Anak Anda Sering Tantrum? Mungkin Penyebabnya Bakteri Dalam Usus

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Menurut penelitian, perilaku temper tantrum pada anak bisa dipengaruhi oleh bakteri dalam usus. Lantas, benarkah bakteri dalam usus bisa disalahkan untuk perilaku buruk anak?

Penelitian tentang bakteri dalam usus anak

Sebuah penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara bakteri di dalam usus yang ditemukan di dalam sampel kotoran anak-anak berusia dua tahun dengan perilaku dan temperamen anak.

Bakteri dalam usus diduga tidak hanya berpengaruh untuk kesehatan anak-anak seperti obesitas, alergi, dan penyakit usus. Penelitian telah menemukan bahwa bakteri dalam usus juga berpengaruh pada kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Penelitian yang telah dipublikasikan di jurnal Brain, Behavior and Immunity menemukan bahwa anak laki-laki atau perempuan yang memiliki keragaman bakteri dalam usus yang lebih besar, memiliki nilai yang lebih tinggi dalam perilaku impulsif dan tingginya tingkat aktivitas.

Penelitian ini dilakukan oleh Universitas Ohio, di Amerika Serikat dengan melibatkan 75 anak berusia 18 hingga 27 bulan. Tidak hanya anak-anak yang terlibat, penelitian ini juga melibatkan para ibu yang harus mengisi kuesioner.

Kuesioner ini berisi pertanyaan mengenai perilaku, temperamen, pola makan, dan makanan anak. Tidak hanya mengisi kuesioner, para ibu mengumpulkan sampel kotoran dari popok bayi untuk di teliti.

Bagaimana sampel kotoran anak diteliti?

Penelitian ini melihat jenis bakteri, bagaimana bakteri bisa ada di masing-masing sampel, berapa banyak jenis bakteri yang ada di setiap sampel, dan bagaimana perbandingan bakteri di setiap sampel.

Para peneliti ini melihat apakah jenis bakteri dan banyaknya bakteri yang ada di dalam usus berpengaruh atau berkaitan dengan temperamen buruk yang dialami oleh anak. Untuk melihat hal ini, peneliti menilai hubungan antara sampel kotoran anak dengan hasil kuesioner. Kemudian, melihat hal ini dengan menggunakan tiga aspek utama temperamen.

  1. Negative affectivity yang meliputi rasa takut, frustasi, sedih, dan tidak nyaman. Anak-anak ini mudah merasa tertekan, mereka mungkin sering cemas dan menangis.
  2. Surgency, yang mengukur perilaku impulsif anak, seberapa aktif anak, berapa banyak kesenangan yang mereka dapatkan dari situasi yang menarik. Bagaimana mereka bergaul dan bagaimana anak bersemangat untuk mendapatkan kesenangan.
  3. Effortful control, yang melihat kemampuan anak untuk berhenti melakukan sesuatu ketika diperlukan, memindahkan perhatian dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain, dan fokus pada sebuah tugas.

Lantas, apa benar tantrum bisa disebabkan bakteri dalam usus?

Anak laki-laki dan anak perempuan memiliki hasil yang berbeda, anak laki-laki cenderung memiliki aspek surgensi, sedangkan anak perempuan cenderung memiliki aspek ketiga, yaitu usaha kendali (effortless control).

Dari hal ini peneliti juga menemukan bahwa anak-anak yang memiliki keragaman bakteri yang lebih besar cenderung memiliki nilai tinggi terhadap aspek surgensi, dan cenderung dimiliki oleh anak laki-laki. Sedangkan anak perempuan ditemukan memiliki jenis keragaman bakteri yang lebih rendah dan cenderung memiliki aspek usaha kendali (effortless control) dalam temperamen.

Penelitian ini menemukan keterkaitan antara bakteri dalam usus dengan temperamen anak. Namun, para peneliti ini mengingatkan bahwa penelitian ini masih berskala kecil, dan hanya mengambil sampel bakteri yang hidup dalam usus yang keluar dari tubuh. Ada banyak bakteri lain yang hidup di dinding usus, yang mungkin juga menjadi penting. Namun, sulit untuk mengambil sampel bakteri ini.

Para peneliti mengatakan bahwa mungkin ada berbagai penjelasan keterkaitan antara bakteri dalam usus dengan temperamen anak. Misalnya, hormon stres dapat mengubah keasaman usus, yang dapat mempengaruhi bakteri dalam usus berkembang. Atau anak yang lebih aktif cenderung mudah untuk terpapar bakteri.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca