Anak Takut pada Orangtua, Apa yang Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/03/2020 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Rasa takut pada anak merupakan hal yang wajar, karena ia menemukan beragam hal baru. Sebagai orangtua, Anda harus membantu anak melawan rasa takut tersebut. Namun, bagaimana bila anak takut pada orangtua sendiri? Hal ini bisa terjadi karena sikap yang ditunjukkan orangtua. Tidak jarang, hal ini sengaja dilakukan agar anak bersikap patuh. Tepatkah hal ini dilakukan orangtua atau lebih baik menumbuhkan rasa hormat pada orang tua?

Apa yang terjadi bila anak takut orangtua? 

Jim Taylor dari University of San Fransisco mengatakan, ketakutan yang ditanamkan pada anak hanya akan memberikan efek jangka pendek. Pada saat hal ini diterapkan, anak mungkin akan mematuhi apa yang orangtua inginkan. 

Namun perlu diketahui, ketakutan anak pada orangtua akan memberi efek buruk untuk jangka panjang. Rasa takut tersebut bisa menimbulkan stres, rasa tidak aman, kecemasan, dan sejumlah masalah psikologis, emosional, dan fisik lainnya. 

Ditambah lagi, anak dengan kondisi ini akan menerapkan hal yang sama saat dia menjadi orangtua nantinya. Anak pun cenderung berbohong  untuk menghindari kemarahan mereka. 

Selain pada keluarga, kondisi ini juga bisa berdampak negatif pada anak di lingkungan sosialnya. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dengan emosi dan ketakutan bisa menggunakan cara yang sama dalam berinteraksi dengan temannya. Parahnya, anak bisa bersikap mengintimidasi (bullying) terhadap anak lain. 

Mendidik anak agar hormat pada orangtua, bukan merasa takut

Menanamkan rasa takut dan hormat (respect) pada anak terhadap orangtua merupakan dua hal yang berbeda. Rasa takut berarti dipaksa, sementara hormat bisa didapat tanpa paksaan. Dengan tumbuhnya rasa hormat, anak akan senantiasa mendatangi orangtua bila membutuhkan bantuan, nasihat, atau dorongan, bahkan hingga mereka dewasa nanti. 

Lalu, bagaimana cara menanamkan rasa hormat anak terhadap orangtua? Langkah-langkah berikut ini bisa Anda terapkan: 

  • Jadilah panutan atau contoh untuk anak

Cara paling mudah untuk menumbuhkan rasa hormat anak pada orangtua, yaitu dengan menjadi contoh/panutan yang baik. Bila ingin mendapat rasa hormat dari anak, orangtua pun harus memberikan rasa hormat pula pada anak. 

Tunjukkan pula cara menghormati orang lain di lingkungan sosialnya, seperti supir yang mengantar mereka ke sekolah, guru di sekolah, penjual di pasar, dan sebagainya. Dengan begini, anak pun akan melakukan hal yang sama.

  • Kendalikan emosi 

Jangan lupa untuk selalu mengendalikan emosi Anda pada anak. Bila hal ini tidak Anda lakukan, bukan hormat yang timbul, justru rasa takut anak terhadap orangtua.

Bicaralah dengan sopan dan sabar meski Anda sedang dalam keadaan kesal atau marah. Bila merasa emosi dengan sikap anak, lebih baik tarik nafas yang panjang dan tenangkan diri Anda terlebih dahulu sebelum membicarakan permasalahannya dengan anak. 

  • Tunjukkan cinta pada anak 

Hal paling penting yang harus dilakukan dalam mendidik anak, yaitu berusaha selalu menunjukkan orangtua mencintai anak. Dengan begini, anak pun akan kembali mencintai orangtua tanpa perlu merasa takut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Anak Usia 11 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Pada usia 11 tahun, anak akan mengalami tahapan perkembangan baru yang meliputi fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak saat itu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 30/04/2020 . 10 mins read

Menghukum Anak Karena Berbohong Justru Akan Membuatnya Berbohong Lagi

Menghukum anak yang berbohong cenderung mendorong mereka membuat kebohongan lainnya, terutama jika si anak takut pada hukuman yang akan diterimanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 29/04/2020 . 5 mins read

Cara Mengajari Anak Menulis dengan Baik dan Rapi

Saat masuk sekolah dasar (SD), kadang anak belum mampu menulis dengan baik dan rapi. Berikut cara mengajari anak menulis yang dapat Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 27/04/2020 . 8 mins read

Perkembangan Anak Usia 9 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan anak usia 9 tahun mencakup perkembangan fisik, kognitif, emosional, sosial, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak pada usia ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 26/04/2020 . 9 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

menjelaskan rasisme kepada anak

Tips Menjelaskan Rasisme kepada Anak Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 12/06/2020 . 5 mins read
agar anak mau mendengarkan orang tua

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020 . 4 mins read
tahap perkembangan anak 6-9 tahun

Tahap-tahap Perkembangan Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . 18 mins read
perkembangan anak usia 12 tahun

Perkembangan Anak Usia 12 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . 8 mins read