Kena Rheumatoid Arthritis Saat Muda, Apakah Harus Menjalani Pengobatan Selamanya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Rheumatoid arthritis adalah salah satu jenis penyakit rematik yang kerap ditandai dengan munculnya nyeri dan kaku pada jari serta pergelangan tangan. Kebanyakan kasus penyakit rheumatoid arthritis biasanya dialami oleh orang dewasa. Meski begitu, penyakit autoimun ini juga bisa dialami oleh remaja yang notabene masih berusia muda. Untuk lebih jelasnya, saya akan mengulas lebih dalam mengenai rheumatoid arthritis pada remaja.

Mungkinkah rheumatoid arthritis terjadi pada remaja?

Rheumatoid arthritis, atau disingkat RA, adalah penyakit rematik autoimun yang dapat menyebabkan peradangan pada sendi tubuh. Penyakit ini memang umumnya dialami oleh wanita, dengan gejala awal biasanya muncul di usia 30-40 tahun. 

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan rheumatoid arthritis juga bisa terjadi pada laki-laki, anak-anak, bahkan remaja. Sama halnya seperti rheumatoid arthritis pada orang dewasa, penyebab RA pada remaja juga belum diketahui secara pasti. 

Interaksi antara faktor genetik dan lingkungan diduga menjadi pencetus timbulnya rheumatoid arthritis ini. Secara rincinya, molekul HLA-DR 4 merupakan genetik yang turut andil sebagai penyebab rheumatoid arthritis, termasuk pada remaja. 

Sedangkan faktor lingkungan yang berperan dalam penyakit rheumatoid arthritis yakni merokok, hormon estrogen, infeksi bakteri, virus, dan mikrobakteria. 

Orang yang memiliki molekul HLA-DR 4 di dalam tubuhnya berisiko 4-5 kali lebih besar untuk terkena RA, dibandingkan orang yang tidak punya molekul genetik tersebut. 

Samakah gejala rheumatoid arthritis pada remaja dengan orang dewasa?

Pada dasarnya, gejala rheumatoid arthritis yang terjadi di usia muda, seperti pada anak-anak dan remaja, sama saja dengan orang dewasa. Anda biasanya akan mengeluhkan sendi yang terasa nyeri, kaku, bahkan bengkak, terutama di bagian jari dan pergelangan tangan. 

Gejala RA berupa rasa nyeri dan kaku pada tangan sebenarnya bisa muncul kapan pun. Namun, keluhannya biasanya paling sering terjadi pada pagi hari. Setelah melakukan berbagai aktivitas fisik, seperti menyapu, mencuci, dan lainnya, gejala RA tersebut bisa segera membaik. 

Lambat-laun, nyeri, kaku, dan bengkak tidak hanya menyerang tangan. Keluhan tersebut bisa berkembang sampai ke lutut, pergelangan kaki, bahu, siku, maupun leher. 

Apakah rheumatoid arthritis pada remaja bisa disembuhkan?

Rheumatoid arthritis pada remaja tidak bisa disembuhkan, sehingga akan terus terbawa sampai dewasa. Meski begitu, pengobatan sedini mungkin harus segera diberikan guna mencegah terjadinya cacat sendi yang lebih parah di kemudian hari. 

Selain itu, tujuan pengobatan rheumatoid arthritis sejak muda yaitu mengurangi peradangan sendi, mengatasi nyeri, serta mencegah kerusakan sendi permanen.

Dengan begitu, remaja tetap dapat beraktivitas normal seperti teman-teman seusianya, sekaligus mencegah munculnya komplikasi jangka panjang dari RA. Meliputi masalah kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung.

Apa saja pengobatan rheumatoid arthritis pada remaja?

Penyebab dan gejala rheumatoid arthritis pada remaja boleh sama dengan orang dewasa. Namun, pengobatan yang didapatkan remaja umumnya berbeda dengan orang dewasa. 

Baik itu dari segi pemilihan jenis obat, maupun dosis obat yang diberikan. Adanya perbedaan pengobatan pada masing-masing pasien RA ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Tingkat keparahan penyakit.
  • Kondisi tubuh dan penyakit yang dimiliki.
  • Riwayat pengobatan sebelumnya. 
  • Respon pengobatan. Ada yang gejalanya bisa membaik hanya dengan minum satu jenis obat dengan dosis kecil, tapi ada juga yang butuh kombinasi beberapa jenis obat.
  • Efek samping pengobatan berbeda. Ada yang minum dosis maksimal tapi tidak mengalami efek samping, tapi ada juga yang mengalami efek samping meski hanya minum dosis kecil.

Secara khususnya, ada beberapa jenis obat yang bisa diberikan untuk pasien rheumatoid arthritis, termasuk pada remaja. Pertama yakni, DMARD (Disease-modifying antirheumatic drug), dan kedua yakni biologik agent. 

DMARD adalah golongan obat yang bertugas untuk memperlambat perkembangan penyakit, sekaligus mencegah sendi dari cacat dan kerusakan permanen. Contoh obat ini meliputi metotreksat, sulfasalasin , hidroksikloroquin, lefluonamid dll.

Sementara biologik agent adalah golongan obat yang disuntikkan atau diinfuskan ke dalam tubuh. Obat ini dapat memberikan efek pengobatan yang lebih cepat ketimbang DMARD. Contoh obat ini meliputi adalimumab, golimumab, toxilizumab, etanercept, infliximab, certolizumab, dll.

Di samping membantu meredakan nyeri pada sendi, kedua jenis obat tersebut juga dapat mencegah terjadi kerusakan atau cacat sendi. 

Apakah pengobatan rheumatoid arthritis harus dilakukan selamanya?

Ya, pengobatan rheumatoid arthritis, pada anak, remaja, maupun dewasa harus dilakukan seumur hidup. RA memang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tapi penyakit ini masih bisa dikendalikan. 

Cara utamanya yaitu dengan melakukan pengobatan secara rutin, sehingga pasien rheumatoid arthritis bisa masuk ke fase remisi. Fase remisi adalah suatu kondisi ketika gejala penyakit rheumatoid arthritis berada dalam keadaan stabil. 

Mudahnya, remaja yang sedang fase remisi pada rheumatoid arhtritis tidak mengalami nyeri sendi, bengkak, serta laju endap darahnya normal. Itu sebabnya, pengobatan RA sangat penting untuk diberikan sedini mungkin. 

Meski tidak dapat menyembuhkan penyakit autoimun ini sepenuhnya, tapi pengobatan yang tepat setidaknya dapat mengontrol perkembangan penyakit. Alhasil, kualitas hidup remaja yang memiliki rheumatoid arthritis pun bisa lebih baik. 

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Was this article helpful for you ?

    Artikel dari ahli dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR

    Mitos dan Fakta Seputar Skleroderma yang Perlu Diungkap Kebenarannya

    Skleroderma adalah satu dari beberapa jenis penyakit rematik autoimun. Supaya lebih jelas, mari pahami seputar mitos dan fakta skleroderma.

    Ditulis oleh: dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR
    mitos skleroderma adalah
    Alergi 29 Juni 2020

    Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

    Gejala lupus di awal memang ringan. Namun, jika tidak diobati secepatnya, lupus bisa berkembang menjadi komplikasi yang memperparah kondisinya.

    Ditulis oleh: dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR
    komplikasi lupus
    Alergi 10 Mei 2020

    Mungkinkah Lupus Bisa Menimbulkan Komplikasi Pada Organ Paru?

    Selain menyerang sendi dan kulit, lupus juga menimbulkan komplikasi pada organ lain, termasuk paru. Seperti apa gejala dan pengobatan yang perlu diketahui?

    Ditulis oleh: dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR

    Yang juga perlu Anda baca

    Beragam Pantangan yang Penting Diketahui Penderita Rematik

    Ketahui berbagai pantangan rematik (rheumatoid arthritis) serta makanan yang dianjurkan bagi penderitanya untuk membantu mengontrol gejala, di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

    7 Jenis Obat Rematik Alami untuk Membantu Mengatasi Gejala yang Timbul

    Ada beragam obat rematik alami. Mulai dari minyak esensial sampai rempah-rempah, cara mana saja yang sudah pernah Anda coba?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Cara Mengobati Rematik yang Ampuh, Termasuk untuk Lansia dan Ibu Hamil

    Pengobatan dan obat rematik (rheumatoid arthritis) bisa beragam. Kenali cara mengobati rematik yang ampuh di sini, termasuk untuk lansia dan ibu hamil.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

    Mengenal Gejala Rematik atau Rheumatoid Arthritis pada Orang Dewasa dan Anak

    Gejala rematik atau rheumatoid arthritis bisa terjadi pada siapapun. Kenali gejala dan ciri-ciri rematik (rheumatoid arthritis), pada orang dewasa dan anak.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    anemia pada remaja

    Anemia pada Remaja, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
    kaki lemas

    Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
    penyakit bursitis adalah

    Bursitis

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit
    psoriasis arthritis

    Psoriasis Arthritis

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit