Bahayakah Jika Anak Suka Tidur di Lantai?

Oleh

Lantai yang dingin mungkin merupakan suatu hal yang nyaman bagi anak. Tak heran, banyak anak yang suka tidur di lantai tanpa memedulikan apakah lantai tersebut bersih atau tidak. Anda sebagai orangtua mungkin sering memarahi anak Anda karena masalah ini. Tapi, sebenarnya tidur di lantai berbahaya atau tidak sih bagi anak?

Anak tidur di lantai, berbahayakah?

Tidur di lantai mungkin membuat Anda tidak perlu khawatir anak akan jatuh, seperti saat anak tidur di tempat tidur. Namun, lantai yang dingin dan mungkin tidak bersih bisa menjadi alasan Anda melarang anak tidur di lantai. Alasan lain, yaitu orangtua takut anaknya tidak bisa tidur dengan nyenyak di lantai dan mungkin badan anak akan sakit dan kaku saat bangun. Alasan-alasan ini dibuat tentu untuk melindungi anak. Tapi, tidur di lantai mungkin tidak seburuk yang Anda pikirkan jika penanganannya benar.

Beberapa hal yang mungkin menjadi pertimbangan Anda membiarkan anak tidur di lantai adalah:

1. Anak akan pilek

Jika Anda khawatir bahwa anak akan pilek saat tidur di lantai, maka ini salah. Anak bisa pilek karena menangkap dingin dari virus atau infeksi lainnya, bukan dingin dari lantai. Namun begitu, saat anak merasa dingin, anak dapat terkena pilek lebih cepat. Oleh karena itu, jika anak ingin tidur di lantai, sebaiknya lapisi lantai dengan alas untuk tidur anak, dengan selimut atau dengan kasur tipis. Sehingga, anak tidak langsung menangkap dingin dari lantai dan merasa lebih hangat.

2. Badan anak akan sakit ketika bangun

Permukaan lantai yang keras mungkin membuat orangtua khawatir tubuh anak akan merasa sakit saat bangun. Namun begitu, ada yang mengatakan bahwa tidur di lantai yang datar dan keras dapat bermanfaat bagi punggung dan tulang belakang. Tidur di tempat datar dan keras dengan posisi berbaring telentang tanpa bantal dapat menjaga tulang belakang tetap lurus.

Jadi, di mana pun tempatnya, yang penting adalah posisi tidur anak. Posisi tidur anak yang salah dan tidak nyaman mungkin membuat anak merasa pegal saat bangun. Kenyamanan anak tidur di lantai mungkin berbeda-beda bagi setiap anak. Ada anak yang terbiasa dan ada yang tidak.

3. Kuman dan debu di lantai

Kuman, debu, dan partikel kecil lainnya yang tidak dapat Anda lihat pasti terdapat di lantai rumah Anda. Hal ini perlu Anda khawatirkan, terlebih jika anak Anda alergi debu. Oleh karena itu, jika anak ingin tidur di lantai, sebaiknya pastikan lantai rumah Anda sudah dibersihkan setiap hari. Lebih baik lagi jika anak menggunakan alas saat tidur di lantai.

4. Anak alergi hewan peliharaan

Jika di rumah Anda terdapat hewan peliharaan dan anak Anda mempunyai alergi terhadap hewan peliharaan, sebaiknya tidak membiarkan anak tidur di lantai. Lantai di rumah Anda bisa saja kotor karena bulu hewan peliharaan yang rontok dan air liur atau urin hewan peliharaan yang mengering di lantai. Hal ini bisa menyebabkan anak memunculkan reaksi alergi. Penting bagi Anda untuk merawat hewan peliharaan dengan baik dan secara teratur. Serta jika memungkinkan, pisahkan ruang gerak hewan peliharaan dari anak Anda. Anda harus membatasi tempat-tempat tertentu untuk hewan peliharaan Anda, terlebih untuk ruangan yang sering dipakai anak.

Tips aman kalauĀ anak sering tidur di lantai

Membiarkan anak tidur di lantai tidak seburuk yang Anda pikirkan. Namun, sebaiknya lihat situasi terlebih dahulu sebelum membolehkan anak tidur di lantai. Misalnya, ketika anak sedang tidak enak badan atau ketika imunitasnya sedang menurun, sebaiknya larang anak tidur di lantai. Lantai yang dingin bisa membuat kondisi anak tambah buruk.

Jika anak sedang dalam kondisi sehat, Anda mungkin bisa membolehkan anak tidur di lantai. Namun, dengan catatan:

  • Pastikan lantai bersih, sudah disapu dan dipel setiap hari
  • Pastikan tidak ada perabotan rumah yang membatasi ruang gerak anak saat tidur
  • Alasi lantai untuk tempat anak tidur dengan kasur tipis, jadi tubuh anak tidak bersentuhan langsung dengan lantai
  • Beri anak selimut dan juga bantal agar tidurnya lebih nyaman
  • Ingatkan anak untuk tidur dalam posisi berbaring telentang

Namun begitu, jangan membiasakan anak tidur di lantai. Yang terbaik adalah membiasakan anak tidur di tempat tidurnya pada waktu tidur. Penting bagi Anda untuk menerapkan rutinitas dan kebiasaan tidur yang baik. Hal ini turut memengaruhi kualitas tidur anak dan bisa terbawa sampai anak dewasa.

Baca Juga:

Sumber