home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Psstt... Jangan Bikin Tato Saat Sedang Tidak Enak Badan!

Psstt... Jangan Bikin Tato Saat Sedang Tidak Enak Badan!

Jika Anda berencana untuk bikin tato dalam waktu dekat, pastikan tubuh Anda berada dalam kondisi paling primanya saat hari-H nanti. Penelitian menunjukkan bahwa menato tubuh saat sedang sakit kemungkinan bisa menghadirkan efek samping yang tidak diinginkan sepulangnya dari tempat tato.

Jangan bikin tato saat sedang sakit kalau Anda tidak mau mengalami ini

bahaya tato

Menurut laporan sebuah studi dari departemen Trauma & Ortopedi di NHS Greater Glasgow and Clyde, Inggris, menato saat daya tahan tubuh sedang drop dapat meningkatkan risiko Anda terkena infeksi mycobacterium pada kulit. Peringatan ini dilaporkan dalam jurnal BMJ Case Reports.

Risiko ini terutama dicurigai kuat berpotensi muncul pada orang yang sudah lebih dulu memiliki alergi tertentu atau yang memiliki gangguan imunitas jangka panjang seperti diabetes, HIV, dan kanker. Orang-orang yang diresepkan obat-obatan tertentu selama masih dalam proses pemulihan setelah mendapatkan cangkok organ juga termasuk dalam kategori berisiko tinggi mengalami efek samping tersebut jika nekat bikin tato.

Penelitian di atas mengambil sebuah contoh kasus dari wanita berusia 31 tahun yang memutuskan untuk bikin tato di pahanya selagi masih meneruskan resep obat immunosupresif (penekan daya tahan tubuh) setelah mendapatkan cangkok paru pada tahun 2009. Pada awalnya, ia hanya melaporkan timbul ruam kulit ringan yang memang menjadi efek samping normal dan umum dari pembuatan tato. Namun sembilan hari setelahnya, wanita tersebut mengalami nyeri kronis di pinggul kiri, lutut, dan paha hingga mengganggu tidur yang berlangsung berbulan-bulan.

Sepuluh bulan kemudian, ia didiagnosis mengalami peradangan otot kronis yang ditandai dengan nyeri dan kelemahan otot parah. Setelah diperiksa, dokter menyimpulkan kondisi ini disebabkan oleh keteledoran untuk bikin tato saat daya tahan tubuhnya memang tidak cukup kuat. Setelah 3 tahun pengobatan, akhirnya ia terbebas dari rasa sakit itu.

Kenapa bisa begitu?

Bikin tato bisa diibaratkan sebagai pemicu stres. Kadar kortisol Anda cenderung meningkat tajam ketika sedang ditato karena pada dasarnya tubuh sedang “protes” untuk melawan masuknya tinta tato, yang notabene adalah benda asing, ke dalam kulit. Namun karena sedari awal Anda sudah tidak fit akibat kondisi yang Anda miliki saat itu, sistem imun Anda tidak cukup kuat untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga risiko efek samping tato bisa meningkat.

Selain itu, para ahli kesehatan turut menduga bahawa warna tinta tato yang digunakan mungkin ada hubungannya dengan risiko komplikasi tersebut. Terutama tinta yang mengandung logam berat. Terlebih, distribusi, keamanan, dan penggunaan tinta tato tidaklah diatur ketat oleh FDA (Food and Drugs Administration) di Amerika Serikat dan Badan POM RI. FDA bahkan pernah menarik sejumlah besar produk tinta tato permanen di pasaran karena mendapat laporan dari banyaknya konsumen yang mengalami reaksi alergi parah atau infeksi setelah bikin tato.

Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menato badan

Ingat bahwa pada kondisi yang sehat walafiat sekalipun, bikin tato tetap mungkin menimbulkan risiko efek samping seperti peradangan kulit atau infeksi. Apalagi jika dilakukan bukan oleh tattoo artist yang bersertifikat dan tidak memakai alat yang steril.

Maka, sebaiknya tetap pertimbangkan masak-masak keputusan Anda untuk menato tubuh, apalagi jika tubuh tidak fit benar atau masih menjalani perawatan medis tertentu. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Anda sebelum sembarangan menghias tubuh secara permanen.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Don’t Get A Tattoo If Your Immune System Is In Bad Shape https://www.medicaldaily.com/dont-get-tattoo-if-your-immune-system-bad-shape-424838 diakses 16 Agustus 2018.

Tattoos could be risky for people with weakened immune systems https://metro.co.uk/2018/06/19/tattoos-could-be-risky-for-people-with-weakened-immune-systems-7643256/ diakses 16 Agustus 2018.

Disrupted immune system? Avoid getting a tattoo https://www.medicalnewstoday.com/articles/322183.php diakses 16 Agustus 2018.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 11/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x