Apa Itu Pengasuhan Positif, dan Kenapa Penting Dilakukan Oleh Orangtua?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Saat ini bisa dikatakan pola pengasuhan positif alias positive parenting sudah mulai mengambil alih, sejak metode ini terbukti lebih baik dan lebih efektif untuk mendidik anak. Memang seperti apa pola asuh positif itu? Simak ulasannya.

Memukul anak terbukti hanya membawa efek buruk

Generasi orang tua Anda pasti lebih banyak memberikan hukuman yang cenderung Anda takuti, seperti memarahi dengan membentak untuk menunjukkan bahwa orang tua marah. Atau memukul bagian tertentu seperti bokong, area tubuh yang dianggap paling aman untuk dipukul.

Jika Anda masih mengingatnya, pasti ada perasaan takut kepada orang tua. Iya, perasaan takut. Bukan hormat. Jadi, mana yang Anda pilih: ditakuti anak atau dihormati anak?

Kalau dulu metode parenting yang diketahui oleh orangtua kita masih sangat terbatas, di masa sekarang sudah banyak sekali tren parenting atau pengasuhan yang bisa Anda gunakan untuk mengasuh si kecil. Dan salah satunya adalah metode pengasuhan positif.

Apa itu pengasuhan positif?

Positive parenting atau pengasuhan positif adalah pola asuh yang dilakukan secara suportif, konstruktif, dan menyenangkan. Suportif artinya memberi perlakuan yang mendukung perkembangan anak, konstruktif artinya bersikap positif dengan menghindari kekerasan atau hukuman, serta dilakukan dengan cara yang menyenangkan.

Anda tidak mengajarkan anak disiplin dengan memberinya hukuman, tapi Anda mengajarkan disiplin dengan cara memberitahunya mana perilaku yang salah dan mana yang benar.

Bagaimana cara melakukan pengasuhan positif?

Pengasuhan anak adalah metode parenting yang menekankan pada sikap positif dan menerapkan disiplin dengan kasih sayang. Prinsip dasar metode ini adalah bagaimana Anda menghargai anak Anda. Intinya, membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.

Mungkin awalnya Anda ragu apakah konsep ini efektif untuk mendisiplinkan anak, tapi hal ini lebih baik dibandingkan dengan konsep memberi hukuman agar anak menuruti orangtua.

Lebih jelasnya, coba Anda ingat-ingat. Waktu kecil, pasti Anda tidak suka jika orangtua Anda membentak, menghardik, mempermalukan Anda di depan teman-teman, atau mengunci Anda di kamar karena melakukan kesalahan.

Begitu juga dengan anak, mereka tidak mau diperlakukan seperti itu. Sebagai perbandingan di tempat kerja, jika Anda memiliki atasan yang terbuka, selalu memberi dukungan pada ide-ide Anda, menstimulasi Anda untuk mencari solusi permasalahan yang terjadi, Anda pasti lebih suka, bukan?

Begitu pula dengan anak. Bagi anak, orangtua adalah atasan di rumah, figur yang harus dia turuti. Namun seperti halnya karyawan, anak akan berkembang menjadi pribadi yang positif jika orangtuanya juga selalu memberinya contoh sikap-sikap yang positif.

Contoh sederhana, saat anak Anda memecahkan kaca jendela, alih-alih menghukumnya (sebagai sikap negatif), lebih baik membantunya mencari solusi bagaimana memperbaiki jendela yang pecah.

Bisa dimulai dengan membersihkan pecahan kaca, mengingatkannya untuk meminta maaf, menutup sementara jendela yang pecah, dan mengajaknya patungan dari uang tabungan (jika ada) untuk membayar biaya penggantian kaca.

Apa manfaat pengasuhan positif bagi orangtua dan anak?

Pendekatan dengan cara yang positif, seperti berbicara dengan lembut, membiasakan diri bertukar cerita, menyediakan waktu sendiri bersama anak, akan mendorong anak untuk mengubah sikapnya.

Anak juga belajar mengendalikan emosi, bersikap terbuka, dan ini bisa menjadi salah satu cara dari sekian banyak cara untuk meningkatkan rasa percaya diri si kecil karena dia tidak pernah merasa dipermalukan.

Bagi orangtua, pola asuh yang positif juga lebih menenangkan dan melegakan. Anda bisa merasa lebih rileks dan tenang dengan pola asuh ini. Kalau si kecil tidak mau mendengarkan, alih-alih berteriak agar dia memperhatikan Anda, ada baiknya Anda mendekat, berbicara lebih jelas, dengan menambahkan opsi “jika tidak dilakukan” dan “jika dilakukan”. Anda tidak perlu lagi merasa bersalah akibat harus tarik otot dengan si kecil.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca