Memergoki Anak Menonton Porno? Ini yang Perlu Dilakukan

Oleh

Apa yang Anda lakukan, ketika menemukan anak Anda menonton porno atau melihat hal yang tidak senonoh lainnya? Kaget dan pusing, bukan? Buang jauh-jauh rasa panik dan pikiran negatif jauh lainnya. Normal kok, karena itu tandanya anak Anda memiliki hormon dan nafsu birahi yang sedang tumbuh. Rasa penasaran dan ingin tahunya juga sudah mulai muncul terkait perbedaan jenis kelamin. Jika Anda masih merasa bingung dan panik, baiknya baca dan simak artikel di bawah ini dengan seksama.

Yang harus dilakukan saat memergoki anak menonton porno

1. Sebisa mungkin, netralkan suasana hati dan pikiran Anda

Percayalah, Anda dan anak mungkin  sama malunya ketika sama-sama memergoki dan ketahuan menonton porno. Untuk Anda para orangtua, langkah pertama yang harus dilakukan adalah tenang. Cobalah menjadi orangtua yang “cool” depan anak. Ingat, anak menonton porno bukan tindakan kriminal tingkat atas yang memerlukan emosi serta makian kepada tersangkanya.

Tanggapi dengan santai (karena pastinya Anda juga pernah menonton film porno, bukan?), jangan buat anak merasa terhakimi. Dengan reaksi Anda yang santai bukan berarti Anda tidak peduli. Ini merupakan langkah baik bagaimana Anda bisa memulai “interogasi” pada anak. Dengan begitu, anak Anda akan bersikap terbuka dan Anda pun bisa masuk ke dunianya.

2. Jadikan kesempatan untuk memberikan wejangan

Jika Anda panik dan kaget, tandanya Anda belum memberikan pengetahuan tentang seks pada anak, karena kalau sudah, Anda tidak akan terlalu panik. Orangtua pada dasarnya memang wajib memberikan pendidikan pada anak mengenai seks sejak dini. Tetapi tidak semua orangtua mampu menjelaskan hal tentang seks. Terlebih, rasa malu untuk membahasnya menjadikan alasan tidak jadi memberikan pendidikan seks dini kepada anak.

Mengapa hal “kepergok” ini tidak bisa dijadikan waktu yang tepat untuk memulai pembicaraan saja? Baiknya jika anak laki-laki yang menonton porno, berikan tugas bertanya tersebut kepada ayah atau figur laki-laki lain, begitupun dengan anak perempuan. Hal ini bertujuan untuk kenyamanan dalam berbahasa dan memberikan pengetahuan pada anak, sehingga anak mengerti dan merasa nyaman atas ajakan berdiskusi Anda.

3. Cari tahu informasi tentang bagaimana, kapan, dan dengan siapa anak menonton porno

Ini wajib Anda tanyakan. Jika Anda telah mengambil alih suasana dan bisa dilanjutkan dengan tanya jawab, Anda harus menanyakan beberapa hal berikut:

  • Kapan pertama kali anak menonton porno? Tanyakan dengan bahasa yang positif dan halus, kendalikan emosi dan rasa malu saat bertanya. Jawaban anak dari pertanyaan ini dapat memberikan info bahwa kurun waktu yang dikatakan (pertama kali nonton porno) bisa menjadi jawaban bagaimana Anda bersikap. Apa anak terlalu dini untuk tahu hal porno tersebut, dan apakah wajar seusianya tau hal tersebut.
  • Dengan siapa dia biasa menonton porno? Ini penting, orang yang biasa menonton porno bersama anak bisa jadi orang yang pertama kali mencekoki anak Anak dengan hal porno tersebut. Ada tiga kemungkinan, anak Anda akan menyebutkan nama orang tersebut, anak Anda hanya menjawab dirinya biasa menonton sendiri (anak Anda terlalu malu memberi tahu Anda), atau anak Anda menjawab “sama teman-teman di sekolah.” Semua jawaban di atas harus Anda apresiasi dengan baik, hargai kejujurannya bisa bertahan sampai tahap ini.  Beri nasihat, bahwa menonton porno baiknya dilakukan bagaimana (sendiri atau ramai-ramai, tergantung persepsi Anda). Katakan juga untuk tidak menonton porno di mana suasana sedang ramai, atau bahkan jangan sampai anak Anda yang mengajak kawannya untuk menonton hal serupa.
  • Bagaimana dia mendapatkan film atau hal porno tersebut? Ini yang terpenting, sumber ini merupakan panduan Anda mengontrol dan memantau pergerakan anak Anda atas hal yang mungkin menjadi kekhawatiran Anda. Jika anak mendapatkan dari situs web di internet ini berarti terjadi kurangnya pengawasan dan perhatian Anda kepada anak. Jika anak dapat sumbernya dari teman atau orang lain, mulai pantau anak Anda dari sisi pergaulan dan teman-temannya.

4. Jelaskan bahwa aktivitas seksual yang sebenarnya tidak seperti yang ada di film porno

Jelaskan bahwa yang dilihat di film porno tersebut hanyalah fiksi, hubungan seks yang sebetulnya tidak persis seperti yang ia tonton. Film porno dibuat hanya berdasarkan faktor hiburan. Beri tahu bahwa kelaminnya tidak bisa digunakan untuk ke sembarang orang (mencegah anak berimajinasi seks bebas). Katakan seberapa penting seks dilakukan ketika waktu dan usia yang tepat, setelah menikah contohnya.

5. Jelaskan risiko menonton film porno, tapi jangan melebih-lebihkan

Jelaskan bahwa menonton porno terlalu sering, akan mengakibatkan otak menjadi rusak dan dengan begitu ia akan berubah menjadi orang yang “tidak sehat”. Katakan juga kalau anak sering menonton porno dan teman-temannya mengetahui ini, anak Anda akan memiliki label jelek di mata teman-temanya. Karena memang orang yang diketahui menonton porno terlalu sering, biasanya mendapat stigma jelek di lingkungannya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca