Sudah Remaja Tapi Masih Sering Ngompol, Kenapa, Ya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Wajar jika anak sering mengompol saat masih usianya masih di bawah 5 tahun, atau setidaknya berada di bangku taman kanak-kanak. Namun, Anda mungkin akan dibuat kebingungan setengah mati ketika mendapati tempat tidur anak remaja Anda basah karena mengompol. Jangan keburu marah dulu, alangkah baiknya bila Anda mencari tahu dulu penyebab sering ngompol yang kini masih dialami anak yang sebenarnya sudah tumbuh remaja.

Apa penyebab sering ngompol meski sudah remaja?

Normalnya, kandung kemih yang sudah penuh seharusnya mengirimkan sinyal ke otak sebagai pertanda untuk buang air kecil, bahkan saat Anda sedang tidur sekali pun. Sayangnya, beberapa anak remaja masih kesulitan menahan keinginan untuk tidak buang air kecil di tengah malam.

Akibatnya, tanpa sadar mereka justru mengompol di atas tempat tidurnya. Memang terbilang jarang, tapi beberapa alasan ini diyakini menjadi penyebab sering ngompol pada anak usia remaja:

1. Kandung kemih bermasalah

Ada sebagian remaja yang memiliki kandung kemih dengan ukuran kecil sehingga sering kesulitan untuk menahan buang air kecil terlalu lama. Kondisi ini menjadi lebih sulit ketika mereka sedang tidur.

Akhirnya, otot-otot yang menegang di sekitar kandung kemih sulit bertahan lebih lama, kemudian urin keluar dengan sendirinya tanpa disadari (nocturnal enuresis).

2. Stres

Para pakar kesehatan menduga bahwa faktor stres merupakan salah satu penyebab sering ngompol yang masih dialami oleh para remaja.

Adanya masalah di sekolah, perceraian orangtua, dan hal-hal kurang mengenakkan lainnya yang mengganggu pikiran, bisa dengan mudah membuat anak stres hingga sulit mengontrol keinginan buang air kecilnya.

penyebab ngompol pada orang dewasa

3. Mengalami gangguan tidur

Gangguan tidur adalah masalah selama tidur yang secara langsung dapat berpengaruh pada kenyamanan tidur seseorang. Ada berbagai jenis gangguan tidur yang sering terjadi, seperti insomnia, sleep apnea, restless legs syndrome (RLS), parasomnia, dan lain sebagainya.

Hal ini tentu akan merenggut jam tidur optimal remaja, sehingga membuat mereka sulit bangun dan tersadar bila nantinya ingin buang air kecil. Tanpa diduga, kencing saat tidur akan menjadi pilihan karena sudah kebelet, tapi masih sangat mengantuk untuk beranjak dari kasur.

4. Pola tidur kacau

Kurang mendapatkan waktu tidur yang cukup, tidak tidur siang, tidur terlalu malam, atau bangun terlalu cepat, kadang menjadi masalah mengapa pola tidur anak berantakan.

Kacaunya pola tidur pada anak ini dipercaya dapat mengganggu kerja otak, yang kemudian menyulitkan proses komunikasi antara otak dengan organ-organ tubuh lainnya. Termasuk pada proses penghantaran sinyal tanda ingin buang air kecil dari kandung kemih.

5. Terlalu banyak minum

Minum terlalu banyak cairan, khususnya di malam hari, bisa memperbesar peluang remaja untuk mengompol saat tidur. Ini karena asupan cairan dalam jumlah banyak dapat meningkatkan jumlah urin yang nantinya dihasilkan oleh ginjal. Itu sebabnya, ada banyak jumlah cairan yang ditampung oleh kandung kemih semalaman.

6. Ketidakseimbangan hormon

Hormon antidiuretik (ADH) bertugas di malam hari untuk memperlambat produksi urin. Sayangnya, ada beberapa orang yang kekurangan hormon ADH di dalam tubuh. Akibatnya, mengompol di tempat tidur tidak terhindarkan karena kesulitan dalam menahan jumlah urin di dalam kandung kemih.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Tanda Sleep Apnea (Napas Berhenti Saat Tidur) Pada Anak yang Harus Diwaspadai

Tahukah Anda kalau sering mengompol bisa jadi tanda sleep apnea pada anak? Jika tak segera ditangani, sleep apnea dapat berdampak negatif pada kesehatannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gangguan Pernapasan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 4 November 2017 . Waktu baca 5 menit

4 Cara Ampuh Mengatasi Kebiasaan Ngompol Pada Anak

Anak Anda masih suka mengompol, padahal sudah besar? Anda jangan khawatir, ada cara mengatasi ngompol pada anak yang cukup ampuh dan bisa Anda coba.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 21 Agustus 2017 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Hal yang Jadi Penyebab Sleep Paralysis, Alias “Ketindihan” Saat Tidur

Mitosnya, sleep paralysis alias "ketindihan" disebabkan oleh gangguan setan. Psstt... ini salah besar! Begini penjelasan medisnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 10 Juni 2017 . Waktu baca 4 menit

Kebiasaan Menggeretak Gigi Saat Tidur, Apakah Berbahaya?

Bukan hanya merusak gigi, gangguan yang terjadi selama tidur ini juga bisa membuat Anda sakit kepala saat terbangun. Bagaimana mengatasinya?

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 29 Desember 2016 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab ngompol pada orang dewasa

6 Penyebab Orang Dewasa Ngompol Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
sleep texting adalah

Mengulik Sleep Texting, Gangguan yang Bikin Anda Berkirim Pesan Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
anak sering kencing

Anak Sering Kencing, Mungkinkah Tanda Kandung Kemih Overaktif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2019 . Waktu baca 6 menit
anak masih ngompol

Umur 5 Tahun Masih Ngompol, Wajar Atau Pertanda Masalah Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit