5 Manfaat Olahraga untuk Psikologis Anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bila kita berbicara tentang manfaat olahraga bagi kesehatan fisik, rasanya hampir semua orang pernah tahu. Olahraga dapat menjauhkan dari obesitas, mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang), mencegah penyakit jantung, dan berbagai manfaat lainnya. Tapi tahukah Anda bahwa olahraga juga dapat bermanfaat bagi kesehatan jiwa atau psikologis anak?

Olahraga mengajarkan anak akan banyak hal. Anak dapat mendapatkan kesenangan dari olahraga permainan sekaligus belajar mengenai interaksi dengan pelatih dan kerja sama tim. Selain itu, anak bisa mengeksplorasi dan melatih hal baru, misalnya komitmen, disiplin, keterampilan motorik, dan keterampilan bersosialisasi dengan teman-teman baru.

Apa saja manfaat olahraga untuk anak dari sisi psikologis?

Berikut adalah manfaat yang penting bagi kesehatan jiwa atau psikologis anak.

1. Mencegah depresi

Depresi juga dapat dialami oleh anak, terutama anak remaja perempuan. Menurut Williams et al, olahraga dapat menurunkan risiko anak untuk mengalami depresi. Ketika anak dapat berpartisipasi dengan baik dalam olahraga, anak akan merasa puas akan apa yang dapat dicapai oleh dirinya. Maka tidah heran, bila partisipasi dalam olahraga mampu melindungi anak dari rasa tidak berdaya dan keinginan untuk bunuh diri.

2. Meningkatkan rasa percaya diri

Olahraga juga dapat meningkatkan rasa percaya diri anak. Findlay et al menemukan bahwa olahraga dapat menolong anak yang memiliki sifat pemalu menjadi lebih percaya diri. Dalam penelitian ini, setelah menjalani olahraga selama beberapa waktu, sedikit demi sedikit kekhawatiran dan rasa malu yang dimiliki anak semakin berkurang.

3. Memberikan rasa bahagia (good well-being) dan mengurangi stres

Penelitian yang dilakukan Michaed et al menemukan bahwa anak yang sering melakukan olahraga cenderung merasa bahagia dibanding mereka yang tidak. Penelitian lain menunjukkan bahwa anak yang aktif berpartisipasi dalam olahraga cenderung memiliki stres emosional yang lebih ringan.

4. Membangun karakter

Anak-anak yang sering berolahraga akan lebih berpengalaman dengan aturan fair play atau untuk berlaku adil antar sesama. Pengalaman ini juga akan membentuk karakter anak menjadi seseorang yang tangguh, dapat diandalkan, memiliki komitmen dan motivasi yang baik, serta melatih anak menjadi seseorang yang cerdik.

5. Membuat anak jarang “berulah”

Segrave et al menemukan bahwa tingkat kenakalan remaja lebih rendah pada mereka yang sering berolahraga. Terdapat beberapa teori yang mendasari ini. Salah satu teori mengatakan bahwa olahraga dapat melepaskan “energi berlebih” sang anak sehingga ia tidak menggunakan “energi berlebih” ini untuk berbuat nakal. Teori lainnya mengatakan, olahraga membuat sang anak menjadi terlalu lelah untuk berbuat nakal.

Maka dari itu, biarkanlah anak Anda berpartisipasi dalam olahraga. Biarkan anak Anda merasakan senangnya bermain bersama teman dan mengeksplorasi kemampuan diri. Biarkan ia berkembang menjadi individu yang lebih kuat bukan hanya dari segi fisik, tapi juga dari segi mental kejiwaan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Artikel dari ahli dr. Tania Savitri

Mencegah dan Mengobati Nyeri Tulang Kering Akibat Lari

Anda yang hobi olahraga lari pasti pernah mengalami nyeri pada tulang kering. Kondisi ini dinamakan shin splints. Bagaimana mencegah dan mengatasinya?

Ditulis oleh: dr. Tania Savitri
shin splints nyeri tulang kering

Kenapa Wajib Pakai Sepatu yang Tepat Saat Berolahraga?

Sepatu olahraga bukan hanya untuk gaya saja. Berbeda jenis olahraganya, berbeda pula sepatu yang dibutuhkan. Apa akibatnya kalau sembarang memilih sepatu?

Ditulis oleh: dr. Tania Savitri
sepatu olahraga

4 Cara Mencegah Nyeri Perut Atas Saat Berolahraga

Saat berolahraga atau sekadar jogging, Anda mungkin pernah merasakan nyeri menusuk di perut atas bagian samping. Apa penyebabnya dan bagaimana mencegahnya?

Ditulis oleh: dr. Tania Savitri
kram nyeri perut atas samping saat olahraga

Yang juga perlu Anda baca

Bedong Bayi: Ketahui Manfaat dan Cara Memakaikan yang Tepat

Salah membedong bayi bisa menyebabkan Sudden Infant Death Syndrome alias kematian bayi mendadak saat tidur. Bagaimana cara bedong bayi yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Orangtua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan Remaja yang Kerap Dilakukan

Masa remaja adalah masa ketika anak sedang ingin coba-coba. Di masa ini pula anak bisa terjerumus dalam kenakalan remaja. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
menghadapi anak masturbasi

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara membersihkan badan bayi

Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
ciri cacingan pada anak

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit