Anjuran Saat Menjemur Si Kecil di Pagi Hari

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/05/2020
Bagikan sekarang

Menjemurnya di bawah sinar matahari penting untuk pertumbuhan si Kecil. Matahari bisa membuat tubuhnya memproduksi vitamin D, sehingga dapat menyerap kalsium untuk kekuatan tulang. Ini penting bagi pertumbuhannya. Untuk menjemur bayi dan anak di luar rumah, ada tips yang bisa diterapkan dan beberapa hal yang perlu dihindari.

Manfaat menjemur si kecil di bawah sinar matahari

Menjemur bayi di bawah matahari

Menjemur si kecil di bawah sinar matahari pagi tentu memberikan manfaat bagi kesehatannya. Salah satunya mendukung pertumbuhan tulangnya agar lebih kuat. Berjemur di bawah sinar matahari juga membawa dampak positif untuk meningkatkan sistem imun si kecil dalam melawan berbagai penyakit.

Pembangunan sistem imun di dalam tubuh si kecil didukung dari sinar matahari, sehingga vitamin D dapat diproduksi oleh tubuh. Menurut jurnal Children, vitamin D memberikan manfaat secara keseluruhan, termasuk berpengaruh pada kesehatan mental dan harapan hidup.

Vitamin D cukup berperan penting dalam perkembangan tulang dan gigi, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh si kecil terhadap penyakit tertentu. Keuntungan ini bisa diperoleh secara optimal jika ibu mengetahui pantangan dan anjuran yang tepat saat menjemur bayi.

Pantangan yang perlu ibu hindari saat menjemur si Kecil 

Meskipun sinar matahari menuai manfaat baik bagi tubuhnya, ada beberapa hal yang perlu dihindari saat menjemur si Kecil. Sebelum mengetahui tips menjemur untuk bayi, berikut pantangan yang sebaiknya diketahui oleh ibu ketika menjemur si Kecil.

1. Tidak menggunakan proteksi saat menjemur bayi

Tahukah ibu, sinar matahari terdiri atas sinar UVA dan UVB yang bisa membuat kulit si Kecil terbakar, menghitam, dan meningkatkan risiko kerusakan kulit?

Sedikit penjelasan, sinar UVA dapat menyebabkan kerutan dan berkontribusi meningkatkan risiko kanker kulit. Sementara itu, sinar UVB bisa membuat kulit jadi terbakar dan berdampak pada sistem imun tubuh. 

Bila si kecil tidak menggunakan proteksi saat berjemur, tentu bisa mengalami dampak dari sinar UVA dan UVB. Proteksi yang dimaksud, misalnya mengoleskan sunscreen, penutup mata, atau mengenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh dari sinar matahari langsung. Sunscreen yang digunakan minimal mengandung SPF 15 dan digunakan 15-20 menit sebelum terkena paparan sinar matahari.

2. Menjemur siang hari

tips menjemur bayi

Ini pantangan yang perlu dihindari para ibu, yakni sebaiknya tidak menjemur si kecil di siang hari. Teriknya panas sinar matahari bisa berdampak pada kesehatan kulitnya. Pada pukul 10.00-16.00, matahari mengeluarkan sinar paling kuat. Di sini, paparan sinar UV bisa menyebabkan kulit si kecil terbakar.

Kini ibu sudah tahu pantangan apa saja yang harus dihindari ketika menjemur si Kecil. Agar ia bisa mendapatkan manfaat optimal dari sinar matahari, adapun tips aman yang dianjurkan saat menjemur bayi di pagi hari.

Tips menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi

Bila menjemur dilakukan dengan tepat, tentu manfaatnya bisa dirasakan oleh tubuh si kecil dan tidak menimbulkan efek samping dari paparan sinar matahari. Maka itu, yuk ikuti anjuran saat menjemur bayi berikut ini.

1. Jam tepat berjemur di pagi hari

kulit sensitif pada bayi akibat terlalu higienis

Tips pertama dalam menjemur bayi adalah dilakukan pada waktu yang tepat. Jam terbaik menjemur bayi di pagi hari adalah di bawah pukul 10.00 dan pukul 16.00. Lebih baik tidak menjemur si kecil di bawah sinar matahari langsung.

Pada laman Ikatan Dokter Anak Indonesia, disebutkan setidaknya si kecil dapat dijemur selama 10 menit sebanyak dua kali sehari. Saat pagi dan sore hari serta pada waktu yang telah direkomendasikan. 

2. Oleskan sunscreen

Agar saat menjemur berlangsung maksimal, ibu perlu menerapkan sunscreen pada bayi. Oleskan sunscreen dengan SPF 15 pada seluruh tubuhnya dan oleskan kembali setelah ia berkeringat.

Mengoleskannya jangan hanya pada bagian yang terpapar oleh sinar matahari saja, tetapi juga pada bagian tubuh yang terlindung pakaian.

Ibu perlu mengoleskan sunscreen pada tubuh si kecil 15-20 menit sebelum berjemur. Jika berada ke luar rumah lebih lama, ibu perlu mengaplikasikan sunscreen setiap dua jam. Lakukan ini untuk melindungi kulit si kecil dari paparan sinar UV.

3. Kenakan baju lengan panjang dan topi saat menjemur bayi

marfan syndrome adalah sindrom marfan

Saat hendak keluar menjemur bayi, tips selanjutnya adalah kenakan pakaian lengan panjang dan celana menutupi kakinya. Kenakan pakaian yang cukup nyaman pada si kecil, misalnya yang berbahan katun dan ringan.

Jika si kecil berusia lebih dari 6 bulan atau 1 tahun, bisa juga kenakan topi dengan pinggiran yang lebar. Cara ini bisa memberikan perlindungan dari risiko paparan sinar matahari pada si kecil.

4. Jangan terkena sinar matahari langsung

perkembangan bayi 30 minggu perkembangan bayi 7 bulan 2 minggu

Ada baiknya tidak menjemur si kecil pada sinar matahari langsung. Ini tips yang penting saat menjemur bayi atau anak Anda. Terutama untuk si kecil yang berusia kurang dari 6 bulan.

Bila cuaca begitu panas, cobalah untuk menjemurnya di bawah bayang-bayang pohon atau membuka kanopi stroller saat menjemurnya di luar rumah.

5. Menggunakan penutup mata atau kacamata

tips menjemur bayi

Salah satu dampak sinar UV adalah mata katarak pada masa yang akan datang. Sinar UV memang tidak terlihat secara kasat mata. Namun, penting untuk memberlakukan tips menjemur bayi atau anak dengan mengenakan penutup mata maupun kacamata hitam.

Penutup mata atau kacamata hitam bisa memberikan proteksi terhadap sinar UV, serta mencegah terjadinya katarak pada masa yang akan datang.

Jangan lupa untuk menerapkan tips di atas saat hendak menjemur si kecil. Lakukan juga upaya lain untuk meningkatkan daya tahan tubuh si kecil, seperti tetap memberikan ASI, mendukung waktu tidur yang berkualitas untuknya, serta konsumsi sayur dan buah. Dengan demikian, sistem imun si kecil terjaga dengan baik dan terhindar dari penyakit.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

3 Surprising Benefits of Vitamin D. (2020). Retrieved 24 April 2020, from https://www.healthline.com/health/food-nutrition/benefits-vitamin-d

Vitamin D supplementation in infants. (2020). Retrieved 24 April 2020, from https://www.who.int/elena/titles/vitamind_infants/en/

Baby Sunburn Prevention. (2020). Retrieved 24 April 2020, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/bathing-skin-care/Pages/Baby-Sunburn-Prevention.aspx

Sun Safety (for Parents) - Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 24 April 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/sun-safety.html

Babies, S. (2016). Sun-Safe Babies - The Skin Cancer Foundation. Retrieved 24 April 2020, from https://www.skincancer.org/blog/sun-safe-babies/

Sunbathing: Precautions, Benefits, and How to Be Safe. (2020). Retrieved 24 April 2020, from https://www.healthline.com/health/sunbathing#What-sunbathing-means

Menjemur Bayi dengan Tepat. (2015). Retrieved 24 April 2020, from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/menjemur-bayi-dengan-tepat

Weydert, J. (2014). Vitamin D in Children’s Health. Children1(2), 208-226. doi: 10.3390/children1020208

Direkomendasikan untuk Anda

Berapa Lama Si Kecil Sebaiknya Dijemur dan Kapan Waktu Terbaiknya?

Berapa Lama Si Kecil Sebaiknya Dijemur dan Kapan Waktu Terbaiknya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 12/01/2020
Tips Aman Kalau Harus Mengajak Bayi Jalan-jalan ke Luar Rumah

Tips Aman Kalau Harus Mengajak Bayi Jalan-jalan ke Luar Rumah

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 08/04/2017
Menjemur Bayi di Bawah Sinar Matahari, Untuk Apa, Sih?

Menjemur Bayi di Bawah Sinar Matahari, Untuk Apa, Sih?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/01/2017
Yang Harus Diperhatikan Saat Menjemur Bayi yang Baru Lahir

Yang Harus Diperhatikan Saat Menjemur Bayi yang Baru Lahir

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2016