4 Cara Jitu Mengajarkan Anak Supaya Tidak Takut Lagi Dengan Binatang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Kebanyakan anak kecil, terutama mereka yang baru berumur 2-7 tahun, biasanya takut untuk “berteman” dengan binatang. Bahkan dengan binatang sejinak kucing rumahan sekalipun. Kira-kira apa sih, penyebab anak takut binatang — padahal belum pernah sama sekali berinteraksi dengan binatang, hanya sekadar melihat dari jauh? Adakah cara mengatasinya?  

Apa penyebab anak takut binatang?

Anak-anak pada dasarnya memang gampang takut. Terlebih lagi, menurut Dr. William Sear dari Parenting, anak-anak umumnya belum memiliki memahami benar kalau kebanyakan hewan domestik yang sering ditemui, seperti ayam, kucing, atau anjing, bukanlah makhluk yang berbahaya.

Anak-anak menganggap hewan sebagai sesuatu yang sama sekali baru dan asing di dunia mereka. Sebab dari bayi hingga saat ini, kebanyakan anak pada umumnya hanya berinteraksi penuh dengan sesama manusia — entah itu dengan ibu, ayah, tante, kakak, hingga tetangga. Tak heran jika anak menunjukkan kewaspadaan tinggi, bahkan mungkin sampai menangis menjerit ketakutan, ketika dihadapkan dengan hewan tanpa perkenalan terlebih dahulu.

Bagaimana cara mengatasi anak yang takut binatang?

Jika sebelumnya anak tidak pernah berinteraksi atau bertemu dengan binatang, bahkan serangga dan reptil sekalipun, jangan pernah menakut-nakuti anak dengan anggapan bahwa binatang adalah hal yang menjijikan atau menakutkan. Terlebih, jangan sekali-kali menggunakan binatang sebagai modus ancaman ketika ia berulah nakal. Misalnya mengancam menyodori anak dengan cicak atau mengurungnya bersama anjing kalau tidak mau menurut. Sayangnya, dua hal inilah yang sering terjadi di luaran sana dan menjadi asal muasal penyebab ketakutan anak pada binatang yang berlanjut menjadi trauma hingga mereka dewasa.

Berikut merupakan beberapa langkah yang bisa orangtua lakukan untuk mengatasi masalah anak takut binatang, dan mencegahnya berkembang menjadi phobia tersendiri di saat mereka dewasa nanti.

1. Kenalkan berbagai jenis binatang lewat buku atau film

Awalnya, Anda bisa memperkenalkan binatang terhadap anak lewat buku bacaan atau film. Pilih buku atau film yang memiliki karakter binatang yang anak Anda takuti. Misalnya jika anak Anda takut dengan anjung, Anda bisa menyetel film 101 Dalmations atau lewat buku komik Tintin yang akrab dengan Snowy anjing peliharaannya. Ajari bahwa binatang-binatang ini tidaklah berbahaya dan biasakan anak mengenal binatang tersebut secara bertahap.

Hindari cara bercerita hewan yang menakutkan, seperti “lalu, buaya itu memakannya hidup-hidup! Raawwwrr!!” atau “Anjing itu menggigit Andi”, dengan ekspresi yang ketakutan. Ini justru akan membuat anak menjadi semakin takut dan tidak menyukai binatang, atau bahkan sampai mimpi buruk mengenai binatang itu.

2. Kenalkan melalui mainan

Untuk mengenalkan pada binatang, coba belikan anak berbagai macam mainan dengan bentuk binatang, biarkan anak memilih mainan binatang kesukaannya. Dengan begitu akan timbul rasa ingin memiliki dari anak, mainan dapat menjadi salah satu media yang dapat menggambarkan bagaimana sifat hewan terhadap anak. Disarankan untuk tidak memaksa pilihan anak, karena hal ini akan menyebabkan anak bosan dan semakin tidak menyenagin karakter binatang

3. Ajak anak bermain dengan teman yang punya hewan

Tidak semua anak takut binatang. Beberapa anak sudah terbiasa tumbuh besar dengan hewan peliharaan sejak mereka masih dalam kandungan. Nah, jika anak memiliki teman yang akrab dengan binatang, Anda bisa mencoba mengajak anak bermain ke rumah temannya.

Sesekali biarkan anak melihat bagaimana teman-teman seusianya bermain dan mengasuh binatang peliharaannya. Dengan memperhatikan hal itu, dapat membantu anak mengatasi rasa takutnya pada hewan yang sebenarnya tidak menakutkan.

4. Kunjungi toko hewan atau kebun binatang

Berikutnya Anda bisa mencoba untuk melihat hewan-hewan lucu di pet shop yang menjual hewan peliharaan. Pertama-tama Anda kenalkan dahulu hewan-hewan peliharaan yang ada di sana, akan sangat membantu apabila anda mengenalkan sekaligus memegangnya. Ketika Anda lihat dia mulai tertarik, ajaklah untuk ikut memegang juga. Dengan begitu, anak akan memiliki ketertarikan sendiri pada binatang nantinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . 8 menit baca

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . 5 menit baca

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . 5 menit baca

3 Aktivitas Seru dan Menyenangkan untuk Si Kecil yang Gagap

Orangtua bisa mendorong kemampuan berbicara anak yang gagap lewat aktivitas menyenangkan. Apa saja aktivitas yang cocok untuk anak gagap? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 07/06/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 7 menit baca
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca