Psstt… Jangan Bikin Tato Saat Sedang Tidak Enak Badan!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 5 September 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda berencana untuk bikin tato dalam waktu dekat, pastikan tubuh Anda berada dalam kondisi paling primanya saat hari-H nanti. Penelitian menunjukkan bahwa menato tubuh saat sedang sakit  kemungkinan bisa menghadirkan efek samping yang tidak diinginkan sepulangnya dari tempat tato.

Jangan bikin tato saat sedang sakit kalau Anda tidak mau mengalami ini

bahaya tato

Menurut laporan sebuah studi dari departemen Trauma & Ortopedi di NHS Greater Glasgow and Clyde, Inggris, menato saat daya tahan tubuh sedang drop dapat meningkatkan risiko Anda terkena infeksi mycobacterium pada kulit. Peringatan ini dilaporkan dalam jurnal BMJ Case Reports.

Risiko ini terutama dicurigai kuat berpotensi muncul pada orang yang sudah lebih dulu memiliki alergi tertentu atau yang memiliki gangguan imunitas jangka panjang seperti diabetes, HIV, dan kanker. Orang-orang yang diresepkan obat-obatan tertentu selama masih dalam proses pemulihan setelah mendapatkan cangkok organ juga termasuk dalam kategori berisiko tinggi mengalami efek samping tersebut jika nekat bikin tato.

Penelitian di atas mengambil sebuah contoh kasus dari wanita berusia 31 tahun yang memutuskan untuk bikin tato di pahanya selagi masih meneruskan resep obat immunosupresif (penekan daya tahan tubuh) setelah mendapatkan cangkok paru pada tahun 2009. Pada awalnya, ia hanya melaporkan timbul ruam kulit ringan yang memang menjadi efek samping normal dan umum dari pembuatan tato. Namun sembilan hari setelahnya, wanita tersebut mengalami nyeri kronis di pinggul kiri, lutut, dan paha hingga mengganggu tidur yang berlangsung berbulan-bulan.

Sepuluh bulan kemudian, ia didiagnosis mengalami peradangan otot kronis yang ditandai dengan nyeri dan kelemahan otot parah. Setelah diperiksa, dokter menyimpulkan kondisi ini disebabkan oleh keteledoran untuk bikin tato saat daya tahan tubuhnya memang tidak cukup kuat. Setelah 3 tahun pengobatan, akhirnya ia terbebas dari rasa sakit itu.

Kenapa bisa begitu?

Bikin tato bisa diibaratkan sebagai pemicu stres. Kadar kortisol Anda cenderung meningkat tajam ketika sedang ditato karena pada dasarnya tubuh sedang “protes” untuk melawan masuknya tinta tato, yang notabene adalah benda asing, ke dalam kulit. Namun karena sedari awal Anda sudah tidak fit akibat kondisi yang Anda miliki saat itu, sistem imun Anda tidak cukup kuat untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga risiko efek samping tato bisa meningkat.

Selain itu, para ahli kesehatan turut menduga bahawa warna tinta tato yang digunakan mungkin ada hubungannya dengan risiko komplikasi tersebut. Terutama tinta yang mengandung logam berat. Terlebih, distribusi, keamanan, dan penggunaan tinta tato tidaklah diatur ketat oleh FDA (Food and Drugs Administration) di Amerika Serikat dan Badan POM RI. FDA bahkan pernah menarik sejumlah besar produk tinta tato permanen di pasaran karena mendapat laporan dari banyaknya konsumen yang mengalami reaksi alergi parah atau infeksi setelah bikin tato.

Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menato badan

Ingat bahwa pada kondisi yang sehat walafiat sekalipun, bikin tato tetap mungkin menimbulkan risiko efek samping seperti peradangan kulit atau infeksi. Apalagi jika dilakukan bukan oleh tattoo artist yang bersertifikat dan tidak memakai alat yang steril.

Maka, sebaiknya tetap pertimbangkan masak-masak keputusan Anda untuk menato tubuh, apalagi jika tubuh tidak fit benar atau masih menjalani perawatan medis tertentu. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Anda sebelum sembarangan menghias tubuh secara permanen.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tinta Tato Bisa Masuk ke Kelenjar Getah Bening. Apakah Ini Bahaya?

Penelitian membuktikan kalau tinta tato bisa pindah sampai ke kelenjar getah bening dan bagian tubuh lainnya. Ini kata para ahli soal dampaknya bagi tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Hendry Wijaya
Kesehatan Kulit 9 Februari 2018 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Tato Permanen Sulit Sekali Dihilangkan dari Kulit?

Tinta tato yang permanen memang tidak akan bisa dihapus sampai tuntas, meskipun Anda sudah coba berbagai teknik menghilangkan tato. Mengapa bisa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 7 November 2017 . Waktu baca 4 menit

Sebelum Bikin Tato, Kenali Dulu Berbagai Efeknya Pada Tubuh dan Kesehatan

Di balik keindahan tato, ternyata tato memiliki beberapa efek samping yang berbahaya bagi kesehatan. Apa saja efek tato yang perlu diketahui? Intip di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 21 September 2017 . Waktu baca 3 menit

Tips Merawat dan Membersihkan Tindik Pusar Agar Tak Infeksi

Ada banyak hal yang harus Anda perhatikan ketika akan memutuskan tindik pusar. Misalnya, cara membersihkan pusar. Simak tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Juli 2017 . Waktu baca 4 menit



Direkomendasikan untuk Anda

tato mata

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
alergi tinta tato

Mengenal Alergi Tato yang Kerap Disebabkan oleh Si Tinta

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
tato henna

Apakah Tato Henna Aman Dipakai Ibu Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit
henna tangan

Apakah Tato Henna Benar Aman untuk Kulit Anda?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2018 . Waktu baca 5 menit