Masih Kecil, Kok, Sudah Bau Badan? Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28 Maret 2018 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Bau badan pada anak normalnya akan muncul saat menjelang pubertas. Namun, bisa juga terjadi lebih awal daripada seharusnya. Apa penyebab bau badan pada anak? Simak ulasannya berikut untuk mengetahui apakah penyebabnya bisa di atasi atau merupakan gejala dari suatu penyakit yang memerlukan penanganan khusus dari dokter.

Bau badan pada anak

Perubahan bau keringat pada anak akan terjadi seiring dengan perkembangan tubuhnya, yaitu ketika memasuki usia remaja dan mengalami pubertas. Anak perempuan biasanya lebih dulu mengalami masa pubertas, yaitu sekitar usia 8 sampai 12 tahun. Sementara anak laki-laki, akan mengalami masa pubertas sekitar usia 9 tahun sampai 12 tahun. Pada usia tersebutlah anak-anak akan mengalami perubahan pada bau keringatnya. Yang awalnya tercium samar hingga benar-benar berbau tidak sedap.

Penyebab bau badan pada anak yang umum terjadi

Penyebab umum bau badan yang terjadi pada anak-anak, masih bisa diatasi dengan beberapa perawatan kebersihan di rumah. Dengan mengetahui penyebab bau badan, akan memudahkan orangtua untuk mengatasi bau badan tersebut. Berikut beberapa penyebabnya, seperti:

Kebersihan yang buruk

Ini menjadi penyebab paling umum pada bau badan anak. Bila anak mandi tidak bersih, khususnya pada daerah sekitar ketiak, selangkangan, dan sela jari tangan atau kaki. Bakteri bisa terkumpul di daerah tersebut karena tidak terbawa air. Selain itu, pakaian yang tidak dicuci dengan baik juga bisa menyebabkan bakteri yang sebelumnya sudah menempel tidak hilang. Menggunakan baju yang tidak benar-benar kering juga bisa menjadi penyebabnya, apalagi ketika anak harus berhadapan dengan sinar matahari.

Untuk menghindarinya, anak harus belajar menjaga kebersihan diri, misalnya mandi dengan bersih dan rutin. Kemudian, jaga kebersihan pakaian, sepatu, atau apapun yang digunakan oleh anak pada tubuhnya.

Mengonsumsi makanan pemicu bau badan

Beberapa makanan tidak hanya memengaruhi bau pada napas anak, tetapi juga memengaruhi bau pada tubuh. Makanan tersebut biasanya memiliki bau yang khas atau zat pemicu yang setelah dicerna, baunya akan merembes melalui pori-pori kulit dan menimbulkan bau badan. Dilansir dari Mom Junction, beberapa makanan penyebab bau badan pada anak tersebut adalah:

  • Daging merah memiliki turunan asam amino yang disebut karnitin. Terlalu banyak karnitin bisa membuat perubahan pada bau badan.
  • Susu mengandung protein yang bisa memakan waktu lebih lama untuk dicerna dibanding makanan lainnya. Jadi kelebihan konsumsi produk susu dapat menyebabkan pelepasan metil merkaptan dan hidrogen sulfida di dalam tubuh. Proses ini menyebabkan bau busuk keluar. Kemungkinan bau badan karena susu mungkin lebih tinggi jika anak punya intoleransi laktosa.
  • Makanan olahan dari tepung, terutama yang rendah serat.
  • Makanan dengan gula, bawang merah, bawang putih, dan bumbu lainnya.
  • Makanan berbau seperti ikan, telur, dan kacang polong.

Pubertas dini

Pubertas adalah fase pencapaian kematangan seksual pada anak perempuan dan laki-laki. Pada masa ini, mereka mengalami banyak perubahan hormon sehingga terjadi perubahan pada tubuh dan perilaku, salah satunya adalah bau badan. Jika anak mengalami bau badan pada masa-masa pubertas, yaitu sekitar usia 10-14 tahun, maka orangtua tidak perlu khawatir karena ini normal terjadi. Cukup beri tahu dan ajari mereka bagaimana cara mengatasinya.

Akan tetapi, beberapa anak bisa mengalami pubertas dini. Pubertas dini bisa disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya adalah gangguan hormon dan faktor genetik.

Penyakit juga bisa menjadi penyebab bau badan pada anak

Selain kebersihan dan makanan, bau badan juga bisa timbul karena beberapa penyakit. Bila ini terjadi butuh bantuan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Berikut beberapa penyakit yang menyebabkan bau badan, seperti:

1. Fenilketonuria

Salah satu penyakit akibat gangguan metabolisme saat bayi dilahirkan sehingga tidak ada fenilalanin hidroksilase, yaitu enzim yang diperlukan untuk memecahkan asam amino. Akibatnya bau apek muncul pada kulit, kotoran telinga, nafas, dan urinenya. Selain itu, fenilketonuria bisa menyebabkan kecacatan intelektual dan perkembangan pada tubuh sebab tergangguanya proses pemecahan protein asam amino yang terdapat pada susu, daging, dan telur. Bila tidak diobati, kadar fenilalanin yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada otak.

2. Adrenarche

Ini adalah istilah yang digunakan pada kondisi anak yang mengalami pematangan seksual dini (pubertas dini). Penyebabnya produksi hormon seperti DHEA mengalami peningkatan, sehingga tanda pubertas, seperti muncul rambut kemaluan dan ketiak, jerawat, dan perubahan pada bau keringat bisa lebih awal terjadi. Kondisi ini terjadi pada anak dibawah delapan tahun pada anak perempuan dan sembilan tahun pada anak laki-laki.

3. Hiperhidrosis

Kondisi ini menyebabkan anak berkeringat berlebihan untuk menjaga suhu tubuh normal. Ini terjadi karena adanya infeksi, ketidakseimbangan hormon akibat pubertas, atau kondisi kronis lainnya sehingga kelenjar keringat memproduksi keringat terlalu banyak. Bila keringat berlebih hanya terbatas pada bagian tubuh tertentu, anak kemungkinan memiliki hiperhidrosis fokal.

4. Trimetilaminuria

Trimetilaminuria adalah kondisi langka yang disebabkan oleh kelainan metabolisme dalam memproduksi enzim flavin. Ini menyebabkan tubuh tidak mampu memecah trimetilamin sehingga terjadi peningkatan bakteri pada sistem pencernaan. Akibatnya, bau amis akan tercium pada keringat, urine, dan napas anak. Penyakit ini disebut juga dengan sindrom bau ikan.

4. Asidemia isovalerik

Kondisi ini menyebabkan bayi mengalami bau khas kaki berkeringat atau bau tidak sedap. Ini terjadi karena menumpuknya senyawa asam isovalerik pada tubuh yang memengaruhi darah, urine, dan jaringan. Penumpukan ini bisa menjadi racun dan menyebabkan masalah pada kesehatan. Bayi baru lahir yang mengalami kondisi ini bisa mengalami muntah, kejang, serta lemas lesu beberapa hari setelah dilahirkan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Memilih Sabun yang Ampuh untuk Menghilangkan Bau Badan

Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memilih sabun penghilang bau badan agar efeknya dapat bertahan lama.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 9 September 2019 . Waktu baca 3 menit

Apakah Semua Orang Perlu Pakai Deodoran Agar Tidak Bau Badan?

Deodoran membantu mengurangi bau pada ketiak. Namun, apakah semua orang harus menggunakan deodoran? Lihat jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 30 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Pacar Bau Badan? Begini Cara Bijak Memberi Tahu Tanpa Menyakiti Hatinya

Punya pasangan yang bau badan tentu bikin pusing tujuh keliling. Mau jujur rasanya sungkan, tapi kalau disimpan saja dalam hati jadi keki. Harus bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 23 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Cara Pakai Deodoran yang Tepat Menurut Ahli

Deodoran tidak hanya asal dioles di kulit ketiak saja. Supaya dapat bekerja lebih optimal, penting untuk mengetahui cara pakai deodoran yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 12 Juli 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Bagaimana Mengatasi Bau Badan Yang Muncul Tiba-Tiba?

Mengatasi Bau Badan yang Muncul Tiba-Tiba

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit
cara membuat deodoran alami yang bisa dicoba di rumah

Cara Membuat Deodoran Alami yang Bisa Anda Coba di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
menyukai bau badan pasangan

Mengapa Ada Orang yang Suka Mencium Bau Pasangannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2019 . Waktu baca 4 menit
bau matahari

Panas-panasan Bikin Badan ‘Bau Matahari’. Apa Sebenarnya Bau Matahari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit