Definisi

Apa itu sindrom antibodi antifosfosindrom antibodi antifosfolipidlipid?

Sindrom antibodi antifosfolipid alias Antiphospholipid Antibody Syndrome (APS) adalah penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan justru menyerang jaringan tubuh yang normal hingga menimbulkan kerusakan.

Pada keadaan normal, sistem kekebalan tubuh dilengkapi dengan antibodi, yaitu jenis protein yang biasanya membantu mempertahankan tubuh terhadap infeksi. Namun, pada kondisi APS tubuh membuat antibodi yang tidak normal sehingga menyerang fosfolipid – sejenis lemak. Ketika antibodi menyerang fosfolipid, sel-sel menjadi rusak. Kerusakan ini menyebabkan pembentukan gumpalan darah dalam arteri tubuh dan pembuluh darah.

Biasanya, pembekuan darah adalah proses normal pada tubuh. Gumpalan darah membantu menutup luka kecil atau  dinding pembuluh darah. Kondisi ini terjadi untuk mencegah Anda kehilangan terlalu banyak darah. Kondisi APS terjadi terlalu banyak pembekuan darah sehingga menyumbat aliran darah dan merusak organ tubuh.

Seberapa umumkah sindrom antibodi antifosfolipid?

APS dapat terjadi pada orang-orang dari segala usia. Namun lebih sering terjadi pada wanita dan orang-orang yang memiliki gangguan autoimun atau rematik lainnya, seperti lupus.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-­tanda dan gejala sindrom antibodi antifosfolipid?

Tanda dan gejala sindrom antibodi antifosfolipid adalah:

  • Nyeri dada dan sesak napas.
  • Nyeri, kemerahan, terasa panas, dan pembengkakan pada tungkai.
  • Sakit kepala yang sedang berlangsung.
  • Perubahan cara bicara.
  • Ketidaknyamanan tubuh bagian atas pada lengan, punggung, leher, dan rahang.
  • Mual (merasa sakit perut).

Gejala stroke seperti bicara cadel, kelumpuhan, mati rasa, kelemahan, kehilangan penglihatan, dan masalah menelan juga bisa terjadi jika Anda mengalami penyakit ini.

Bagian lain dari tubuh yang terganggu termasuk paru-paru, saluran pencernaan, ginjal, dan kulit.

Jika wanita hamil terkena penyakit ini, maka ia dapat menderita aborsi secara spontan dan berisiko alami anemia atau trombositopenia.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut:

  • Mengalami tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas.
  • Wanita hamil dengan APS.
  • Menggunakan antikoagulan dan memiliki tanda-tanda overdosis.

Penyebab

Apa penyebab sindrom antibodi antifosfolipid?

Sindrom antibodi antifosfolipid (APS) terjadi jika sistem kekebalan tubuh membuat antibodi (protein) yang menyerang fosfolipid.

Penyebabnya tidak diketahui. Hal ini tidak dapat diturunkan dari generasi ke generasi. Antibodi antifosfolipid diperkirakan memiliki  interaksi dengan sistem pembekuan tubuh, sehingga orang cenderung untuk mengalami trombosis vena dalam (pembentukan gumpalan darah atau trombus, biasanya dalam vena kaki) dan trombosis arteri (gumpalan di pembuluh darah). Gumpalan ini dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Antibodi antifosfolipid disebut lupus antikoagulan dan antibodi antikardiolipin. Kondisi tersebut ditemukan pada orang dengan lupus eritematosus sistemik.

Peluang seseorang semakin tinggi untuk terkena APS jika mengalami:

  • rheumatoid arthritis
  • sindrom Scheel
  • sindrom Sjogren

Antibiotik obat seperti hydralazine (untuk tekanan darah), kina (untuk kram kaki), dan kadang-kadang juga dapat menyebabkan APS.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk sindrom antibodi antifosfolipid?

Ada banyak faktor risiko sindrom antifosfolipid antibodi, seperti:

  • Orang yang memiliki gangguan autoimun atau kondisi rematik lainnya
  • Merokok
  • Istirahat berkepanjangan
  • Kehamilan dan periode setelah melahirkan
  • Pil KB dan terapi hormon
  • Kanker dan penyakit ginjal

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sindrom antibodi antifosfolipid?

APS tidak dapat disembuhkan tapi penggunaan obat-obatan dapat membantu mencegah komplikasi. Tujuan pengobatan adalah untuk mencegah penggumpalan darah dan menjaga gumpalan darah yang ada agar tidak menjadi lebih membesar.

Dokter Anda mungkin memberikan Anda heparin dan warfarin. Tes darah rutin diperlukan untuk memantau tingkat kekentalan darah. Jika APS disebabkan oleh penyakit lain, penting untuk mengobati penyakit itu juga. Wanita hamil yang memiliki APS biasanya diobati dengan heparin dan aspirin dosis rendah. Warfarin tidak digunakan sebagai pengobatan selama kehamilan karena dapat membahayakan janin.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk sindrom antibodi antifosfolipid?

Dokter Anda dapat menggunakan tes darah untuk memastikan diagnosis APS. Tes ini memeriksa darah apakah memiliki salah satu dari tiga antibodi APS: antikoagulan lupus, anti-cardiolipin, beta-2 glikoprotein I.

Anda mungkin perlu tes darah kedua untuk mengkonfirmasi hasil yang lebih positif. Hal ini karena tes yang dilakukan hanya satu kali dapat merupakan hasil dari infeksi jangka pendek. Tes darah kedua sering dilakukan pada saat 12 minggu atau lebih setelah yang pertama.

Pengobatan di rumah

Apa saja ­perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sindrom antibodi antifosfolipid?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sindrom antibodi antifosfolipid:

  • Hindari aktivitas olahraga yang melibatkan kontak fisik langsung.
  • Gunakan sikat gigi yang lembut.
  • Gunakan mesin cukur listrik.
  • Berhati-hatilah saat menggunakan pisau, gunting dan benda tajam lainnya.
  • Batasi makan makanan yang mengandung vitamin K seperti brokoli, sawi, kacang kedelai. Vitamin K dapat membuat warafin kurang efektif.
  • Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat atau suplemen

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 1, 2018 | Terakhir Diedit: Maret 1, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan