Mulai Usia Berapa Anak Kecil Mulai Boleh Punya Sosmed?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Saat ini, siapa yang tidak punya media sosial? Hampir semua kalangan umur pasti punya setidaknya satu akun media sosial supaya tidak ketinggalan zaman. “Demam” medsos ini pun tak luput menjangkiti anak-anak. Di satu sisi, media sosial sangat membantu kita untuk mendapat informasi terbaru dan berinteraksi dengan dunia. Akan tetapi di sisi lain, banyak orangtua yang khawatir anaknya menelan mentah-mentah segala berita hoax yang wara-wiri di dunia maya, atau malah menyalahgunakan akun sosmednya untuk hal-hal yang keliru. Jadi sebenarnya, bolehkah anak punya medsos? Kalau ya, sebaiknya dibolehkan mulai usia berapa?

Kapan anak mulai boleh punya media sosial?

Sampai saat ini, tidak ada patokan umur yang pasti kapan anak boleh mengakses atau memiliki akun media sosialnya sendiri. Namun, ada beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan Anda ketika si kecil ingin mulai terlibat dalam rumitnya jejaring sosial.

1. Apakah anak sudah siap atau belum?

Sebelum memberikan akses untuk membuat akunnya sendiri, perhatikan dulu apakah si kecil memang sudah benar-benar siap dan bisa bertanggung jawab. Ironisnya, kebanyakan orangtua tidak memerhatikan kesiapan si kecil sebelum masuk ke dunia maya. Bahkan, sebuah survei yang dilakukan menyatakan bahwa banyak anak di bawah usia 13 tahun yang sudah punya setidaknya satu akun medsos.

Sebagian besar anak yang berusia sangat belia belum memiliki pola pikir matang. Mereka hanya mengetahui bahwa punya akun medsos itu akan membuatnya tampak keren, dan apa yang ditulisnya akan dilihat oleh orang banyak. Mereka belum memahami benar bahwa setiap tindak-tanduk manusia pasti ada konsekuensinya tersendiri, termasuk di dunia maya.

Misalnya, anak mengirimkan komentar merendahkan untuk seorang selebgram. Mereka belum menyadari benar bahwa apa yang ia lakukan merupakan tindak cyberbullying, yang dapat merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Atau skenario terburuknya, ia mengunggah foto pribadinya yang kurang pantas atas dorongan teman-teman onlinenya, atau karena meniru idolanya yang berpose seperti itu.

Memang susah untuk menyamaratakan atau membuat patokan usia minimal anak untuk bisa punya media sosial. Bisa saja anak Anda sudah lebih dari 13 tahun, tapi ia belum diberikan tanggung jawab untuk menggunakan media sosial. Anda sendirilah yang paling memahami karakter anak Anda, sehingga membolehkan anak ikut menjadi netizen adalah keputusan yang ada di tangan Anda.

2. Setiap media sosial punya batas usia untuk penggunanya

Perhatikan juga jenis media sosial yang akan digunakan si kecil. Pasalnya, masing-masing media sosial pasti memiliki kebijakannya sendiri dalam menentukan usia penggunanya. Rata-rata media sosial mengharuskan penggunanya berusia minimal 18 tahun untuk bisa membuat akun. Untuk media sosial seperti Facebook dan Twitter, seseorang sudah boleh membuka akun ketika berusia minimal 13 tahun.

Namun tentu saja Anda tetap harus mengawasi anak Anda saat menggunakan media sosialnya. Bahkan sebaiknya, Anda temani dirinya saat membuka akun. Akan lebih baik lagi jika Anda lebih dulu menelusuri serta menggunakan akun media sosial tersebut, untuk melihat apakah benar cocok digunakan si kecil.

smartphone anak

3. Buat aturan yang tegas

Media sosial tidak seburuk yang dibayangkan kebanyakan orangtua, kok! Ada berbagai manfaat yang bisa si kecil dapatkan ketika menjadi netizen aktif di dunia maya (asal bertanggung jawab). Misalnya saja, platform medsos seperti Instagram dan Youtube dapat membantu mengasah kreativitas anak dengan melihat ide-ide dari konten yang ada, atau sekadar berinteraksi dengan orang-orang di luar sana yang punya kesukaan yang sama.

Akan tetapi, jika penggunaannya tidak diperhatikan tentu akan lebih banyak menimbulkan dampak buruk. Maka itu, orangtua harus membuat aturan yang tegas ketika anak menggunakan media sosial, contohnya seperti:

Gunakan pengaturan privat

Buat akun media sosial si kecil aman dengan mengatur privasi pada akunnya. Biasanya, pada beberapa media sosial terdapat pengaturan khusus yang membuat akun media sosial secara otomatis tidak akan memunculkan konten dewasa atau kekerasan.

Bila perlu buat aturan jadwal penggunaan

Kadang anak suka lupa waktu ketika sudah masuk ke jejaring sosialnya. Hal ini bisa mengganggu waktu belajar dan waktu tidurnya. Bahkan, penggunaan sosial media yang berlebihan telah dikaitkan dengan perkembangan depresi, insomnia, dan antisosial. Karena itu, Anda harus tegas menerapkan jadwal penggunaannya. Batasi hanya 1,5 hingga dua jam sehari untuk anak bebas menggunakan media sosialnya. Batasan durasi aman ini sudah disetujui oleh banyak pakar ahli.

Ketahui semua teman dan apa yang ia lakukan di dunia maya

Dengan mengikuti akun media sosialnya, Anda akan lebih mudah memantau kegiatan si kecil saat ia menggunakan media sosial. Beritahu ia juga bahwa ia harus menghindari berteman dengan orang asing, sebaiknya menerima pertemanan dari teman, keluarga, dan kerabat yang dikenalnya saja.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca