Baik pihak pria ataupun perempuan sama-sama punya faktor pencetus masalah kesuburan. Tanpa disadari ternyata pilihan pekerjaan atau profesi juga bisa berisiko mengganggu kesuburan atau infertilitas, lho. Sayangnya, diagnosis ini memang tidak banyak yang menyadari karena kurangnya pemahaman masyarakat. Akibatnya, tidak sedikit pasangan khususnya kaum pria yang baru sadar hal ini setelah bertahun-tahun menikah dan tidak kunjung memiliki  keturunan.

Ada beberapa pekerjaan yang bisa memicu gangguan kesuburan pada pria

Pada dasarnya ada empat faktor yang memengaruhi kesuburan pria, yaitu faktor kimia, fisika, psikologi, dan campuran. Sementara bahaya dari pekerjaan biasanya adalah faktor kimia dan fisika.Pria yang sering terpapar panas, bahan kimia, atau radiasi, dapat memengaruhi kualitas dan jumlah sperma. Radiasi juga bisa menyebabkan sperma jadi ‘menghilang’ dalam cairan semen.

Penelitian yang dilakukan di Cina mencoba melihat hubungan antara laki-laki yang terpapar formaldehida selama bekerja dan kesuburan. Ternyata, para istri dari laki-laki ini lebih sulit hamil dan lebih rentan mengalami keguguran. Formaldehida banyak digunakan dalam pengolahan kayu. Beberapa bahan kimia lain diketahui menurunkan jumlah sperma, yaitu benzena, toluena, xylene, pestisida, herbisida, pelarut organik, timbal dan bahan cat. Paparan terhadap logam berat juga dapat mengganggu kesuburan. Bagi Anda yang bekerja di pabrik atau industri yang bertemu dengan bahan kimia ini setiap hari, Anda perlu waspada.

Perlu diketahui, paparan panas baik dari berendam di air panas maupun mesin berpotensi menurunkan jumlah sperma Anda. Beberapa contoh pekerjaan yang sering terpapar panas mesin adalah supir bis dan truk, di mana mereka diharuskan untuk duduk dalam waktu lama di atas mesin yang panas. Mereka yang tiap hari bekerja dengan pemanggang roti misalnya, di mana mereka setiap hari harus terpapar panas dari oven, juga memiliki risiko.

Radiasi di tempat kerja layaknya radiasi x-ray juga dapat menganggu kesuburan. Produksi sperma dapat menurun, walau biasanya sering kembali normal dengan sendirinya. Namun bila radiasi dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen. Maka dari itu, pria yang banyak melakukan kontak dengan radiasi x-ray misalnya operator radiologi dan petugas kesehatan lainnya akan berisiko mengalami penurunan kesuburan.

Faktor risiko gangguan kesuburan ini memang tidak lantas membuat Anda mendadak tidak subur, namun dikarenakan seorang pria sudah terpapar dalam jangka waktu yang lama dan terus menerus.  Untuk meminimalkan risiko, maka semua pasangan suami istri, dalam hal ini calon ayah, perlu menjaga kesehatan dengan menjalankan pola hidup sehat, berolahraga rutin, kebiasaan merokok dan minum alkohol tentu saja perlu dilakukan. Yang tidak kalah penting adalah mengendalikan stress.

Bagaimana cara melindungi kesuburan Anda di tempat kerja?

Jika Anda memiliki pekerjaan yang mengharuskan Anda duduk dalam rentang waktu yang lama. Cobalah untuk istirahat dan berjalan sekitar selama beberapa menit, hal ini berguna untuk ‘mendinginkan’ testis Anda.

Jika Anda bekerja dengan bahan kimia atau radiasi berbahaya, ikuti selalu petunjuk mengenai penggunaannya dengan hati-hati, termasuk mengikuti Aturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah ataupun perusahaan. Setiap pekerja memiliki hak untuk mendapatkan pelatihan dan peralatan yang dibutuhkan untuk tetap aman dan sehat. Gunakan pakaian pelindung atau alat pelindung lainnya sesuai yang sudah ditetapkan. Jika Anda khawatir dengan paparan bahan kimia, radiasi, atau potensi bahaya pekerjaan lainnya yang mengancam kesuburan Anda, segera bicarakan dengan dokter.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca