4 Cara Jitu Mengajarkan Anak Supaya Tidak Takut Lagi Dengan Binatang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kebanyakan anak kecil, terutama mereka yang baru berumur 2-7 tahun, biasanya takut untuk “berteman” dengan binatang. Bahkan dengan binatang sejinak kucing rumahan sekalipun. Kira-kira apa sih, penyebab anak takut binatang — padahal belum pernah sama sekali berinteraksi dengan binatang, hanya sekadar melihat dari jauh? Adakah cara mengatasinya?  

Apa penyebab anak takut binatang?

Anak-anak pada dasarnya memang gampang takut. Terlebih lagi, menurut Dr. William Sear dari Parenting, anak-anak umumnya belum memiliki memahami benar kalau kebanyakan hewan domestik yang sering ditemui, seperti ayam, kucing, atau anjing, bukanlah makhluk yang berbahaya.

Anak-anak menganggap hewan sebagai sesuatu yang sama sekali baru dan asing di dunia mereka. Sebab dari bayi hingga saat ini, kebanyakan anak pada umumnya hanya berinteraksi penuh dengan sesama manusia — entah itu dengan ibu, ayah, tante, kakak, hingga tetangga. Tak heran jika anak menunjukkan kewaspadaan tinggi, bahkan mungkin sampai menangis menjerit ketakutan, ketika dihadapkan dengan hewan tanpa perkenalan terlebih dahulu.

Bagaimana cara mengatasi anak yang takut binatang?

Jika sebelumnya anak tidak pernah berinteraksi atau bertemu dengan binatang, bahkan serangga dan reptil sekalipun, jangan pernah menakut-nakuti anak dengan anggapan bahwa binatang adalah hal yang menjijikan atau menakutkan. Terlebih, jangan sekali-kali menggunakan binatang sebagai modus ancaman ketika ia berulah nakal. Misalnya mengancam menyodori anak dengan cicak atau mengurungnya bersama anjing kalau tidak mau menurut. Sayangnya, dua hal inilah yang sering terjadi di luaran sana dan menjadi asal muasal penyebab ketakutan anak pada binatang yang berlanjut menjadi trauma hingga mereka dewasa.

Berikut merupakan beberapa langkah yang bisa orangtua lakukan untuk mengatasi masalah anak takut binatang, dan mencegahnya berkembang menjadi phobia tersendiri di saat mereka dewasa nanti.

1. Kenalkan berbagai jenis binatang lewat buku atau film

Awalnya, Anda bisa memperkenalkan binatang terhadap anak lewat buku bacaan atau film. Pilih buku atau film yang memiliki karakter binatang yang anak Anda takuti. Misalnya jika anak Anda takut dengan anjung, Anda bisa menyetel film 101 Dalmations atau lewat buku komik Tintin yang akrab dengan Snowy anjing peliharaannya. Ajari bahwa binatang-binatang ini tidaklah berbahaya dan biasakan anak mengenal binatang tersebut secara bertahap.

Hindari cara bercerita hewan yang menakutkan, seperti “lalu, buaya itu memakannya hidup-hidup! Raawwwrr!!” atau “Anjing itu menggigit Andi”, dengan ekspresi yang ketakutan. Ini justru akan membuat anak menjadi semakin takut dan tidak menyukai binatang, atau bahkan sampai mimpi buruk mengenai binatang itu.

2. Kenalkan melalui mainan

Untuk mengenalkan pada binatang, coba belikan anak berbagai macam mainan dengan bentuk binatang, biarkan anak memilih mainan binatang kesukaannya. Dengan begitu akan timbul rasa ingin memiliki dari anak, mainan dapat menjadi salah satu media yang dapat menggambarkan bagaimana sifat hewan terhadap anak. Disarankan untuk tidak memaksa pilihan anak, karena hal ini akan menyebabkan anak bosan dan semakin tidak menyenagin karakter binatang

3. Ajak anak bermain dengan teman yang punya hewan

Tidak semua anak takut binatang. Beberapa anak sudah terbiasa tumbuh besar dengan hewan peliharaan sejak mereka masih dalam kandungan. Nah, jika anak memiliki teman yang akrab dengan binatang, Anda bisa mencoba mengajak anak bermain ke rumah temannya.

Sesekali biarkan anak melihat bagaimana teman-teman seusianya bermain dan mengasuh binatang peliharaannya. Dengan memperhatikan hal itu, dapat membantu anak mengatasi rasa takutnya pada hewan yang sebenarnya tidak menakutkan.

4. Kunjungi toko hewan atau kebun binatang

Berikutnya Anda bisa mencoba untuk melihat hewan-hewan lucu di pet shop yang menjual hewan peliharaan. Pertama-tama Anda kenalkan dahulu hewan-hewan peliharaan yang ada di sana, akan sangat membantu apabila anda mengenalkan sekaligus memegangnya. Ketika Anda lihat dia mulai tertarik, ajaklah untuk ikut memegang juga. Dengan begitu, anak akan memiliki ketertarikan sendiri pada binatang nantinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Mengetahui anak Anda melakukan masturbasi mungkin akan menimbulkan rasa kaget pada orang tua. Lalu bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Parenting, Tips Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Bayi memiliki waktu tidur yang berbeda dengan orang dewasa. Ketahui informasi seputar jam dan posisi bayi tidur agar ia nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

Kebanyakan orangtua baru bingung bagaimana cara membersihkan badan bayi. Berikut panduannya, mulai dari kepala, tali pusat, sampai organ intim si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Bedong Bayi: Ketahui Manfaat dan Cara Memakaikan yang Tepat

Salah membedong bayi bisa menyebabkan Sudden Infant Death Syndrome alias kematian bayi mendadak saat tidur. Bagaimana cara bedong bayi yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
komunikasi dengan anak

Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya gurita bayi

Bayi Ternyata Tak Boleh Pakai Gurita. Apa Bahayanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit