5 Perawatan Rumahan untuk Memulihkan Gejala Radang Usus Besar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sesuai dengan namanya, penyakit radang usus besar (kolitis ulseratif) ditandai dengan munculnya peradangan di sepanjang lapisan usus besar dan rektum. Jika Anda mengalaminya, tanda khas berupa sakit atau kram perut biasanya kerap muncul sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain dengan obat-obatan, penting juga menerapkan cara mengobati radang usus besat agar gejala tidak berkembang semakin parah.

Ragam cara mengobati radang usus besar di rumah

Perawatan rumahan memang bukan pilihan pertama sebagai cara mengobati radang usus besar. Namun, setidaknya cara ini dapat membantu meringankan gejala yang Anda alami.

Berikut beberapa pengobatan rumahan rutin yang bisa Anda lakukan untuk membantu memulihkan penyakit radang usus besar:

1. Memperbanyak asupan cairan

kandungan air putih

Mungkin yang selama ini Anda tahu bahwa asupan serat dibutuhkan untuk menunjang fungsi pencernaan. Nyatanya bukan hanya itu. Jumlah cairan yang Anda minum setiap harinya turut berpengaruh pada kerja sistem pencernaan Anda. Apalagi jika penyakit radang usus besar Anda bersamaan dengan sembelit (konstipasi).

Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian di tahun 2011 yang dimuat dalam Nutrition Reviews. Hasilnya bahwa minum cairan dalam jumlah banyak berhasil memulihkan sakit perut serta sembelit karena sulit buang air besar.

Usahakan untuk memperbanyak minum air putih minimal 8 gelas sehari, serta batasi minum minuman berkafein seperti teh dan kopi karena bisa mengakibatkan dehidrasi akibat sifat diuretiknya.

2. Batasi makan makanan sumber serat

makanan tinggi serat untuk diabetes

Meski serat dikenal baik untuk melancarkan fungsi pencernaan, Anda dianjurkan membatasi makan makanan sumber serat sebagai cara mengobati penyakit radang usus besar di rumah.

Bukan tanpa alasan, karena makanan berserat tinggi seperti buah-buahan, sayur-sayuran, maupun biji-bijian, justru bisa semakin memperburuk gejala yang Anda alami.

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter terkait jenis sayuran, buah, dan biji-bijian yang paling aman untuk Anda konsumsi. Sayuran seperti kol, kembang kol, dan brokoli biasanya tidak dianjurkan untuk dikonsumsi.

Perhatikan juga proses pengolahan sumber serat tersebut, entah harus dikukus, direbus, dipanggang, dan lain sebagainya. Perbedaan proses pengolahan dapat memperburuk atau bahkan meringankan gejala radang usus Anda.

3. Rutin berolahraga

pengaruh olahraga pada kondisi kulit

Percaya atau tidak, berolahraga secara teratur ternyata dapat mendukung pemulihan fungsi usus bagi Anda yang punya penyakit radang usus. Benjamin Snider, ND, seorang ahli naturopathy di Ontario, Canada, mengungkapkan bahwa olahraga bermanfaat untuk mengatasi komplikasi yang terkait dengan radang usus besar.

Mulai dari kepadatan tulang yang menurun, sistem kekebalan tubuh melemah, perubahan emosi tubuh, stres, hingga kenaikan berat badan. Anda bisa mengawalinya dengan melakukan latihan intensitas rendah hingga sedang, kemudian dilanjutkan dengan menambah intensitasnya secara bertahap sesuai dengan kondisi tubuh.

Pilih jenis olahraga serta frekuensi latihan yang sesuai dengan tubuh Anda. Dr. Snider menyarankan untuk melakukan yoga, karena diyakini bisa membuat tubuh lebih rileks, melancarkan aliran oksigen dan nutrisi di dalam tubuh, sekaligus memulihkan fungsi pencernaan Anda.

4. Kelola stres

cara meditasi untuk meningkatkan fokus

Sebisa mungkin, hindari stres bila tidak ingin gejala radang usus besar Anda semakin parah. Sebuah penelitian di tahun 2016 dari jurnal Clinical Gastroenterology dan Hepatologi, menunjukkan bahwa stres memang berperan terhadap munculnya radang usus besar.

Anda bisa melakukan berbagai teknik relaksasi, misalnya meditasi dan teknik pernapasan dalam, guna mengelola stres supaya tubuh bisa jauh lebih rileks.

5. Melakukan terapi

konseling psikologi

Terapi dapat menjadi salah satu cara mengobati radang usus besar yang tepat dan efektif. Para terapis akan membantu Anda mengelola stres sekaligus memulihkan gejala radang usus besar secara berangsung-angsur.

Ambil contoh terapi kognitif perilaku (CBT) bersama teknik biofeedback, ternyata bisa memperbaiki kembali fungsi pencernaan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pantangan Makanan bagi Penderita Divertikulitis (Radang Kantung Usus Besar)

Makanan yang salah dapat memperparah gejala penyakit divertikulitis. Ini sederet makanan yang jadi pantangan bagi penderita divertikulitis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 26 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Rekomendasi Obat dari Dokter untuk Mengobati Radang Usus Besar

Ada banyak macam obat untuk mengatasi gejala radang usus besar, baik itu obat-obatan medis atau obat alternatif. Apa saja obatnya? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 15 November 2019 . Waktu baca 6 menit

Radang Usus Mungkin Bisa Ganggu Kesuburan, Ini Syaratnya Jika Ingin Punya Anak

Beberapa orang percaya bahwa wanita dengan penyakit IBD sulit memiliki keturunan. Nah, benarkah radang usus bisa mengganggu kesuburan Anda?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 28 April 2019 . Waktu baca 5 menit

4 Tips Mengatasi Kelelahan Akibat Terserang Radang Usus (IBD)

Selain kurang tidur, radang usus (IBD) juga bisa menimbulkan kelelahan. Penting untuk mencari tahu cara mengatasi kelelahan akibat radang usus ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 7 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit usus buntu gatau apendisitis

Penyakit Usus Buntu (Apendisitis)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
perbedaan maag dan gerd

Duodenitis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 12 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
anemia defisiensi besi

Anemia Defisiensi Besi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
IBS dan stres

Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 6 Juni 2020 . Waktu baca 3 menit