7 Aturan Mendisiplinkan Anak Usia Prasekolah

Oleh

Anak-anak berusia 2 tahun sedang dalam tahap mempelajari aturan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Jadi, jika ia terlihat bersikap nakal, ia tidak melakukannya secara sengaja.

Baik jika Anda orangtua yang disiplin, maupun jika Anda tipe orangtua yang lebih santai, tujuh aturan ini bisa diterapkan untuk membantu si kecil terbiasa disiplin sejak dini, yang akan bermanfaat baginya saat ia dewasa nanti.

1. Selalu beri penghargaan saat ia bersikap baik

Sebisa mungkin, gunakan cara yang positif untuk mengarahkan anak. Misalnya saat si kecil berjalan mendekati kompor, alihkan perhatiannya dengan aktivitas lain sembari menjelaskan bahwa kompor adalah benda yang hanya boleh didekati orang dewasa. Saat anak Anda bersikap baik dan tidak bandel, pujilah ia dan beri tahu bahwa Anda senang saat ia melakukan itu.

Dengan cara ini, Anda akan membuatnya bangga setiap kali ia berlaku baik, dan ia pun akan terdorong untuk melakukan ini terus menerus.

2. Jangan buat aturan terlalu ketat

Jika Anda terlalu mengaturnya dan semuanya serba tak boleh, anak malah akan menjadi takut untuk mengeksplor dirinya dan mencoba kemampuan yang baru. Tetapkan larangan hanya untuk hal-hal yang benar-benar penting saja, dan ajari dia untuk mengontrol diri serta berlaku baik di kehidupan sosial, sehingga ia bisa tetap memiliki kebebasan namun tahu batasan.

3. Ingat keterbatasan anak, dan jangan berharap berlebihan

Contohnya, anak berusia 2 atau 3 tahun tidak dapat mengontrol keinginannya untuk menyentuh semua barang yang menarik baginya. Jadi sangatlah tidak realistis jika Anda berharap bahwa dia tidak akan menyentuh barang-barang di toko mainan atau di supermarket.

4. Sesuaikan hukuman dengan usianya

Saat si kecil berlaku bandel, pastikan Anda menghukumnya sesuai dengan cara yang ia mengerti. Misalnya, jika Anda memberi hukuman dengan cara menyuruhnya diam di kamar tanpa mainan, jangan biarkan ia berada di sana selama lebih dari 5 menit karena setelah itu ia sudah akan lupa bahwa ia sedang dihukum.

Jika Anda lebih memilih untuk menasihatinya, pilihlah kata-kata dan logika sederhana tentang kenapa perilakunya tersebut itu salah. Jangan gunakan kalimat seperti, “Kalau mama melakukan itu kepada kamu, kamu juga tidak akan suka, kan?” Logika ini tidak dapat dipahami oleh anak usia prasekolah.

5. Jangan mengubah-ubah aturan dan hukuman

Aturan yang berubah-ubah hanya akan membuat si kecil bingung. Namun tentu saja seiring perkembangan usia anak, Anda harus menerapkan aturan baru atau mengubah aturan yang lama. Misalnya, saat si kecil masih berusia 2 tahun, Anda maklum saja jika ia bermain-main dengan makanannya. Tapi setelah ia beranjak dewasa, kebiasaan ini tentu tak ingin Anda lanjutkan. Maka jelaskanlah padanya kenapa kini bermain-main dengan makanan tak lagi dibolehkan.

Baik itu aturan baru maupun aturan lama yang berubah, selalu jelaskan padanya apa alasan Anda menerapkan aturan baru tersebut.

6. Pastikan semua orang yang mengasuh anak Anda menerapkan kedisiplinan yang sama

Jika ibu bilang tidak boleh, tapi ayah mengizinkan, anak Anda tentu akan bingung. Dan karena ia cerdik, ia tahu bahwa untuk dapat melakukan hal-hal yang dilarang oleh ibu, ia hanya perlu bilang, “Kata ayah boleh.” Anda dan pasangan pun secara tak sengaja jadi korban adu domba. Hal yang sama bisa terjadi pada babysitter maupun nenek, kakek, dan tante si kecil yang ikut mengasuhnya. Pastikan mereka semua tahu batasan mana saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak Anda.

7. Ingat bahwa si kecil meniru Anda

Jika Anda menerapkan hidup disiplin dan teratur, anak Anda akan menyadarinya dan seiring pertumbuhannya juga akan mengikutinya. Hati-hati, karena jika Anda sering menghukumnya dengan main tangan, ia akan berpikir bahwa tak apa-apa menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca