Perkembangan Anak Usia 10 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Seiring dengan perkembangan anak usia 10 tahun, Anda mungkin berpikir ia telah menjelma sebagai remaja. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua perkembangan anak sama di usia ini.

Meski sebagian besar anak sudah mulai terlihat lebih dewasa, sebagian lain masih tetap terlihat seperti anak-anak. Jadi, seperti apa sebenarnya perkembangan anak di usia 10 tahun? Simak penjelasannya berikut ini.

Berbagai aspek perkembangan anak usia 10 tahun

Ada beberapa tahapan perkembangan yang akan dialami oleh anak di usia 10 tahun. Di antaranya perkembangan fisik, perkembangan kognitif, perkembangan emosional, perkembangan sosial, dan perkembangan berbicara serta berbahasa.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Perkembangan fisik anak usia 10 tahun

Melansir C. S. Mott Children’s Hospital, pada usia 10 tahun, perkembangan tinggi dan berat badan anak masih sama dengan yang dialami di usia-usia sebelumnya. Umumnya, anak akan mengalami pertambahan tinggi badan hingga 6 sentimeter (cm) dan 3 kilogram (kg).

Selain itu, pertumbuhan yang dialami secara fisik di usia 10 tahun adalah:

  • Perubahan fisik yang berhubungan dengan pubertas.
  • Pergantian gigi susu ke gigi permanen.
  • Cenderung memiliki fisik dan stamina yang lebih kuat.
  • Semakin bersemangat bermain di olahraga tim bersama dengan teman.

Pada dasarnya, anak perempuan usia 10 tahun mengalami perkembangan yang lebih cepat dibanding anak laki-laki seusianya. Hal ini ditunjukkan dengan tinggi badan yang meningkat lebih pesat dibanding dengan teman seusianya.

Jika sebelumnya anak perempuan belum mengalami pertumbuhan payudara, ia mungkin akan mengalaminya di usia ini. Dari pertumbuhan ini, anak akan mulai sadar terhadap citra tubuhnya.

Anda dapat memanfaatkan saat ini memberikan pendidikan seks anak untuk tahap awal.

Jika pada usia 8-9 tahun anak perempuan telah mulai mengalami tanda-tanda awal pubertas, anak laki-laki baru mulai merasakannya pada usia 10 tahun.

Namun, tidak semua anak laki-laki akan mengalaminya di usia ini. Ada pula laki-laki yang baru mengalami pubertas di perkembangan anak usia 11 hingga 13 tahun.

Demi mendukung perkembangan anak usia 10 tahun, Anda perlu mendukung agar ia tetap aktif melakukan aktivitas fisik.

Baik mendukung anak bermain di dalam rumah maupun mendorong anak bermain di luar rumah. Anda juga harus memenuhi kebutuhan nutrisi anak yang sesuai dengan usianya.

Agar anak tidak malas-malasan di rumah, coba untuk membatasi kegiatan yang memicu hal tersebut.

Sebagai contoh, jauhkan anak dari permainan seperti game console, kebiasaan bermain gadget, dan menonton televisi. Jika perlu, batasi waktu anak menonton dan bermain gadget, misalnya dua jam sehari.

anak pergi ke sekolah

Perkembangan kognitif anak usia 10 tahun

Perkembangan kognitif pada anak usia 10 tahun biasanya meliputi:

  • Mulai memahami hari, bulan, dan tahun.
  • Hafal nama-nama bulan dalam satu tahun.
  • Bisa membaca dan memahami isi sebuah paragraf secara utuh.
  • Paham dalam hal penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dalam pecahan.
  • Sudah bisa menulis cerita pendek.
  • Tidak takut untuk mencoba tantangan baik pelajaran sekolah atau pelajaran lainnya.

Memasuki usia 10 tahun, anak akan terus mengalami perkembangan kognitif seiring dengan otak yang terus berkembang. Bahkan, di usia ini, anak mungkin mulai bisa berpikir layaknya orang dewasa.

Pada usia ini, anak memang sudah bisa menggunakan kemampuan kognitif untuk mengumpulkan berbagai informasi. Anak juga mulai memiliki pendapat pribadi mengenai berbagai hal.

Perkembangan remaja di usia 10 tahun juga ditandai dengan fase kemandirian anak, termasuk dalam belajar. Dalam belajar sejarah atau ilmu-ilmu sosial lainnya, anak mungkin sudah bisa mencari sumber yang dibutuhkannya.

Baik dari perpustakaan, hingga berbagai situs web untuk keperluan belajar dan mengerjakan tugas sekolah.

Di usia ini, anak sudah mulai memiliki kesadaran diri untuk belajar dan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan nilai yang bagus di sekolah.

Hal ini mungkin didukung dengan rasa senang yang didapatkan anak saat Anda dan guru di sekolah memberikan apresiasi untuk usahanya dalam mengerjakan tugas dan belajar.

Ketertarikan anak untuk membaca buku dan menulis akan semakin meningkat. Pada usia 10 tahun ini, anak Anda juga mengalami perkembangan dalam kemampuannya berpikir kritis dan logis.

Bahkan, anak sudah mulai memahami perintah yang rumit, sudah mampu melakukan perencanaan, dan bisa memberikan alasan atas sebuah masalah yang dihadapinya.

Anak juga mulai bisa menghargai pendapat serta pola pikir yang dimiliki oleh orang lain meski berbeda dengan pendapat dan pola pikir yang dimilikinya.

Di saat yang sama, fase awal remaja di usia ini sudah bisa membedakan mana hal yang baik dan yang buruk, serta mempertimbangkan mana yang adil dan tidak.

Perkembangan psikologi (emosional dan sosial) anak usia 10 tahun

Di dalam perkembangan psikologi, anak akan mengalami perkembangan emosional dan sosial sebagai berikut:

Perkembangan emosional

Memasuki usia 10 tahun, anak juga akan mengalami perkembangan emosional yang juga semakin menantang. Pasalnya, seiring dengan perkembangan fisik yang dialami anak sebagai tanda awal pubertas, anak juga akan mengalami tanda emosional.

Sebagai contoh, anak mulai merasakan rasa senang yang amat sangat, tapi juga merasakan banyak keraguan, rasa takut, dan rasa malu.

Biasanya, hal ini juga dipicu oleh perubahan fisik yang masih amat baru bagi anak-anak di usia ini.

Sebagai gambaran umum, anak usia 10 tahun biasanya mengalami perubahan emosional berupa:

  • Mengagumi apa yang dilakukan oleh orang dewasa dan menirunya.
  • Mempertanyakan apapun aturan yang diberlakukan untuknya.
  • Menerima prinsip yang dimiliki oleh orangtua atau yang berlaku di dalam keluarga.
  • Mengontrol perasaan yang dimiliki, baik amarah maupun rasa sedih.

Namun, di usia ini, anak juga mulai mengalami perubahan suasana hati yang tidak terduga. Hal ini bisa dipicu rasa stres yang dialami khususnya saat ia berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan yang dialaminya, baik secara fisik maupun mental.

Perkembangan sosial

Sementara itu, perkembangan sosial yang dialami oleh anak di usia 10 tahun biasanya ditandai dengan:

  • Lebih senang menghabiskan waktu dengan teman sesama jenis.
  • Semakin menikmati waktu dengan teman melakukan aktivitas kelompok.
  • Mulai suka berbagi rahasia dengan teman dekat.
  • Membentuk kelompok pertemanan dan mulai mengkotak-kotakkan pertemanan.
  • Mulai mencari perhatian terhadap teman lawan jenis meski masih belum bisa santai bermain bersama.
  • Masih mau mendengarkan orangtuanya, tapi beberapa anak mungkin menunjukkan rasa tak suka terhadap orang dewasa yang terlalu banyak mengatur.

Pada usia ini, anak yang semakin lekat dengan teman sebayanya mungkin akan menunjukkan rasa cemburu saat temannya bermain dengan teman yang lain. Hal ini sering terjadi pada anak perempuan di usia 10 tahun.

Sementara itu, pada anak laki-laki hal ini masih jarang terjadi. Pasalnya, pertemanan anak laki-laki biasanya terbentuk karena hal yang disukai, bukan karena perasaan atau kedekatan yang dimiliki.

Meski begitu, baik pada anak laki-laki dan perempuan, penerimaan diri oleh teman sebaya adalah hal yang penting.

Anak mungkin saja rela menggunakan pakaian yang memenuhi standar pertemanannya, mendengarkan musik yang diyakini akan disukai oleh teman sebayanya, hingga menyukai dan membenci hal yang sama dengan teman-temannya.

Bahkan, hal ini bisa menjadi penentu perkembangan sosial yang dimiliki anak usia 10 tahun dan seterusnya.

Jika anak merasa tidak diterima oleh teman sebaya, hal ini bisa menjadi masalah perkembangan sosial pada anak saat remaja nanti.

Selain itu, anak juga akan merasakan kedekatan dengan keluarga, termasuk orangtua dan saudara. Sayangnya, pada usia ini anak menjadi lebih kompetitif, sehingga ia tidak akan rela mengalah kepada saudaranya.

Hal ini bisa mungkin bisa menjadi pemicu anak sering bertengkar dengan saudara, khususnya dengan saudara yang lebih muda.

Perkembangan bahasa dan bicara usia 10 tahun

Pada dasarnya, di usia 10 tahun ini, anak tidak terlalu banyak mengalami perkembangan yang signifikan. Artinya, kemampuan berbicara dan menggunakan bahasa anak sudah mendekati sempurna.

Sebagai contoh, pada usia ini, tahapan yang dialami anak dalam perkembangan bahasa adalah:

  • Suka membaca, bahkan anak sudah mulai membaca buku dengan tema khusus.
  • Sudah bisa berkomunikasi dan berbicara dengan semua orang dari berbagai kalangan usia.
  • Bisa berbicara tepat seperti orang dewasa.

Di usia ini, kegemaran membaca anak menjadi semakin spesifik. Anak mulai suka membaca buku dengan tata bahasa yang lebih kompleks, dan sudah mulai menikmati membaca buku yang terbagi ke dalam banyak bagian.

Tidak hanya itu saja, perkembangan lainnya pada anak si usia 10 tahun mungkin juga mulai memahami konsep metafora atau perumpamaan, peribahasa, dan sebagainya.

Anak Anda mungkin juga sudah bisa menjelaskan sebuah cerita yang dibacanya dari buku, menganalisa plot cerita, hingga memberikan pendapatnya terhadap cerita tersebut.

Kemampuannya dalam berpikir secara logis juga mulai terbentuk dengan baik. Bahkan, anak Anda mampu menulis sebuah esai yang menunjukkan pendapatnya akan topik tertentu dengan lebih percaya diri.

Tips untuk orangtua membantu perkembangan anak

Sebagai orangtua, Anda harus memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan yang dialami anak di usia 10 tahun ini.

Bahkan, sekali pun ia sudah menunjukkan bahwa ia lebih dekat dengan teman sebaya dibanding dengan Anda, orangtuanya.

Anda bisa menunjukkan dukungan pada anak dengan berbagai hal, misalnya:

  • Izinkan anak untuk bermain di luar rumah dengan teman sebaya.
  • Ajak anak untuk berolahraga.
  • Sediakan tempat yang nyaman untuk anak belajar.
  • Diskusikan hal-hal yang menyenangkan bersama anak.
  • Beri anak pujian dengan cara dan pada waktu yang tepat.
  • Berikan masukan dan kritikan yang membangun khususnya dalam perkembangan anak.
  • Dukung semua kegiatan positif yang ingin dilakukan oleh anak.
  • Jangan mempermalukan anak di depan orang lain apalagi teman-teman sebayanya.

Sebaliknya, Anda harus membatasi kegiatan anak yang justru tidak mendukung proses tumbuh kembangnya.

Jika  anak terlalu sering bermain gadget, mungkin ini adalah saat yang tepat bagi Anda untuk mulai membatasi waktu anak bermain gadget. Begitu pula dengan menonton televisi atau bermain game console seperti Play Station atau PSP.

Lebih baik berikan waktu menonton atau bermain gadget sebanyak dua jam saja dalam satu hari. Jangan pula ‘menyediakan’ berbagai gadget di ruang tidur anak. Jika perlu, simpan di tempat yang tidak diketahui anak agar anak tidak bermain di luar pengawasan Anda.

Jika anak di usia 10 tahun tidak mengalami perkembangan sesuai dengan yang telah dijelaskan, Anda tidak perlu merasa khawatir.

Pasalnya, tidak semua anak akan mengalami perkembangan yang sama. Ada yang lebih cepat, bahkan ada pula yang lebih lambat. Hal yang terpenting adalah anak Anda dalam keadaan yang sehat dan bahagia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Efektif Meningkatkan Daya Ingat Anak Sejak Dini

Ingatan yang baik akan menciptakan fondasi belajar pada anak yang baik juga. Maka itu, ketahui 5 cara meningkatkan daya ingat anak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Konten Bersponsor
cara meningkatkan daya ingat anak
Anak 1-5 Tahun, Parenting 4 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

5 Produk Skincare yang Ampuh untuk Merawat Kulit Remaja

Saat memasuki masa puber, Anda perlu memerhatikan kesehatan kulit anak. Agar terawat dengan baik, apa saja skincare untuk remaja yang ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Remaja, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Tahapan Perkembangan Remaja Mulai dari Usia 10-18 Tahun

Mengetahui tahap perkembangan remaja menjadi panduan dalam memantau tumbuh kembangnya. Berikut berbagai aspek yang terjadi dalam tumbuh kembang remaja.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 27 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Kapan Bayi Bisa Melihat Sekitarnya dengan Baik dan Jelas?

Apa yang bisa dilihat bayi baru lahir berbeda dengan yang dilihat oleh anak-anak maupun orang dewasa. Lalu, kapan bayi bisa melihat dengan jelas?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
pertumbuhan payudara

Usia Berapa Pertumbuhan Payudara Remaja Akan Berhenti?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
depresi pada remaja

Ciri Depresi Pada Remaja dan Hal yang Perlu Orangtua Lakukan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
manfaat baca buku untuk anak

5 Manfaat Baca Buku untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit