Keracunan Timbal Pada Anak Bisa Berakibat Fatal, Kenali Penyebabnya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/08/2017
Bagikan sekarang

Timbal adalah logam berat yang bersifat beracun pada tubuh manusia. Timbal hadir dalam jumlah kecil di udara, tanah, debu rumah tangga, makanan, air minum, dan perhiasan murah atau mainan. Keracunan timbal terjadi ketika partikel timbal jadi menumpuk di dalam tubuh. Penumpukan zat asing ini dapat berlangsung selama beberapa bulan atau bertahun-tahun.

Sedikit saja anak atau janin dalam kandungan terpapar oleh timbal dapat menyebabkan kerusakan serius. Tubuh anak-anak yang masih dalam tahap tumbuh kembang bisa menyerap timbal dengan sangat mudah, sehingga lebih berisiko untuk efek yang berbahaya. Dalam jumlah besar, keracunan timbal dapat berakibat fatal untuk anak-anak dan orang dewasa.

Tanda dan gejala anak keracunan timbal

Paparan jangka pendek terhadap  timbal dalamtingkat tinggi dapat menyebabkan anak mual muntah dan/atau diare. Sementara itu, kasus keracunan timah yang parah tergolong jarang terjadi. Justru paparan timbal dalam jangka panjanglah yang lebih umum. Gejalanya mungkin termasuk:

Keracunan timbal secara tiba-tiba menyebabkan kerusakan otak. Anak yang keracunan timbal dalam jumlah besar dalam satu waktu sekaligus mungkin mengalami kejang atau bahkan koma.

Penyebab keracunan timbal pada anak

Keracunan timbal memiliki banyak penyebab. Yang paling umum, keracunan timbal pada anak terjadi pada anak-anak yang menelan atau menjilati benda berlapis timbal. Bayi dan anak-anak sering menempatkan barang-barang yang bukan makanan di mulut mereka. Anak-anak dapat menghirup debu yang terkontaminasi atau makan serpihan cat timbal selama renovasi rumah atau pindahan. Keracunan timbal juga dapat disebabkan oleh air minum dari pipa ledeng yang berlapis timah. Sumber-sumber lain dari keracunan timbal meliputi:

  • Udara atau tanah yang tercemar
  • Beberapa mainan, barang-barang rumah tangga, dan kosmetik
  • Make-up mata
  • Keramik mengkilap
  • Kaca bertimbal
  • Penutup tempat baterai
  • Peluru

Komplikasi keracunan timbal yang mungkin terjadi pada anak

Keracunan timbal terkait dengan efek yang merugikan pada  pertumbuhan, perhatian, dan perilaku anak-anak. Komplikasi lain mungkin termasuk:

  • Anemia
  • Kerusakan otak, ginjal dan sistem saraf
  • Rendahnya tingkat timbal dapat menyebabkan pemerosotan tingkat kecerdasan dan gangguan pendengaran.

Bagaimana dokter mendiagnosis anak yang mengalami keracunan timbal?

Dokter anak Anda dapat melakukan tes darah untuk menentukan tingkat paparan timbal pada tubuh anak, walau tak selalu perlu untuk dilakukan (tergantung dari kondisi anak). Diskusikan tingkat paparan anak Anda dengan dokter untuk melihat apakah tes darah benar diperlukan. Tes darah mungkin penting jika ada risiko paparan tinggi, karena paparan timbal tidak selalu menimbulkan gejala pada anak-anak. Tes tingkat timbal dalam darah direkomendasikan hanya untuk anak-anak yang memiliki faktor risiko.

Pengobatan untuk anak yang keracunan timbal

Untuk mengobati keracunan timbal, dokter akan mengupayakan pembersihan timbal di usus anak. Mereka juga memberikan obat anak yang disebut chelating agen. Ini adalah bahan kimia yang dapat menarik timbal keluar dari aliran darah ke dalam urin sehingga dapat terkuras habis dari tubuh.

Cara mencegah keracunan timbal untuk anak dan keluarga

Pembersihan timbal dari lingkungan sekitar anak adalah langkah pencegahan dan pengobatan utama.

Selain itu, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengurangi jumlah paparan timbal di rumah Anda.

  • Rutin kuras dan bilas pipa ledeng Anda
  • Buka keran air minimal 1 menit jika air Anda tidak digunakan selama lebih dari beberapa jam.
  • Gunakan air dingin. Air panas mengandung lebih banyak timbal dari air dingin. Masak dan minum hanya dengan air dingin dari pipa.
  • Berikan bayi Anda ASI eksklusif. ASI memiliki kandungan timbal yang jauh lebih rendah daripada air keran.
  • Rajin cuci tangan. Ajari anak-anak Anda untuk sering-sering mencuci tangan. Debu timbal lebih sulit dicerna setelah mencuci tangan dengan baik.
  • Jangan taruh sepatu dalam rumah. Kotoran di sol bawah sepatu dapat mengandung timah dari tanah yang Anda telusuri selama seharian penuh
  • Hati-hati memilih dan menggunakan cat rumah. Rumah-rumah tua mungkin dilapisi oleh cat yang mengandung timbal. Jangan mengeruk atau mengikis cat karena akan meningkatkan jumlah debu timah di udara.
  • Sering bersih-bersih rumah Bersihkan rumah Anda secara teratur untuk menghilangkan partikel debu yang mungkin mengandung timbal.
  • Hindari wadah kristal timbal. Hindari menggunakan wadah timbal untuk menyajikan makanan atau minuman. Terutama bagi wanita hamil atau menuangkan minuman anak-anak dalam gelas kristal.

Kapan harus ke dokter?

Periksakan ke dokter jika Anda berpikir anak Anda mungkin telah terkena sejumlah kecil paparan timbal.

Bawa anak Anda ke  UGD terdekat, atau hubungi 118/119 jika perlu, jika anak Anda telah menelan atau menjilat mainan atau objek berlapis timbal; mengalami kejang atau koma.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Imbauan penggunaan masker saat bepergian berlaku untuk siapa pun, termasuk anak. Apa saja aturan yang harus diperhatikan ketika anak memakai masker?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 08/05/2020

5 Permainan Bersama Anak untuk Mengisi Waktu Ngabuburit

Si kecil lagi belajar puasa? Agar anak tidak rewel, Anda bisa melakukan permainan untuk ngabuburit sambil menunggu waktu buka puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Rekomendasi Pilihan Mainan Anak Laki-laki dan Manfaatnya

Pilihan mainan untuk anak laki-laki tidak hanya sebatas mobil-mobilan. Apa saja mainan atau permainan yang bermanfaat untuk anak laki-laki?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Encephalocele

Encephalocele atau ensefalokel adalah cacat lahir pada bayi. Cari tahu mengenai definisi, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

menghadapi amarah anak

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
agar anak mau mendengarkan orang tua

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
memberi makan anak tumbuh gigi

Begini Cara Memberi Makan Anak yang Sedang Tumbuh Gigi

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020