Bahayakah Jika Anak Suka Tidur di Lantai?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Lantai yang dingin mungkin merupakan suatu hal yang nyaman bagi anak. Tak heran, banyak anak yang suka tidur di lantai tanpa memedulikan apakah lantai tersebut bersih atau tidak. Anda sebagai orangtua mungkin sering memarahi anak Anda karena masalah ini. Tapi, sebenarnya tidur di lantai berbahaya atau tidak sih bagi anak?

Anak tidur di lantai, berbahayakah?

Tidur di lantai mungkin membuat Anda tidak perlu khawatir anak akan jatuh, seperti saat anak tidur di tempat tidur. Namun, lantai yang dingin dan mungkin tidak bersih bisa menjadi alasan Anda melarang anak tidur di lantai. Alasan lain, yaitu orangtua takut anaknya tidak bisa tidur dengan nyenyak di lantai dan mungkin badan anak akan sakit dan kaku saat bangun. Alasan-alasan ini dibuat tentu untuk melindungi anak. Tapi, tidur di lantai mungkin tidak seburuk yang Anda pikirkan jika penanganannya benar.

Beberapa hal yang mungkin menjadi pertimbangan Anda membiarkan anak tidur di lantai adalah:

1. Anak akan pilek

Jika Anda khawatir bahwa anak akan pilek saat tidur di lantai, maka ini salah. Anak bisa pilek karena menangkap dingin dari virus atau infeksi lainnya, bukan dingin dari lantai. Namun begitu, saat anak merasa dingin, anak dapat terkena pilek lebih cepat. Oleh karena itu, jika anak ingin tidur di lantai, sebaiknya lapisi lantai dengan alas untuk tidur anak, dengan selimut atau dengan kasur tipis. Sehingga, anak tidak langsung menangkap dingin dari lantai dan merasa lebih hangat.

2. Badan anak akan sakit ketika bangun

Permukaan lantai yang keras mungkin membuat orangtua khawatir tubuh anak akan merasa sakit saat bangun. Namun begitu, ada yang mengatakan bahwa tidur di lantai yang datar dan keras dapat bermanfaat bagi punggung dan tulang belakang. Tidur di tempat datar dan keras dengan posisi berbaring telentang tanpa bantal dapat menjaga tulang belakang tetap lurus.

Jadi, di mana pun tempatnya, yang penting adalah posisi tidur anak. Posisi tidur anak yang salah dan tidak nyaman mungkin membuat anak merasa pegal saat bangun. Kenyamanan anak tidur di lantai mungkin berbeda-beda bagi setiap anak. Ada anak yang terbiasa dan ada yang tidak.

3. Kuman dan debu di lantai

Kuman, debu, dan partikel kecil lainnya yang tidak dapat Anda lihat pasti terdapat di lantai rumah Anda. Hal ini perlu Anda khawatirkan, terlebih jika anak Anda alergi debu. Oleh karena itu, jika anak ingin tidur di lantai, sebaiknya pastikan lantai rumah Anda sudah dibersihkan setiap hari. Lebih baik lagi jika anak menggunakan alas saat tidur di lantai.

4. Anak alergi hewan peliharaan

Jika di rumah Anda terdapat hewan peliharaan dan anak Anda mempunyai alergi terhadap hewan peliharaan, sebaiknya tidak membiarkan anak tidur di lantai. Lantai di rumah Anda bisa saja kotor karena bulu hewan peliharaan yang rontok dan air liur atau urin hewan peliharaan yang mengering di lantai. Hal ini bisa menyebabkan anak memunculkan reaksi alergi. Penting bagi Anda untuk merawat hewan peliharaan dengan baik dan secara teratur. Serta jika memungkinkan, pisahkan ruang gerak hewan peliharaan dari anak Anda. Anda harus membatasi tempat-tempat tertentu untuk hewan peliharaan Anda, terlebih untuk ruangan yang sering dipakai anak.

Tips aman kalau anak sering tidur di lantai

Membiarkan anak tidur di lantai tidak seburuk yang Anda pikirkan. Namun, sebaiknya lihat situasi terlebih dahulu sebelum membolehkan anak tidur di lantai. Misalnya, ketika anak sedang tidak enak badan atau ketika imunitasnya sedang menurun, sebaiknya larang anak tidur di lantai. Lantai yang dingin bisa membuat kondisi anak tambah buruk.

Jika anak sedang dalam kondisi sehat, Anda mungkin bisa membolehkan anak tidur di lantai. Namun, dengan catatan:

  • Pastikan lantai bersih, sudah disapu dan dipel setiap hari
  • Pastikan tidak ada perabotan rumah yang membatasi ruang gerak anak saat tidur
  • Alasi lantai untuk tempat anak tidur dengan kasur tipis, jadi tubuh anak tidak bersentuhan langsung dengan lantai
  • Beri anak selimut dan juga bantal agar tidurnya lebih nyaman
  • Ingatkan anak untuk tidur dalam posisi berbaring telentang

Namun begitu, jangan membiasakan anak tidur di lantai. Yang terbaik adalah membiasakan anak tidur di tempat tidurnya pada waktu tidur. Penting bagi Anda untuk menerapkan rutinitas dan kebiasaan tidur yang baik. Hal ini turut memengaruhi kualitas tidur anak dan bisa terbawa sampai anak dewasa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . 4 mins read

Apa Benar Tinggi Badan Bertambah Saat Anak Tidur?

Mungkin ada alasannya kenapa banyak orangtua sejak zaman dahulu selalu menyuruh anak tidur cukup. Apakah benar tinggi badan bertambah saat anak tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Anak, Parenting 04/06/2020 . 5 mins read

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . 4 mins read

Tak Melulu Bermain, Waktu Istirahat Juga Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Waktu istirahat untuk anak yang tak hanya sekadar cukup tapi juga berkualitas sangat bermanfaat bagi perkembangan kecerdasaan kognitif dan emosinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Anak, Parenting 30/05/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 7 mins read
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . 5 mins read
mimpi buruk saat demam

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 mins read