Anak Takut pada Orangtua, Apa yang Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Rasa takut pada anak merupakan hal yang wajar, karena ia menemukan beragam hal baru. Sebagai orangtua, Anda harus membantu anak melawan rasa takut tersebut. Namun, bagaimana bila anak takut pada orangtua sendiri? Hal ini bisa terjadi karena sikap yang ditunjukkan orangtua. Tidak jarang, hal ini sengaja dilakukan agar anak bersikap patuh. Tepatkah hal ini dilakukan orangtua atau lebih baik menumbuhkan rasa hormat pada orang tua?

Apa yang terjadi bila anak takut orangtua? 

Jim Taylor dari University of San Fransisco mengatakan, ketakutan yang ditanamkan pada anak hanya akan memberikan efek jangka pendek. Pada saat hal ini diterapkan, anak mungkin akan mematuhi apa yang orangtua inginkan. 

Namun perlu diketahui, ketakutan anak pada orangtua akan memberi efek buruk untuk jangka panjang. Rasa takut tersebut bisa menimbulkan stres, rasa tidak aman, kecemasan, dan sejumlah masalah psikologis, emosional, dan fisik lainnya. 

Ditambah lagi, anak dengan kondisi ini akan menerapkan hal yang sama saat dia menjadi orangtua nantinya. Anak pun cenderung berbohong  untuk menghindari kemarahan mereka. 

Selain pada keluarga, kondisi ini juga bisa berdampak negatif pada anak di lingkungan sosialnya. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dengan emosi dan ketakutan bisa menggunakan cara yang sama dalam berinteraksi dengan temannya. Parahnya, anak bisa bersikap mengintimidasi (bullying) terhadap anak lain. 

Mendidik anak agar hormat pada orangtua, bukan merasa takut

Menanamkan rasa takut dan hormat (respect) pada anak terhadap orangtua merupakan dua hal yang berbeda. Rasa takut berarti dipaksa, sementara hormat bisa didapat tanpa paksaan. Dengan tumbuhnya rasa hormat, anak akan senantiasa mendatangi orangtua bila membutuhkan bantuan, nasihat, atau dorongan, bahkan hingga mereka dewasa nanti. 

Lalu, bagaimana cara menanamkan rasa hormat anak terhadap orangtua? Langkah-langkah berikut ini bisa Anda terapkan: 

  • Jadilah panutan atau contoh untuk anak

Cara paling mudah untuk menumbuhkan rasa hormat anak pada orangtua, yaitu dengan menjadi contoh/panutan yang baik. Bila ingin mendapat rasa hormat dari anak, orangtua pun harus memberikan rasa hormat pula pada anak. 

Tunjukkan pula cara menghormati orang lain di lingkungan sosialnya, seperti supir yang mengantar mereka ke sekolah, guru di sekolah, penjual di pasar, dan sebagainya. Dengan begini, anak pun akan melakukan hal yang sama.

  • Kendalikan emosi 

Jangan lupa untuk selalu mengendalikan emosi Anda pada anak. Bila hal ini tidak Anda lakukan, bukan hormat yang timbul, justru rasa takut anak terhadap orangtua.

Bicaralah dengan sopan dan sabar meski Anda sedang dalam keadaan kesal atau marah. Bila merasa emosi dengan sikap anak, lebih baik tarik nafas yang panjang dan tenangkan diri Anda terlebih dahulu sebelum membicarakan permasalahannya dengan anak. 

  • Tunjukkan cinta pada anak 

Hal paling penting yang harus dilakukan dalam mendidik anak, yaitu berusaha selalu menunjukkan orangtua mencintai anak. Dengan begini, anak pun akan kembali mencintai orangtua tanpa perlu merasa takut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Anak Usia 18 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Usia 18 tahun merupakan fase akhir remaja. Berikut berbagai perkembangan yang umumnya dialami oleh anak usia 18 tahun yang penting diketahui orangtua.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Di usia 16 tahun anak sudah berada di fase remaja akhir. Berikut berbagai perkembangan yang terjadi saat usia anak 16 tahun.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Perkembangan Anak Usia 15 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

DI usia ini, anak sudah masuk masa pertengahan remaja. Lantas, apa saja perkembangan yang terjadi pada anak usia 15 tahun? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Anak di Usia 14 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Tak hanya fisik, kemampuan kognitif, sosial, dan emosional anak usia 14 tahun banyak mengalami perkembangan. Berikut penjelasan lengkapnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 23 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tinggi badan anak balita

Ibu, Ini Tinggi Badan Anak Balita Usia 1-5 Tahun yang Ideal

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 5 menit
menghadapi anak masturbasi

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
anak stunting

Stunting pada Anak: Ketahui Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 12 menit
perkembangan anak 17 tahun

Perkembangan Anak Usia 17 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 9 menit