Remaja Pria Telat Puber, Berpengaruhkah Pada Kesuburannya Dewasa Nanti?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Masa puber laki-laki itu sebenarnya bervariasi antar satu orang dengan yang lain. Normalnya, remaja pria akan mencapai puber di usia 10-13 tahun. Akan tetapi, masalah pubertas dini atau malah terlambat bukanlah fenomena baru lagi. Beberapa anak laki-laki bisa saja mengalami salah satunya. Lantas, apakah masa puber laki-laki ketika remaja akan berpengaruh pada kesuburannya saat dewasa nanti?

Apa yang memengaruhi pubertas anak?

Pubertas diawali dengan aktivitas otak yang memicu berbagai perubahan fisik untuk mempersiapkan anak menuju usia subur. Sederhananya, masa puber adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa.

Pada anak laki-laki, masa puber ditandai dengan pertumbuhan rambut halus di beberapa bagian tubuh (sekitar penis, ketiak, wajah, serta lengan dan kaki), munculnya jerawat, perubahan suara jadi lebih nge-bass, hingga pertumbuhan tinggi dan postur badan yang pesat.

Di saat yang bersamaan, testis dan penis juga ikut bertumbuh. Selama masa puber, testis akan mulai memproduksi hormon seks yang disebut testosteron sekaligus menghasilkan sperma. Karena produksi hormon seks inilah, remaja pria yang sedang melewati masa puber akan mengalami mimpi basah pertamanya.

Banyak faktor yang memengaruhi usia dimulainya masa puber laki-laki, antara lain genetik, gaya hidup, serta lingkungan. Apakah terlambat tidaknya seorang remaja memasuki usia puber akan berpengaruh pada kesuburannya?

Pubertas dini dan pengaruhnya pada kesuburan pria

Salah satu dampak pubertas dini adalah tinggi badan yang lebih pendek daripada teman-teman sebayanya, yang mengalami masa puber normal. Memang awalnya ia akan lebih cepat tumbuh tinggi, namun saat dewasa ia jadi memiliki tinggi badan di bawah normal untuk individu seusianya.

Satu lagi isu yang mungkin timbul akibat pubertas dini adalah masalah emosional dan sosial. Pubertas dini cenderung menyebabkan anak sulit beradaptasi dengan sekitarnya, karena ia merasa minder dan kurang pede dengan perubahan fisiknya yang tidak (belum) dialami oleh teman-temannya.

Selain itu, anak yang puber terlalu cepat juga rentan mengalami masalah perubahan perilaku akibat perubahan mood, dan cenderung lebih cepat marah. Anak laki-laki dapat cenderung menjadi agresif dan memiliki dorongan seks yang tidak sesuai dengan usianya. Perubahan mood ini juga meningkatkan risiko anak remaja pria mengalami depresi.

Bagaimana dengan kesuburannya? Belum banyak penelitian di luar sana yang khusus mengamati dampak pubertas dini terhadap kualitas kesuburan pria saat dewasa. Tetapi, sejumlah penelitian melaporkan bahwa pubertas dini dapat berisiko menyebabkan penurunan kualitas air mani. Meski begitu, air mani encer bukan berarti Anda tidak subur.

Satu hal yang perlu lebih diperhatikan sebagai dampak puber dini adalah pertumbuhan tumor tertentu di testis yang mungkin berisiko berkembang jadi kanker. Kanker testis dan pengobatannya dapat memengaruhi kadar hormon dan juga dapat memengaruhi kemampuan pria untuk memiliki anak setelah perawatan.

Masa puber laki-laki terlambat, dan pengaruhnya pada kesuburan

Sama seperti pubertas dini, anak laki-laki yang terlambat puber dapat mengalami ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi tumbuh kembangnya. Sebuah penelitian di Denmark baru-baru ini menemukan bahwa masa puber laki-laki yang terlambat dapat berdampak negatif pada kesuburannya ketika dewasa nanti.

Penelitian tersebut menemukan bahwa anak remaja pria yang pubernya terlambat berisiko memiliki ukuran testis yang lebih kecil dibandingan rata-rata remaja normal. Testis merupakan pabrik penghasil sperma, sehingga menurunnya volume testis sedikit banyak dapat memengaruhi jumlah produksi sperma.

Normalnya, testis mampu menghasilkan 200 juta sperma setiap hari. Jumlah sperma yang sedikit setiap kali berejakulasi adalah salah satu faktor risiko ketidaksuburan pria.

Puber terlambat juga dapat berpengaruh pada bentuk sperma pria, terutama pada bentuk kepala sperma. Pria dengan kelainan bentuk sperma cenderung lebih sulit memiliki anak. Pasalnya, bagian kepala sperma menyimpan enzim-enzim penting yang berfungsi membantu proses pembuahan sel telur. Kepala sperma juga mengandung informasi DNA yang akan diturunkan pada keturunan berikutnya.

Kenapa demikian?

Sampai saat ini, mekanisme pengaruh masa puber laki-laki terhadap kesuburannya belum diketahui pasti. Yang jelas, puber yang terlalu cepat atau terlambat dapat memengaruhi produksi hormon seks dan pertumbuhan, yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa pubertas terlambat menyebabkan testosteron gagal mencapai kadar puncaknya. Kadar hormon seks pria ini ditemukan 9% lebih rendah pada pria yang mengalami puber terlambat daripada remaja lainnya yang memasuki puber di usia normal.

Ketika membicarakan kesuburan pria, kita juga harus memikirkan kualitas sperma yang ditentukan oleh tiga faktor penting ini: jumlah sperma, bentuk, dan kelincahan gerak sperma. Jika ada satu saja kelainan sperma dari ketiga faktor tersebut, maka risiko pria tidak subur bisa meningkat.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ragam Obat Kuat Pria di Apotek, Apakah Bisa Bikin Tahan Lama di Ranjang?

Obat kuat sering dijadikan solusi untuk menunjang stamina pria di ranjang. Tapi apakah obat ini efektif? Adakah efek samping yang berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 16 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

5 Penyebab Sperma Encer dan Cair, Apakah Normal?

Air mani encer bisa berarti tubuh Anda tidak memproduksi cukup sperma namun bukan berarti Anda tidak subur. Ini beberapa cara memperbaikinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Benarkah Ada Cara Membesarkan Penis yang Efektif? Cari Tahu di Sini!

Dari mulai krim, suplemen, pompa, hingga bedah plastik, diklaim bisa membesarkan ukuran penis. Namun, mana yang sebenarnya terbukti secara medis?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 10 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

5 Mitos Keliru Tentang Orang Introvert

Semua orang introvert adalah pemalu — dan semua orang pemalu adalah introvert. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab air mani berdarah

Apa yang Menyebabkan Air Mani Bercampur Darah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
wanita berbulu lebat nafsu tinggi seks

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri hamil bercak darah seperti haid

Muncul Flek Darah Saat Tidak Menstruasi: Haruskah Khawatir?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
air mani pria

7 Fakta Menarik Seputar Air Mani Pria, Ternyata Berbeda dengan Sperma, Lho!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit