Apa itu bau mulut (halitosis)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu bau mulut?

Halitosis atau fetor oris adalah istilah medis untuk bau mulut dan napas yang tidak sedap.

Kemunculan aroma yang tidak sedap umumnya disebabkan oleh bakteri yang berkembang liar dalam mulut. Bakteri-bakteri ini menghasilkan gas sulfur (belerang). Akibatnya ketika Anda membuka atau membuang napas lewat mulut, keluarlah bau yang menyengat.

Ada banyak hal lyang dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab mulut seseorang menjadi bau. Mulai dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, jarang sikat gigi, merokok, dan lain sebagainya.

Halitosis dapat menurunkan rasa percaya diri dan bahkan menyebabkan kecemasan berlebihan. Mulut yang bau membuat seseorang merasa minder untuk sekadar membuka mulut hingga bahkan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Kabar baiknya, sejumlah perawatan sederhana ala rumahan dapat dilakukan untuk membuat napas Anda kembali segar dan terbebas dari halitosis.

Meski begitu, Anda mungkin membutuhkan perawatan di dokter untuk mengobati kondisi ini. Pasalnya, mulut yang bau bisa jadi tanda dari kondisi medis yang lebih serius.

Seberapa umum halitosis?

Halitosis adalah kondisi yang sangat umum.

Menurut American Dental Association, setidaknya 50 persen orang dewasa di seluruh dunia memiliki bau mulut yang tidak sedap. Saking umumnya, banyak yang tidak menyadari bahwa mereka punya kondisi ini.

Supaya tidak mengalami mulut bau, Anda dapat menghindari faktor risiko yang ada. Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lanjutan yang lebih lengkap.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala halitosis?

Seperti namanya, gejala yang paling jelas adalah bau tidak sedap dari napas mulut Anda. Namun, seberapa tajam bau yang dihasilkan akan berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada penyebabnya. 

Beberapa orang bisa merasa mulutnya sangat bau, padahal sebenarnya tidak begitu. Sejumlah orang lainnya justru tidak pernah menyadari bahwa mereka memiliki bau mulut yang tidak sedap. Di sisi lain, orang-orang pun cenderung segan untuk memberi tahu bahwa Anda punya masalah bau mulut. Faktor tidak enak hati jadi penyebabnya.

Namun, jangan tunggu ditegur dulu untuk tahu seberapa bau napas Anda. Coba menjilat sisi dalam pergelangan tangan untuk tahu bagaimana aroma mulut Anda. Tunggu sampai agak kering, lalu cium aroma air liur Anda.

Bila Anda merasakan bau menyengat atau kurang sedap, ini artinya, Anda mengalami halitosis. Anda juga bisa bertanya langsung ke orang-orang terdekat untuk mengonfirmasi hal ini. Ya, tanyakan pada pasangan atau kerabat terdekat tentang seberapa tajam bau mulut yang Anda miliki. Bila perlu, tanyakan langsung ke dokter gigi Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Mulut bau sering kali disebabkan karena kebersihan mulut yang buruk. Nah, cobalah untuk memperbaiki kebiasaan Anda dalam merawat kebersihan gigi dan mulut. Misalnya, lebih rajin untuk menyikat gigi dan lidah setelah makan, pakai benang gigi, dan minum banyak air putih.

Bila mulut Anda masih berbau tidak sedap bahkan tetap menyengat, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter gigi. Dokter gigi akan menanyai riwayat kesehatan sekaligus melakukan sejumlah pemeriksaan fisik untuk mengetahui penyebab bau mulut Anda.

Pada dasarnya, setiap kali merasakan hal-hal yang aneh atau tidak biasa dari tubuh Anda, jangan ragu untuk berobat ke dokter. Ingat, semua orang bereaksi secara berbeda. Jadi, selalu diskusikan dengan dokter tentang apa yang terbaik sesuai dengan kondisi Anda. 

Penyebab

Apa penyebab halitosis?

Faktanya, ada banyak sekali penyebab bau mulut. Mulai dari hal-hal sepele hingga tanda dari kondisi medis serius. Secara umum, berikut berbagai kemungkinan penyebab mulut dan napas Anda berbau tidak sedap. 

1. Mulut kering

Mulut kering bisa jadi penyebab mulut Anda memiliki bau yang tidak sedap. Kenapa begitu?

Air liur berperan penting untuk menjaga kesehatan, gigi, mulut, dan bahkan napas Anda. Selain membantu melumatkan makanan, air liur juga bertugas dalam meluruhkan sisa makanan dan bakteri yang menempel di permukaan gigi. Sebaliknya, berkurangnya produksi air liur di dalam mulut memudahkan bakteri dan kuman untuk berkembang biak di dalamnya.

Nah, pertumbuhan bakteri dan kuman yang tidak terkendali inilah yang menyebabkan mulut Anda berbau menyengat.

2. Jenis makanan tertentu

Bau mulut juga dapat disebabkan akibat Anda mengonsumsi jenis makanan tertentu. Makanan seperti petai, durian, bawang putih, bawang merah, dan bumbu rempah tertentu meninggalkan aroma khas di mulut setelah Anda menyantapnya.

Setelah berhasil dicerna oleh usus, makanan tersebut nantinya akan diserap oleh darah dan dihembuskan keluar melalui paru-paru. Inilah alasan terkuat napas Anda akan berbau tidak sedap setelah  makan makanan yang punya aroma tajam dan kuat.

Di sisi lain, sisa-sisa makanan yang tertinggal pada gigi juga bisa menyebarkan aroma tidak sedap pada mulut.

3. Merokok

Orang yang merokok cenderung memiliki bau mulut yang tidak sebab akibat pengaruh zat-zat kimia yang terkandung di setiap batang rokok. Merokok dapat menurunkan produksi air liur dalam mulut, sehingga mulut jadi lebih kering. Ketika mulut Anda kering, maka akan semakin banyak bakteri yang berkembang biak di dalam mulut.

Sebenarnya tak hanya masalah mulut bau. Center for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan bahwa orang yang merokok dua kali lebih berisiko mengalami penyakit gusi daripada mereka yang tidak merokok. Penyakit gusi sendiri membuat mulut Anda semakin berbau tidak sedap.

4. Kebersihan gigi yang buruk

Sisa-sisa makanan yang menempel di sela maupun permukaan gigi akan berubah menjadi plak. Plak adalah lapisan tipis dan lengket yang diselimuti bakteri. Bila Anda tidak menjaga kebersihan gigi dengan baik, plak dapat menyebabkan bau mulut.

Plak juga dapat mengeras berubah menjadi karang gigi. Seiring waktu, karang gigi dapat mengiritasi gusi dan menyebabkan peradangan dan infeksi. Lidah Anda juga bisa jadi sarang bakteri yang membuat mulut Anda berbau tidak sedap.

Itu sebabnya, penting untuk menjaga kebersihan gigi dengan baik.

5. Obat-obatan tertentu

Meski berfungsi untuk mengobati penyakit, obat yang sedang Anda minum bisa jadi malah memicu bau mulut. Kok bisa?

Hadie Rifai, seorang dokter gigi dari Cleveland Clinic mengatakan bahwa ada obat-obatan tertentu yang dapat memicu halitosis. Obat seperti antihistamin, antipsikotik, dan obat diuretik dapat menyebabkan mulut Anda berbau tidak sedap. Hal ini karena ketiga jenis obat tersebut memiliki efek samping mulut kering, sehingga dapat memicu mulut berbau tidak sedap.

Bila Anda khawatir tentang efek samping tersebut, jangan sungkan untuk bertanya langsung pada dokter. Dokter dapat meresepkan obat lain sesuai dengan kondisi Anda.

6. Infeksi di mulut

Mulut bau juga dapat disebabkan karena Anda mengalami infeksi di mulut, hidung, atau tenggorokan. Ya, orang yang punya riwayat penyakit sinusitis, post-nasal drip, atau sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri lebih rentan mengalami mulut bau.

Hampir semua infeksi yang sudah disebutkan tadi disebabkan karena bakteri. Bakteri inilah yang memicu bau busuk dan aroma tak sedap dari mulut.

7. Asam lambung naik

Aroma tak sedap yang keluar dari mulut Anda juga bisa disebabkan karena asam lambung naik akibat GERD. GERD merupakan kondisi ketika asam lambung naik sampai kerongkongan dan mengiritasi lapisan tenggorokan.

Saat asam lambung naik, biasanya Anda akan mengalami perut mulay dan rasa pahit atau asam di mulut. Efek lain yang juga bisa Anda rasakan adalah mulut berbau tak sedap.

8. Riwayat penyakit tertentu

Aroma mulut yang sangat tidak sedap juga dapat disebabkan karena Anda punya penyakit tertentuDiabetes, misalnya.

Sebenarnya, aroma napas Anda dapat digunakan sebagai petunjuk ada tidaknya masalah kesehatan pada tubuh. Bau amonia atau bau mulut yang tidak sedap dapat berhubungan dengan penyakit diabetes, penyakit ginjal, atau anoreksia nervosa.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami halitosis?

Berbagai hal di bawah ini bisa membuat Anda lebih berisiko mengalami mulut bau.

  • Orang lanjut usia.
  • Kurang minum air putih,
  • Makan makanan yang punya aroma kuat, seperti durian, bawang putih, petai, jengkol, dan lainnya.
  • Jarang sikat dan flossing gigi.
  • Perokok aktif.
  • Sedang minum obat alergi, obat tekanan darah, obat antidepresan, dan lain sebagainya.
  • Punya riwayat medis tertentu seperti diabetes dan gangguan pada hati serta ginjal.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana bau mulut (halitosis) didiagnosis?

Pada kebanyakan kasus, bau mulut dapat hilang sendirinya jika Anda mengubah kebiasaan membersihkan mulut Anda seperti lebih sering menggosok gigi, terutama pada gusi dan lidah, gunkan dental floss dan minum lebih banyak air. Jika situasi tidak membaik, Anda mungkin harus mengunjungi dokter gigi untuk mengetahui apa yang terjadi.

Tergantung pada kasusnya, dokter Anda akan membantu Anda memilih penanganan yang paling sesuai. Jika nafas tak sedap Anda muncul karena kondisi medis lainnya, mengobati penyebabnya mungkin akan menghilangkan nafas tak sedapnya. Dokter gigi Anda mungkin akan memberikan obat kumur anti bakteri dan sikat gigi untuk mengurangi dampaknya.

Pengobatan di rumah

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana halitosis didiagnosis?

Pada kebanyakan kasus, bau mulut dapat hilang sendirinya jika Anda mengubah kebiasaan membersihkan mulut. Contohnya, Anda jadi lebih sering menggosok gigi, terutama pada gusi dan lidah. Menggunakan dental floss dan minum lebih banyak air juga bisa membantu mengatasi mulut bau.

Namun, bila situasi tidak membaik, Anda mungkin harus mengunjungi dokter gigi untuk mengetahui apa yang terjadi. Tergantung pada kasusnya, dokter gigi akan membantu  memilih perawatan yang paling sesuai dengan kondisi Anda. 

Sebelum menentukan perawatan, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat medis Anda. Sejumlah pemeriksaan laboratorium juga dapat dilakukan untuk membantu dokter dalam mencari tahu penyebab.

Apa saja pilihan pengobatan untuk halitosis?

Pengobatan bau mulut tergantung pada faktor pemicunya.

Bila penyebab mulut bau yang Anda alami karena kebersihan mulut yang buruk, dokter dapat melakukan perawatan gigi. Mulai dari scaling, tambal gigi, dan lain sebagainya. Dokter juga dapat meresepkan obat kumur atau pasta gigi khusus untuk membantu menyegarkan kembali napas Anda. 

Sementara jika nafas tak sedap muncul karena kondisi medis tertentu, dokter gigi dapat merujuk pada dokter lain yang berkaitan dengan kondisi Anda.

Apa saja pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi halitosis?

Berikut sejumlah pengobatan ala rumahan yang dapat Anda lakukan untuk mengusir bau mulut.

  • Rajin sikat gigi dua kali sehari, terutama setelah makan.
  • Membersihkan sela-sela gigi dengan benang setelah menyikat gigi.
  • Menyikat lidah dengan teratur.
  • Menghindari makanan beraroma kuat, seperti durian, bawang putih, bawang merah, jengkol, petai, dan masih banyak lagi.
  • Berkumur pakai obat kumur untuk membantu menyegarkan napas.
  • Banyak minum air putih.
  • Periksa ke dokter gigi setidaknya setiap 6 bulan sekali.
  • Berhenti merokok.
  • Mengunyah permen karet bebas gula untuk memperbanyak produksi air liur di mulut.

Pencegahan

Apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah halitosis?

Kabar baiknya, ada banyak cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah bau mulut. Beberapa di antaranya seperti:

1. Sikat gigi secara rutin

Sikat gigi secara rutin pada pagi dan malam hari sebelum tidur bisa mencegah timbulnya aroma tidak sedap pada mulut. Jangan asal menyikat gigi. Pastikan Anda melakukan teknik menyikat yang benar dan tepat.

Gosoklah setiap bagian gigi Anda dengan gerakan memutar. Lakukan secara perlahan dan pastikan Anda memilih sikat yang berbulu lembut. Pertimbangkan untuk menggunakan pasta gigi berfluoride karena dapat menjaga dan melindungi enamel gigi.

2. Membersihkan lidah

Penting juga untuk membersihkan lidah. Tanpa Anda sadari, lidah juga merupakan sarang bakteri. Oleh karena itu, untuk mencegah bau mulut, pastikan Anda menggosok lidah secara teratur. Tujuannya tentu untuk menghilangkan bakteri, sisa-sisa makanan, dan sel-sel mati yang menempel di permukaan lidah.

3. Flossing gigi

Selain sikat gigi, Anda juga dapat membersihkan gigi dengan benang. Cara ini disebut flossing gigi. Jika dilakukan dengan rutin, flossing gigi dapat mencegah bau mulut.

Hal ini karena flossing gigi dapat membersihkan sisa-sisa makanan yang tersangkut di sela antar gigi. Ketika menggesekkan benang ke antar sela gigi, pastikan Anda melakukan secara perlahan dan hati-hati. Terlalu keras menggesekkan benang dapat membuat gusi Anda luka.

4. Pakai obat kumur

Pakai obat kumur juga tak kalah penting untuk menjaga dan merawat kesegaran mulut. Sebelum beli obat kumur, perhatikan baik-baik komposisinya. Hindari obat kumur yang mengandung alkohol.

Alkohol dapat membuat mulut Anda kering, yang justru memicu bau tak sedap.

5. Jangan merokok

Mau terbebas dari serangan bau mulut? Berusahalah untuk berhenti merokok sekarang juga. 

Tak hanya mencegah bau tidak sedap, berhenti merokok juga dapat meningkatkan kesehatan Anda secara menyeluruh.

6. Bijak pilih makanan

Ada sejumlah makanan yang dapat memicu mulut berbau tak sedap, misalnya durian, bawang putih, dan lainnya. Maka itu, Anda sebaiknya lebih bijak dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi.

Bukan berarti Anda tak boleh makan makanan tersebut sama sekali. Sebaliknya, Anda hanya cukup membantasi berbagai makanan yang dapat memicu bau mulut.

7. Banyak makan buah dan sayur

Memperbanyak asupan buah dan sayuran bisa jadi cara efektif untuk mencegah mulut bau. Hal ini karena buah dan sayuran mengandung banyak air, sehingga dapat membantu menjaga kelembapan mulut Anda. Produksi air liur yang berlimpah ini dapat menjadi cara alami untuk menjaga napas Anda tetap segar.

8. Minum air putih

Mulut yang kering dapat memicu napas tak sedap. Itu sebabnya, banyak minum air putih jadi kunci untuk membuat Anda terbebas dari ancaman bau mulut.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 4, 2019 | Terakhir Diedit: Juli 4, 2019

Yang juga perlu Anda baca