Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mendeteksi Radang Usus Buntu Pada Remaja

Mendeteksi Radang Usus Buntu Pada Remaja

Awal masa remaja adalah waktu saat pertama kalinya radang usus buntu biasanya muncul. Kondisi ini berpotensi mengalami peradangan usus yang parah. Usus buntu kecil yang terletak di sisi kanan perut bagian bawah keluar dari usus seperti lidah yang menonjol. Membedah dan membuang tonjolan tersebut merupakan satu-satunya cara mengobati radang usus buntu, dan tubuh Anda pun akan baik-baik saja tanpa usus buntu karena ia tidak memiliki fungsi yang diketahui.

Gejala radang usus buntu, yaitu:

  • Sakit pada bagian tengah perut pindah menjadi di bagian kanan bawah perut
  • Mual dan muntah
  • Sembelit
  • Gas pain
  • Diare
  • Demam, muncul setelah gejala lainnya
  • Sakit pada perut bagian kanan bawah
  • Pembengkakan perut
  • Jumlah sel darah putih tinggi
  • Hilangnya nafsu makan

Siapa saja yang memiliki radang usus buntu akan merasakan sakit yang berbeda dengan sakit lainnya. Pada remaja, dimulai dengan sakit perut yang samar-samar di dekat pusar. Kemudian akan merasa sakit lagi pada bagian bawah sebelah kanan perut. Rasa sakit ini sama seperti jika perut penuh dan ditekan pada waktu yang bersamaan.

Gejala harus diperhatikan dengan serius. Radang usus buntu dapat menginfeksi lapisan ganda membran peritoneum yang melapisi rongga perut. Istilah medisnya adalah peritonitis. Beri tahu dokter anak Anda atau hubungi gawat darurat rumah sakit setempat. Sambil menunggu diperiksa dokter, instruksikan anak Anda untuk berbaring dan diam. Setiap gerakan termasuk batuk atau mengambil napas dalam-dalam dapat memperparah rasa sakit. Jangan berikan air, makanan, laxatives, aspirin atau bantal pemanas.

Bagaimana cara mendiagnosis radang usus buntu?

Radang usus buntu didiagnosis melalui pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan menyeluruh, ditambah satu atau lebih dari prosedur berikut:

  • jumlah sel darah putih
  • Urinalisis, untuk menyingkirkan infeksi saluran kencing
  • USG
  • GI yang rendah (barium enema)
  • CT scan
  • Operasi exploratory laparoscopic

Bagaimana mengobati radang usus buntu?

Radang usus buntu dapat sulit untuk didiagnosis. Oleh karena itu, dokter Anda mungkin tidak menjadwalkan pembedahan usus buntu sampai gejala berkembang pesat. Operasi usus buntu biasanya memerlukan waktu dua hari dirawat di rumah sakit, berisiko komplikasi, dan meninggalkan bekas luka kecil, tetapi Anda akan benar-benar sembuh.

Membantu anak untuk menolong dirinya sendiri

Anak harus didorong untuk mengikuti panduan dasar untuk saluran pencernaan yang sehat:

  • Makan di jam yang pasti
  • Minum banyak air (setidaknya delapan gelas air atau cairan lain setiap hari)
  • Selalu aktif secara fisik
  • Kunyah makanan secara perlahan dan telan dengan hati-hati
  • Gunakan aspirin dan obat anti peradangan secukupnya. Obat ini dapat mengiritasi lapisan saluran pencernaan yang rapuh
  • Tidak merokok, karena merokok dapat menyebabkan luka perut
  • Jangan menahan BAB
  • Cobalah untuk tidak mengencangkan perut saat buang air besar
  • Yang paling penting, walaupun kegiatan sangat sibuk, pastikan tetap makan secara teratur. Setidaknya sisakan waktu untuk duduk santai di meja makan, mengunyah, dan mencerna.Hal ini tidak hanya akan membantu usus anak Anda tetapi juga mempererat ikatan keluarga.
health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Appendicitis in Teens. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/abdominal/Pages/Appendicitis-in-Teens.aspx. Accessed July 16th, 2015.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 16/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team