8 Trik Membiasakan Anak untuk Tidur di Kamar Sendiri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Ketika anak Anda sudah berusia cukup besar untuk tidur di kamar sendiri, Anda akan menghadapi tantangan baru. Kebanyakan anak yang sejak bayi terbiasa untuk tidur bersama dengan orangtuanya akan kesulitan belajar tidur sendiri di kamar yang terpisah. Anda dan pasangan pun harus berjuang supaya anak mau tidur sendiri. Anak yang berani tidur sendiri akan menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab. Selain itu, Anda dan pasangan pun bisa tidur lebih nyenyak sehingga di pagi hari keluarga Anda akan bangun dengan penuh energi.

Perlu diingat, proses penyesuaian ini tidaklah mudah dan mungkin akan memakan waktu yang cukup lama hingga berbulan-bulan sampai anak benar-benar terbiasa tidur sendiri. Maka, Anda dan pasangan juga harus menyiapkan diri dengan kesabaran dan berbagai trik agar anak mau tidur di kamar yang terpisah.

Trik agar anak mau belajar tidur sendiri

Biasanya anak yang tidak mau tidur sendiri di kamarnya akan menciptakan berbagai alasan supaya dia bisa tidur bersama dengan orangtuanya. Oleh karena itu, Anda harus pintar mengakali alasan-alasan yang diberikan anak Anda. Cobalah delapan trik berikut ini agar anak bisa cepat terbiasa tidur sendiri.

1. Mulai perlahan-lahan

Sebaiknya Anda sudah mempersiapkan anak Anda untuk belajar tidur sendiri jauh sebelum saatnya tiba supaya anak Anda tidak kaget. Usahakan untuk tidak menakut-nakuti anak dengan cerita seram atau menggunakan ancaman tidur sendiri sebagai senjata untuk mendisiplinkan anak. Anda justru harus menyiasati supaya anak merasa antusias dengan kamar barunya. Libatkan anak dalam menata kamar tidurnya mulai dari warna cat, pilihan sprei, dan berbagai perabot kamar lainnya.

Anda juga bisa menggunakan pancingan-pancingan yang menarik bagi anak seperti, “Nanti di kamar barumu, kamu bisa membangun istana boneka sendiri.” Anda harus membantu anak percaya bahwa tidur di kamarnya sendiri merupakan pengalaman yang menyenangkan dan membanggakan, bukan sebagai momok.

2. Ciptakan suasana kamar yang menyenangkan

Agar anak mau tidur di kamar sendiri, ia harus merasa aman dan nyaman dalam kamarnya. Maka, aturlah agar kamar anak terasa hidup tapi cukup tenteram untuk beristirahat. Siapkan boneka-boneka, bantal, dan guling supaya anak merasa aman dan tenang saat tidur. Biarkan juga anak Anda menyimpan beberapa mainan atau buku bacaan di kamar supaya timbul rasa memiliki dan anak cepat betah di kamar barunya.

3. Jangan memburu-buru anak untuk tidur

Apabila selama ini Anda mengantar anak tidur dengan terburu-buru, anak tidak akan merasa mengantuk dan ingin tidur. Ia justru akan merasa gelisah dan menganggap waktu tidur adalah saat-saat yang dibenci. Maka, pastikan bahwa waktu tidur anak menjadi prioritas bagi Anda atau pasangan. Tak perlu memburu-buru anak untuk buang air kecil, gosok gigi, atau berdoa sebelum naik ke tempat tidur. Siasati dengan memajukan jam tidur malam anak. Dengan begitu, persiapannya bisa lebih santai. Anak pun merasa rileks sebelum memejamkan mata. Supaya anak lebih senang ketika waktunya istirahat tiba, bacakan atau ceritakan kisah-kisah menarik untuk mengantarnya tidur.

4. Kurangi sumber gangguan

Anak biasanya akan semakin sulit tidur di malam hari jika ada banyak gangguan di kamarnya. Maka, sebisa mungkin jauhkan sumber gangguan yang bisa memancarkan cahaya seperti televisi, komputer, konsol permainan (PlayStation atau Xbox), dan alat-alat elektronik lainnya dari kamar anak. Jika anak Anda sudah memiliki smartphone sendiri, tawarkan untuk menyimpannya selama anak tidur dan berjanjilah untuk mengembalikannya lagi di pagi hari.

5. Mengatasi rasa takut

Beberapa anak tidak mau tidur sendiri karena takut gelap atau hantu. Untuk mengatasi rasa takutnya Anda bisa menyediakan banyak boneka, bantal, atau selimut yang mengelilingi tempat tidur agar anak merasa aman. Berpura-puralah meminta bantuan salah satu boneka anak Anda untuk menjaganya selama ia tidur supaya lebih tenang dan merasa terlindungi. Yakinkan anak bahwa Anda atau pasangan berada tak jauh dari kamar anak sehingga bisa selalu memantau dirinya.

Jika anak masih takut, Anda bisa mengecek ke kamar tidur anak setiap 10 sampai 15 menit sekali. Saat Anda mengecek dan anak masih bangun, pujilah keberaniannya karena tetap tenang di tempat tidur dan tidak menyusul Anda atau pasangan. Setelah itu, tunggulah lebih lama untuk mengecek lagi anak di kamarnya, kira-kira selama setengah jam atau satu jam. Biasanya saat itu anak sudah tertidur pulas.

Kalau anak Anda takut gelap, siasati dengan lampu tidur dengan cahaya yang lembut. Ajak anak untuk menempelkan stiker-stiker yang bisa menyala dalam gelap untuk mengalihkan rasa takut dari pikirannya di malam hari. Bila kamar Anda berdekatan dengan kamarnya, Anda juga boleh membuka sedikit daun pintunya agar ada cahaya yang masuk dan anak masih bisa merasakan kehadiran Anda dan pasangan.

6. Tetap tegas dan konsisten

Inilah yang tak boleh terlupakan ketika Anda dan pasangan berusaha membiasakan anak belajar tidur sendiri. Ketika anak tak bisa tidur dan menyusul ke kamar Anda, dengan lembut ajaklah dan temani anak untuk kembali ke tempat tidurnya sendiri. Sampaikan pada anak dengan tegas bahwa dia harus kembali tidur karena sudah malam. Kalau Anda membiarkannya tidur bersama Anda dan pasangan, akan semakin susah bagi anak untuk belajar mandiri.

Namun, apabila anak mengalami mimpi buruk, segera tangani dengan menanyakan mimpinya dan meyakinkan bahwa hal tersebut hanyalah bunga tidur yang tidak nyata. Anda harus tetap mengajak anak untuk kembali tidur. Jangan sampai anak Anda menggunakan alasan mimpi buruk sebagai senjata untuk menghindari tidur sendiri di kamarnya.

7. Atur waktu tidur yang tepat

Anak Anda akan susah tidur kalau jam biologisnya berantakan. Maka, Anda harus memastikan bahwa anak tidur pada waktunya. Jangan memaksanya untuk tidur terlalu cepat, tapi usahakan agar anak tidak tidur melampaui jam tidurnya. Jika anak sulit terlelap di malam hari, Anda bisa memotong atau memajukan jam tidur siangnya. Pastikan juga anak Anda sudah kenyang dan sudah ke kamar mandi sebelum tidur agar dia tidak menjadikan hal-hal ini sebagai alibi untuk keluar dari kamarnya di malam hari.

8. Hargai usaha anak

Supaya anak lebih semangat untuk belajar tidur sendiri, Anda bisa memberikan imbalan setelah ia berhasil tidur sendiri di kamarnya. Pastikan imbalan tersebut bersifat sederhana dan tidak terlalu berlebihan, misalnya dengan memberikan ciuman, pujian, dan ucapan terima kasih di pagi hari. Anda juga bisa menghidangkan menu sarapan favoritnya sebagai bentuk apresiasi. Dengan begitu, anak akan semakin terpacu untuk belajar tidur sendiri.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengulik Sleep Texting, Gangguan yang Bikin Anda Berkirim Pesan Saat Tidur

    Berkirim pesan ternyata bisa dilakukan saat Anda sedang tertidur, lho. Disebut dengan istilah sleep texting, simak penjelasannya di sini!

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Gangguan Tidur 23/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

    Tidur seharusnya menjadi kegiatan yang nyaman dan menenangkan. Namun, hal ini berbanding terbalik bagi orang-orang yang punya somniphobia.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Gangguan Tidur 22/06/2020 . Waktu baca 7 menit

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

    Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

    Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    tinggal sendiri selama pandemi

    Tinggal Sendiri Selama Pandemi, Apa yang Harus Diperhatikan?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . Waktu baca 6 menit
    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
    ruam susu bayi

    Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit