningan, kehijauan, kecokelatan, dan kemerahan. Begitu juga kalau cairan keputihannya sangat kental atau menggumpal.

Perhatikan juga bila vagina mengalami perdarahan (di luar menstruasi Anda) karena ini bisa terjadi akibat adanya benda asing dalam vagina.

Kalau memang Anda menyadari adanya benda asing yang menyangkut dalam vagina, segera beri tahu dokter. Misalnya kalau tampon atau kondom masih tertinggal di dalam vagina dan Anda tidak bisa mengeluarkannya.

Dalam kasus tertentu, pasien mungkin perlu dibius guna menghindari rasa sakit atau tidak nyaman ketika dokter mengeluarkan benda asing dalam vagina. Diskusikan dengan dokter untuk informasi kondisi Anda selengkapnya.

Penyebab

Kenapa bisa ada benda asing dalam vagina?

Kasus yang paling sering terjadi adalah tisu yang menyangkut di vagina setelah buang air kecil atau buang air besar. Terutama pada anak-anak. Bisa juga ada sisa bahan seperti pakaian atau karpet yang terjebak.

Hal ini juga bisa terjadi ketika anak-anak mencoba memasukkan sesuatu seperti krayon, spidol, dan lainnya ke dalam vagina atau anak tak sengaja menduduki benda tertentu.

Pada perempuan remaja atau dewasa, kasus yang sering dilaporkan adalah tampon yang tidak bisa keluar atau tidak keluar sepenuhnya (masih ada yang tersisa). Dalam kasus tertentu, kondom juga bisa tertinggal di dalam vagina. Terutama kalau saat berhubungan intim, kondom robek atau pecah sehingga materialnya terjebak di dalam vagina dan sangat sulit dikeluarkan.

Kadang benda asing dalam vagina tidak menimbulkan gejala apa pun, tapi benda yang besar, tajam, atau bahannya cukup keras bisa langsung menyebabkan keluhan tertentu.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis atau mendeteksi benda asing dalam vagina?

Metode untuk mendiagnosis dan mengeluarkan benda asing dalam vagina tergantung pada usia pasien serta sudah berapa lama benda tersebut menyangkut di dalam vagina.

Untuk anak-anak, dokter akan memeriksa bagian vulva dan bukaan vagina dengan memisahkan labia. Setelah itu, dokter mungkin menggunakan teknik pembilasan dengan air hangat untuk mengeluarkan benda tersebut. Kalau bendanya terlalu besar atau sulit dikeluarkan, dokter bisa membius anak supaya prosedurnya lebih mudah.  

Sedangkan bagi wanita dan remaja, dokter bisa menggunakan spekulum atau forsep untuk mengeluarkan benda asing dalam vagina.

Perlu dicatat:

  • Benda yang bisa merusak dinding vagina perlu diperiksa secara mendetail lewat pemeriksaan vagina dan serviks. Setelah itu, dokter akan membius Anda.
  • Pemeriksaan dubur juga bisa dilakukan untuk menentukan letak bendanya.
  • Kalau bendanya sudah terjebak dalam vagina cukup lama, dinding vagina mungkin sudah terkikis, terluka, atau berlubang. Hal ini juga bisa menyebabkan infeksi di bagian tubuh lain seperti perut atau pinggul (karena bendanya sudah terbawa sampai ke dalam).
  • Dokter mungkin menyarankan pemeriksaan dengan CT scan, MRI, atau rontgen perut dengan sinar X. USG juga bisa membantu memastikan letak bendanya dalam tubuh pasien.

Bagaimana dokter mengobati benda asing dalam vagina?

Orang dengan kondisi ini lebih rentan mengalami infeksi bakteri. Kalau bendanya sudah berhasil dikeluarkan dengan teknik pembilasan dengan air hangat, Anda mungkin tidak butuh obat antibiotik untuk bakteri.

Pada anak-anak, teknik pembilasan tersebut biasanya jadi pilihan pertama. Sedangkan jika bendanya lebih besar atau posisinya lebih rumit, anak perlu sampai dibius. Bisa juga pasien diberikan obat pereda nyeri selama prosedur dilakukan.

Dokter mungkin membius Anda dan memeriksa dinding-dinding vagina bila benda yang tersangkut cukup besar dan mengakibatkan rasa sakit. Apalagi kalau bendanya sudah bergeser atau pindah ke bagian tubuh lain. Pembiusan dilakukan supaya otot-otot vagina melemas sekaligus meredam nyeri. Prosedur yang sedikit lebih rumit ini mungkin membutuhkan obat-obatan antibiotik dari dokter.

Setelah bendanya dikeluarkan dan Anda minum obat antibiotik, seharusnya keluhan seperti infeksi, demam, sakit, dan keputihan akan segera sembuh.

Pencegahan

Apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah benda asing dalam vagina?

Berikut adalah beberapa poin penting untuk mencegah masuknya benda asing dalam vagina. Namun, inti dan kuncinya adalah menjaga kebersihan area vagina.

  • Pada anak-anak, orangtua harus mengajarkan cara membasuh vagina yang benar adalah dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Ini berlaku baik saat anak buang air kecil, buang air besar, atau mandi.
  • Orangtua juga harus memberi tahu anak bahwa hal-hal apa pun yang terasa tidak wajar (misalnya rasa sakit di bagian vagina atau muncul keputihan) harus segera dilaporkan pada orangtua.
  • Segera ganti atau buang tampon setelah dipakai enam hingga delapan jam. Hati-hati saat mengeluarkannya, jangan sampai talinya putus sehingga tampon tertinggal di dalam.
  • Hindari aktivitas seksual yang berbahaya, terlalu kasar, atau memasukkan benda-benda tak wajar seperti makanan ke dalam vagina. Bila vagina terasa sakit, segera hentikan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 11, 2018

Yang juga perlu Anda baca