Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Semua orangtua pasti cemas dan khawatir jika bayi yang mengalami demam naik turun dalam jangka waktu tertentu. Banyak orangtua yang justru ketakutan dan kebingungan bila menghadapi bayi demam naik turun. Oleh karena itu, sebaiknya orangtua mengetahui apa saja yang bisa menyebabkan bayi mengalami demam naik dan turun dan bagaimana mengatasi kondisi tersebut.

Apa penyebab bayi demam naik turun?

Sebenarnya, banyak hal yang dapat menyebabkan bayi demam naik turun, entah itu akibat infeksi virus atau bakteri yang menyerang bayi. Bayi Anda mungkin sering mengalami demam, tetapi jangan khawatir karena demam tidak seburuk itu bagi si bayi.

Pada dasarnya, demam adalah bentuk respon dari sistem kekebalan tubuh bayi yang sedang berjuang dan mempertahankan diri dari serangan virus, bakteri, atau zat asing lainnya. Jika bayi demam, hal ini menandakan sistem kekebalan tubuhnya cukup responsif dalam menghadapi infeksi yang terjadi.

Namun, hati-hati bila bayi demam naik turun terlalu sering, karena mungkin saja ia mengalami infeksi bakteri atau virus yang cukup berbahaya, seperti pneumonia, infeksi saluran kencing, infeksi telinga, ataupun meningitis.

Apa yang harus dilakukan ketika bayi demam naik turun?

Untuk mengatasi demam pada bayi, ada beberapa hal yang dapat orangtua lakukan. Berikut adalah tips mengatasi bayi yang demam:

  • Mengompres bayi dengan handuk yang sudah dibasahi air hangat. Letakkan kompres di lipatan tubuh seperti lipatan ketiak, lipat paha, dan lipatan leher.
  • Berikan bayi cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Cairan yang bisa diberikan berupa ASI atau air putih. Tergantung dengan usia si bayi, apabila bayi masih di bawah 6 bulan maka sebaiknya berikan bayi ASI saja.
  • Usahakan untuk mengenakan pakaian yang tipis dan nyaman pada bayi, jangan menggunakan pakaian yang tebal.
  • Jangan memandikan atau mengompres bayi dengan air dingin atau es batu.
  • Apabila bayi lebih dari 6 bulan, maka Anda boleh memberikan obat pereda panas seperti tylenol atau ibuprofen, namun jangan berikan bayi Anda aspirin.

Demam pada bayi yang tak perlu dikhawatirkan

Anda tidak perlu panik dan ketakutan jika bayi demam naik turun. Bayi akan baik-baik saja jika:

  • Bayi demam naik turun dalam waktu kurang dari 5 hari.
  • Suhu tubuh bayi kurang dari 39 derajat celcius jika bayi berusia 3 bulan hingga 3 tahun.
  • Demam dengan suhu yang tidak tinggi setelah bayi diberikan imunisasi. Demam ini biasa terjadi pada bayi dan akan berlangsung kurang dari 48 jam.

Demam pada bayi yang harus segera diperiksakan ke dokter

Walaupun demam adalah kondisi atau tahapan normal yang pasti dialami oleh setiap bayi, namun Anda juga harus memerhatikan kapan demam bayi sudah tidak normal lagi dan menunjukkan gangguan kesehatan tertentu. Berikut adalah tanda bahwa Anda harus membawa bayi yang demam ke dokter:

  • Bayi demam naik turun selama lebih dari 5 hari. jika demam tak kunjung hilang, mungkin bayi mengalami suatu penyakit yang serius.
  • Demam lebih tinggi dari 40 derajat celcius.
  • Demam tidak turun-turun selama beberapa waktu.
  • Bayi mengalami penurunan nafsu makan dan menjadi sangat rewel serta lesu.
  • Mengalami berbagai gejala lain seperti diare, muntah, dan sembelit.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca