Suplemen Zat Besi untuk Ibu Hamil Penderita Anemia

Oleh

Wanita yang kekurangan zat besi pada masa kehamilan tidak dapat dipulihkan melalui pola makan saja, sehingga suplemen oral tambahan biasanya diperlukan.

Suplemen zat besi oral merupakan cara yang efektif, murah, dan aman untuk menggantikan kekurangan zat besi. Ferrous salt (garam besi) hanya menampilkan perbedaan kecil antara satu sama lain dalam efisiensi penyerapan zat besi. Ferric salt dapat diserap cukup baik. Dosis unsur besi yang dianjurkan untuk pengobatan defisiensi zat besi adalah 100-200mg sehari. Dosis yang lebih tinggi sebaiknya tidak diberikan karena penyerapan akan terganggu dan efek sampingnya meningkat.

Ferrous salt terdiri dari ferrous fumarate, ferrous sulphate, dan ferrous gluconate. Suplemen zat besi oral harus diminum pada saat perut kosong untuk menghindari gangguan penyerapan, termasuk faktor-faktor yang juga menggangu penyerapan zat besi heme non-makanan.

Dosis unsur besi untuk anemia defisiensi besi adalah 100-200mg per hari (1A). Konsumsi suplemen ini harus dilakukan pada saat perut kosong, 1 jam sebelum makan, dengan memberi tambahan asupan sumber vitamin C (asam askorbat) seperti jus jeruk untuk memaksimalkan penyerapan. Antasida atau obat-obatan lainnya tidak boleh diminum di saat yang bersamaan.

Indikasi suplementasi zat besi oral

Sesuai dengan pedoman perawatan antenatal rutin, ibu hamil wajib menjalani pemeriksaan darah lengkap saat kunjungan dokter dan saat usia kehamilan menginjak 28 minggu. Dengan demikian, penentuan suplementasi besi di awal kehamilan lebih mudah dilakukan walaupun tergantung pada sistem di tempat pemeriksaan hasil tes darah dan usaha tindak lanjut yang tepat untuk menghindari keterlambatan.

Wanita yang memiliki kadar Hb <110g / l sampai 12 minggu atau <105g / l di atas 12 minggu disarankan menjalani terapi zat besi. Berdasarkan temuan hemoglobinopati, ferritin serum harus diperiksa dan pasien akan ditawarkan terapi zat besi jika kadar feritin adalah <30 µg/l.

Pengobatan harus dimulai sesegera mungkin. Rujukan perawatan sekunder juga harus dipertimbangkan jika muncul gejala yang signifikan dan/atau anemia berat (Hb <70g / l) atau kehamilan lanjutan (> 34 minggu) atau jika tidak ada kenaikan Hb dalam 2 minggu.

Wanita dengan Hb> 110g / l sampai 12 minggu masa kehamilan dan Hb> 105g / l melebihi 12 minggu tidak termasuk anemia. Pada wanita non-anemia (yang berisiko kekurangan zat besi atau wanita yang dulunya pernah mengalami anemia), kehamilan ganda, kehamilan berturut-turut dengan interval waktu kurang dari satu tahun, dan vegetarian, memerlukan ferritin serum. Pasien lain yang perlu dipertimbangkan adalah remaja yang hamil dan wanita yang berisiko tinggi mengalami perdarahan.

Jika feritin menunjukkan <30 mg / l, 65 mg, suplemen unsur besi perlu diberikan 1 kali sehari. FBC (full blood count) dan ferritin harus diperiksa 8 minggu kemudian.

Skrining umum dengan penggunaan rutin feritin serum biasanya tidak dianjurkan, karena biayanya tergolong mahal dan dapat disalahgunakan, sehingga menyebabkan ketidakakuratan hasil hitung darah. Namun, penelitian harus tetap dilakukan pada penduduk lokal, khususnya prevalensi perempuan “berisiko” tinggi.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca