Seberapa Penting Kesenian Bagi Perkembangan Anak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/04/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Seni sebenarnya sudah melekat pada dunia anak. Ketika orangtua memberikan pensil atau krayon dan memberikan contoh untuk menggambar, anak akan meniru coretan tersebut. Walau kadang rumah menjadi berantakan dengan berbagai alat mewarnai dan coretan, mengajarkan seni membantu mengembangkan keterampilan anak dan mengajari anak berbagai hal. Apa manfaat seni untuk anak? Bagaimana cara mengenalkan seni pada anak pertama kalinya? Simak jawabannya pada ulasan berikut ini.

Manfaat seni untuk perkembangan anak

Tanpa Anda sadari sebenarnya anak sudah mengembangkan seni dengan sendirinya, misalnya saat anak menyanyi atau bermain boneka. Saat bernyanyi, anak belajar mengikuti irama dan menangkap lirik lagu. Kemudian saat anak bermain boneka, anak juga memainkan sebuah peran fiktif. Itu semua merupakan aktivitas bermain yang berkaitan dengan seni, walaupun tidak terlalu kentara, tapi anak banyak belajar dari aktivitas tersebut.

Kemudian, saat anak mengikuti pendidikan prasekolah atau sekolah, keterampilan seni anak lebih diarahkan. Anak mulai mempelajari berbagai macam bentuk dan warna, menggunting dan menempelkan kertas, mengikuti gerakan-gerakan tari, memainkan alat musik atau mengunjungi museum.

Jangan salah, kegiatan kesenian itu jauh dari yang namanya buang-buang waktu. Kesenian justru punya manfaat besar bagi perkembangan anak. Nah, berikut manfaat seni pada kehidupan anak.

1. Mengembangkan kreativitas

Mendapatkan pendidikan melalui seni merupakan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kreativitasnya. Apalagi seni juga bisa dilakukan dibarengi dengan permainan, sehingga anak tentu tidak akan cepat bosan. Kegiatan yang berhubungan dengan seni merangsang anak untuk berimajinasi, memecahkan masalah, serta mengasah kemampuan anak untuk mewujudkan imajinasinya.

2. Meningkatkan konsentrasi dan disiplin

Kesenian membuat anak fokus menyelesaikan suatu hal. Anak belajar untuk mematuhi aturan, mendengarkan penjelasan guru atau pembimbing, berkreasi, dan berusaha untuk menuntaskan hasil karyanya. Jadi anak tidak hanya bermain.

Agar hasil karyanya mendapat pujian dari orang lain atau ketika anak menyukai hal-hal baru yang ia kerjakan, biasanya anak akan menjadi lebih tekun dan disiplin mempelajari hal tersebut.

3. Belajar mengekspresikan diri

Dalam mengerjakan karya seni, anak belajar untuk mengerahkan dan berusaha menampilkan hasil karya yang dibuat olehnya. Ini membangun kepercayaan diri anak untuk mengekspresikan diri dan menyampaikan apa yang ada dalam imajinasi mereka.

4.  Membangun kerja sama dan tanggung jawab

Tidak semua kegiatan seni dilakukan seorang diri. Drama atau pentas musik, misalnya, mengharuskan anak untuk bekerja sama dengan teman-temannya yang lain. Melakukan aktivitas tersebut dalam kelompok meningkatkan rasa tanggung jawab dan kerja sama untuk mewujudkan karya seni tersebut.

manfaat seni

Cara mengenalkan seni pada anak untuk pertama kalinya

1. Menggambar

Menggambar merupakan aktivitas seni yang paling mudah dikenalkan. Anda perlu menyiapkan beberapa alat gambar, alat pewarna, dan media tempat menggambar. Kemudian, berilah penjelasan nama dan masing-masing kegunaan dari alat gambar tersebut. Lalu berilah contoh cara mengambar dan biarkan anak mengikuti Anda.

Pada awalnya mungkin anak membutuhkan bimbingan Anda untuk menggerakkan pensil, tapi setelah itu biarkan anak menggambar dengan kemampuannya sendiri dan menggambar apa pun yang disukai oleh anak. Mulailah membuka percakapan dan beri pujian pada anak ketika anak telah menyelesaikan gambarnya, seperti, “Wah, gambar apa ini? Bagus, ya.”

2. Pergi ke museum kesenian

Mengenalkan seni pada anak bisa tidak hanya dilakukan di dalam rumah, tetapi juga bisa di luar rumah, seperti mengunjungi museum. Mengunjungi museum memberikan pengalaman, memberikan pengetahuan mengenai sejarah, juga berbagai macam bentuk karya seni.

Bukan hanya sekedar melihat, anak juga bisa terjun langsung untuk membuat karya seni hasil kreativitasnya sendiri. Misalnya mengunjungi museum batik, anak mempelajari berbagai bentuk batik, sejarah batik, mengenal alat-alat untuk membantik, dan belajar membuat batik sendiri.

3. Menonton teater atau pentas kesenian

Anak-anak menyukai siaran televisi kesukaannya dan sering kali mengikuti dialog atau bagian-bagian dari siaran televisi yang disukainya. Untuk mengenalkan seni peran, seni tari, sekaligus pertunjukan musik, mengunjungi teater merupakan pilihan yang tepat.

Anak juga akan mempelajari bagaimana para pemain bekerja sama, menata panggung sesuai dengan keadaan, dan penataan cahaya serta musik yang mendukung acara.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit