3 Pelajaran yang Dibutuhkan Anak Sebelum Mulai Sekolah

Oleh

Tiba saatnya bagi si kecil untuk menjalani fase baru dalam kehidupannya, yaitu sekolah. Bahkan jika ia baru akan mulai masuk playgroup, ini tetap merupakan hal besar bagi anak Anda karena ia akan belajar bersosialisasi sekaligus menyerap berbagai informasi baru.

Tapi sebelum Anda melepas buah hati ke sekolah barunya, pastikan ia sudah mempelajari tiga hal penting berikut ini.

1. Buang Air di Toilet

Merasa ingin buang air saat sedang berada di sekolah adalah salah satu hal yang paling dikhawatirkan oleh anak-anak. Bukan apa-apa, anak Anda masih belum bisa mengontrol kandung kemih mereka. Saat berusia 5 tahun, 15% anak-anak berisiko untuk ngompol di siang hari. Anak Anda mungkin kebelet secara tiba-tiba (jadi mereka harus pipis sekarang juga!), atau dia tidak mengenali sinyal tubuh bahwa ia harus pipis. Ditambah lagi, anak-anak di usia ini cenderung sibuk dalam aktivitas mereka dan menunggu detik-detik terakhir untuk pipis.

Guru biasanya akan menjadwalkan waktu istirahat untuk ke kamar mandi, tapi jelaskanlah pada anak Anda bahwa ia bisa meminta izin untuk ke kamar mandi kapan pun ia mau. Saat di Taman Kanak-Kanak (TK), kandung kemih anak memiliki kapasitas untuk bertahan tiga hingga lima jam, jadi mereka harus buang air setidaknya dua kali di siang hari. Ingatkan anak Anda untuk ke toilet sejam setelah makan siang, karena kebanyakan insiden ngompol terjadi antara pukul 2 hingga 5 siang. Jelaskan bahwa jika ia tak sengaja pipis di celana, guru mereka akan membantu, dan mereka tidak perlu malu karena hal tersebut terjadi pada banyak anak-anak.

Anda dapat membantu anak Anda dengan memastikan bahwa ia dapat membuka kancing celananya sendiri. Walaupun anak Anda mungkin terlihat menggemaskan dalam pakaian overalls, jenis pakaian ini sulit dibuka dengan cepat oleh anak kecil. Leggings yang ketat adalah tantangan besar untuk gadis kecil, jadi cobalah hindari memakaikan celana ketat sampai ia dapat membuka celananya sendiri.

2. Seni Berteman

Masuk ke dalam kelas yang penuh dengan wajah baru dapat membuat anak gugup. Untuk meningkatkan keberaniannya, berilah dia pelajaran tentang cara berteman.

Pelajaran petama: Pastikan dia tahu bahwa teman sekelasnya juga segugup dia. Bicaralah tentang bagaimana Anda mendapat teman saat Anda baru masuk kerja atau masuk ke grup para ibu. “Mungkin kamu merasa takut pada awalnya, tapi nantinya semua akan baik-baik saja.”

Cobalah bermain peran untuk membantu anak Anda merasa nyaman mendekati calon temannya. Dia mungkin mencari kesamaan pada dirinya dan temannya. (“Halo, aku Rino. Tas kamu bagus! Itu warna kesukaanku. Apa warna kesukaanmu?”) Biarkan ia memesan makanan di restoran atau memberi uang pada kasir sehingga ia bisa berlatih untuk berbicara dengan orang baru.

Jangan lupa ajarkan anak Anda cara untuk menjadi teman yang baik, seperti berbagi dan bergantian saat bermain. Puji dia saat ia berbagi mainan atau menunggu untuk menggunakan ayunan di taman, dan jelaskan bahwa teman-temannya akan senang jika ia melakukan hal yang sama di sekolah.

3. Belajar Makan Sendiri

Kemampuan motorik anak Anda masih berkembang, jadi membuka wadah plastik atau bungkus makanan akan menjadi pergulatan yang rumit baginya.

Hindari kesulitan di waktu makan dengan memberinya latihan makan siang di rumah. Anda akan tahu apa saja yang ia tidak bisa buka sendiri, sehingga Anda memiliki waktu untuk memikirkan kembali bagaimana Anda cara mengemas dan menyajikan bekal makanan agar lebih mudah bagi si kecil.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: November 29, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca