Benarkah Poni Rambut Bisa Bikin Jerawatan? Bagaimana Mencegahnya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Rambut berponi kembali menjadi tren tahun ini. Selain mudah menatanya, poni membingkai wajah Anda sedemikian rupa sehingga membuat keseluruhan penampilan Anda tampak lebih segar dan muda. Tapi, benarkah poni bikin jerawatan, terutama di bagian dahi?

Sayangnya, jerawat akibat rambut berponi bukan hanya sekadar mitos. Jerawat timbul saat minyak dan sel kulit mati menyumbat pori. Pori yang tersumbat ini kemudian menjadi terinfeksi oleh bakteri.

Bagaimana bisa poni bikin jerawatan?

Dahi adalah bagian dari T-zone wajah, yang pada umumnya memproduksi lebih banyak minyak. Saat poni menutupi dahi Anda, minyak alami rambut dan sel kulit mati dari kepala akan luruh dan terperangkap di area dahi.

Tumpukan minyak dan sel kulit mati, dikombinasikan dengan keringat dan debu dari cuaca luar ruangan yang panas dan lembap, akan menyebabkan jerawat semakin meradang dan mulai muncul di dahi, terutama jika jenis rambut Anda berminyak.

Selain itu, pemakaian produk perawatan rambut, seperti shampo, kondisioner, dan produk penataan rambut juga bisa memicu timbulnya jerawat di dahi.

“Saat mandi, busa dari shampo dan kondisioner akan menetes dan menempel di dahi dan wajah Anda, sehingga memicu timbulnya jerawat,” tandas Dr. Rachael Eckel, dermatologis kosmetik, dilansir dari Dailymail Online.

Busa shampo dan kondisioner juga bisa menyebabkan folikulitis, bintik-bintik kecil bernanah yang berwarna kemerahan dan gatal seperti jerawat, di dahi, dada, dan punggung.

Sama halnya dengan produk penataan rambut. Gel, pomade, atau mousse cenderung untuk “meleleh” ke kulit wajah, terutama di sekitar garis rambut dan dahi, hingga menyumbat pori dan memicu iritasi.

Bagaimana cara mengatasi jerawat akibat rambut berponi?

Pertama, cari tahu jenis jerawat apa yang timbul di dahi Anda. Ada dua tipe jerawat yang umum timbul di wajah: whitehead (jerawat bintik-bintik kecil) dan milia. Whitehead dapat terbentuk dengan mudah dan bisa ditangani dengan eksfoliasi (pengelupasan) rutin dan pemakaian obat jerawat topikal. Milia terbentuk saat sel kulit mati terperangkap di bawah permukaan kulit, menyebabkan benjolan kecil dan keras. Benjolan ini bisa ditangani dengan perawatan dari dermatologis Anda, seperti peeling, retinoid (vitamin A), facial, atau bahkan prosedur pengangkatan jaringan.

Kemudian, untuk menjaga kulit tak berjerawat meski Anda mempertahankan poni cantik di dahi, lakukan langkah-langkah berikut ini.

1. Cuci muka dengan benar

Cuci wajah Anda dua kali sehari, diikuti dengan rangkaian produk perawatan wajah yang sesuai dengan jenis kulit dan masalah Anda. Pilih produk perawatan wajah yang mengandung salicyclic acid dan glycolic acid. Aplikasikan juga toner setiap kali sehabis cuci muka. Toner akan meluruhkan sisa debu, minyak, dan kotoran yang mungkin masih menempel di wajah setelah Anda mencuci muka.

Untuk hasil terbaik, gunakan produk yang mengandung glycolic acid di pagi hari dan salicyclic acid di malam hari. Kedua bahan aktif ini akan membantu mengangkat sel kulit mati dan membersihkan minyak dan bakteri.

2. Jepit poni saat diperlukan

Poni bikin jerawatan karena kulit wajah yang tertutup poni kesulitan untuk bernapas. Sebaiknya jepit atau ikat ke atas poni Anda selama beraktivitas di rumah, untuk membiarkan kulit Anda bernapas sejenak. Pakai bando saat berolahraga, atau shower cap saat Anda sedang melakukan perawatan rambut mingguan.

3. Ubah ritual penataan rambut

Buat beberapa perubahan sederhana dalam cara Anda menata rambut. Saat Anda menggunakan hairspray atau mousse, semprotkan produk ke sisir Anda dan aplikasikan ke rambut, dibanding dengan menyemprotnya langsung ke rambut. Ini dilakukan agar cipratan produk tersebut tidak ikut menempel di wajah. Jangan pula mengaplikasikan produk penataan rambut di sepanjang garis rambut dan langsung di kulit kepala. Saat menggunakan kondisioner, gel, pomade, atau mousse, oleskan dari bagian tengah rambut.

4. Sesekali jangan pakai makeup

Jika kegiatan Anda tidak mengharuskan Anda memakai makeup, sebaiknya jangan pakai makeup, untuk mengistirahatkan kulit Anda. Produk makeup yang berbahan dasar minyak dan bertekstur bubuk bisa meningkatkan risiko penyumbatan pori. Alternatifnya, gunakan produk kecantikan berbahan dasar air dan selalu ingat untuk mencuci wajah di malam hari sebelum tidur. Jangan pernah tidur dengan makeup masih menempel di wajah.

5. Ganti seprai dan sarung bantal

Rutin ganti seprai dan sarung bantal guling, terutama bagi Anda yang juga memiliki wajah berminyak. Peradangan jerawat bisa dipicu oleh kain seprai dan sarung bantal guling yang kotor, kombinasi dari minyak dan debu yang berpindah dari wajah Anda dan bakteri dan debu yang beterbangan di kamar tidur Anda. Rutin cuci semua peralatan tidur Anda dengan air panas dan jemur di bawah sinar matahari, setidaknya dua kali seminggu. Memang mungkin saja poni bikin jerawatan, namun kebersihan pribadi Anda bisa jadi adalah pemicu utamanya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit