Anak Anda Wajib Divaksin Demi Melindungi Anak-Anak yang Lain Juga

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Imunisasi adalah cara untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk menyerang bakteri, virus, jamur, parasit, dan kuman penyebab penyakit lainnya. Dengan imunisasi, artinya Anda melindungi diri sendiri dari berbagai risiko penyakit di masa yang akan datang. Namun, tahukah Anda melengkapi daftar imunisasi juga berarti ikut membentengi orang-orang di sekitar Anda dari ancaman wabah penyakit? Manfaat imunisasi yang satu ini disebut dengan herd immunity.

Seperti apa cara kerja imunisasi?

Imunisasi lewat pemberian vaksin mendorong sistem imun tubuh kita untuk memproduksi antibodi spesial yang dapat melawan jenis-jenis kuman tertentu.

Vaksin mengandung versi jinak dari suatu kuman penyakit yang telah dilemahkan. Setelah masuk ke dalam tubuh, kuman jinak tersebut tidak akan menyebabkan sakit tapi justru membiarkan sistem imun mengenali dan mengingatnya sebagai ancaman.

Adanya kuman jinak tersebut sekaligus melatih sistem imun untuk menyusun strategi dan mencari cara melawannya. Pada akhirnya, sistem imun akan membentuk antibodi yang dirancang bekerja secara spesifik melawan penyakit tersebut apabila di kemudian hari ada kuman aktif masuk ke dalam tubuh.

Vaksin yang didapatkan pertama kali akan merangsang tubuh untuk membentuk antibodi terhadap suatu penyakit tertentu. Nah, selanjutnya terjadilah proses imunisasi supaya sistem imun dan antibodi yang telah terbentuk semakin kuat sehingga kebal terhadap serangan penyakit.

Imunisasi diri sendiri untuk melindungi orang sekitar

Tidak diimunisasi membuat Anda tidak memiliki pasukan antibodi khusus untuk mengenali jenis kuman penyebab penyakit tertentu. Nah ketika Anda terjangit infeksi, tubuh Anda tidak mampu melawannya sampai tuntas.

Ketika tubuh Anda sendiri kurang pertahanan, ini akan membuat kuman penyakit semakin mudah berkembang biak dan menginfeksi. Maka jika Anda tidak diimunisasi dan kemudian terjangkit penyakit, Anda akan berisiko lebih tinggi untuk mengalami gejala yang lebih parah dan sulit ditangani, serta risiko komplikasi yang juga lebih tinggi. Bahkan tak menutup kemungkinan sampai berakibat fatal.

Di sisi lain, virus dan kuman tersebut juga akan lebih mudah menyebar ke orang sekitar karena tidak ditanggulangi maksimal dari di dalam. Pada akhirnya, penyebaran penyakit akan semakin meluas ke lingkungan sekitar. Terlebih jika orang-orang di sekitar juga belum atau tidak pernah mendapat imunisasi dan daya tahan tubuhnya sedang lemah.

Hal inilah yang menjadi awal mula terjadinya wabah penyakit, yang kemudian menimbulkan kasus jangkitan penyakit dan kematian yang lebih banyak.

Herd immunity, manfaat imunisasi yang sering tidak disadari

Imunisasi dan vaksinasi bertujuan untuk mencegah diri kita sendiri dari penularan infeksi berbahaya. Namun, manfaat imunisasi kenyataannya tidak hanya berhenti pada diri masing-masing individu.

Jika Anda melengkapi daftar imunisasi wajib dan tambahannya dari Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi (PPI), artinya Anda juga ikut melindungi orang-orang sekitar dari ancaman penyakit menular. Ini adalah efek manfaat imunisasi yang disebut dengan herd immunity (community immunity) alias kekebalan kelompok. Herd immunity sangat efektif dalam menekan atau menghentikan penyebaran penyakit menular di suatu daerah.

Herd immunity adalah suatu bentuk kekebalan yang tercipta secara tidak langsung ketika sebagian besar populasi manusia di satu daerah yang sudah mendapatkan vaksinasi bisa memberikan perlindungan bagi setiap individu yang tidak memiliki cukup kekebalan terhadap suatu penyakit. Contohnya bayi yang masih terlalu kecil untuk mendapatkan vaksin, orang-orang yang memiliki masalah dengan daya tahan tubuhnya, orang-orang yang sedang sakit berat sehinga tidak dapat diberikan vaksin, atau lansia.

Prinsip dari herd immunity adalah ketika ada cukup orang yang terlindungi dengan vaksin, mereka akan membantu untuk melindungi sebagian orang yang rentan dengan mengurangi jangkauan penyebaran penyakit. Semakin banyak orang yang divaksin, semakin sedikit kasus penyebaran penyakit, dan semakin sempit area penyebarannya sehingga mereka yang tidak mendapatkan vaksin dapat terlindungi.

Kisah sukses herd immunity

Istilah herd community telah berumur kurang lebih 1000 tahun. Namun baru pada beberapa dekade terakhir kembali marak diperbincangkan seiring dengan kembalinya beberapa wabah penyakit seperti polio dan difteri, serta karena semakin digalakkannya kampanye vaksinasi secara global.

Semenjak herd immunity semakin diperhatikan, rekor medis mencatat sejumlah kasus di mana kekebalan kelompok ikut melindungi populasi yang belum diimunisasi. Contohnya, di Gambia, Afrika Barat. Meski cakupan pemberian vaksin HiB kurang dari 70% populasi ternyata cukup untuk menghentikan penyebaran dan menghapus penyakit akibat bakteri HiB.

Contoh lainnya adalah wabah campak pada anak-anak usia pra-sekolah di Amerika Serikat. Pemberian vaksin menurunkan tingkat serangan campak lebih cepat dibandingkan perluasan cakupan vaksin campaknya.

Anak Anda tetap wajib imunisasi

Pada intinya, herd immunity membantu menekan risiko setiap orang yang belum diimunisasi untuk terinfeksi penyakit dengan adanya proteksi yang dimiliki sebagian besar populasi.

Namun, bukan berarti ini jadi alasan untuk tidak membawa anak ke posyandu atau puskesmas terdekat untuk melengkapi imunisasinya sendiri.

Ingatlah bahwa dengan imunisasi, maka Anda tidak hanya melindungi buah hati Anda saja tapi juga ikut turut serta melindungi anak-anak lain yang belum dapat menerima vaksin. Dengan terbentuknya herd immunity, manfaat perlindungan imunisasi juga akan semakin meningkat.

Yuk, datang ke puskesmas terdekat dan lengkapi jadwal vaksin Anda untuk saling menolong sesama!

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca