Kapan Normalnya Muncul Bau Badan pada Anak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 April 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin bertanya-tanya kapan muncul bau badan pada anak. Normalnya, bau badan akan terjadi saat anak memasuki usia puber atau menjelang remaja. Namun, sebenarnya berapa usia yang wajar bau badan muncul pada anak? Simak ulasannya berikut ini dan langkah-langkah mengatasinya.

Mengapa anak bisa bau badan?

Menurut Marshfield Clinic Health System, saat anak beranjak remaja dan memasuki masa puber, terjadi perubahan yang cukup signifikan pada tubuh anak. Salah satunya adalah perubahan hormon, sehingga pertanyaan mengenai kapan bau badan pada anak mulai muncul terjawab.

Ya, perubahan hormon pada anak yang beranjak remaja menyebabkan tubuhnya memproduksi keringat berlebih yang jadi penyebab bau badan. Hal ini juga didukung dengan aktivitas fisik anak yang juga semakin variatif. Pada usia tersebut, anak tentu sedang semangat untuk menambah pengetahuan dan kemampuannya dengan menjelajah lingkungan sekitar.

Namun, kapan atau saat bau badan pada anak mulai muncul tidak terpatok pada pubertas saja. Tubuh manusia memiliki dua jenis kelenjar keringat, yaitu kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin. Pada anak, kelenjar keringat yang aktif adalah kelenjar ekrin. Kelenjar tersebut berada di seluruh tubuh, yaitu di sekitar pori-pori kulit dan akan menghasilkan keringat berupa air ketika tubuh harus mempertahankan suhu tubuh yang ideal.

Sebagai contoh, saat anak sedang demam atau ketika anak mencicipi makanan yang pedas. Sementara itu, kelenjar apokrin berada di sekitar rambut ketiak dan akan menghasilkan keringat setiap kali tubuh melakukan aktivitas fisik dan juga merasakan emosi seperti ketakutan, cemas, stres, atau mengalami rangsangan seksual. Keringat yang dihasilkan biasanya mengandung minyak, berwarna buram, dan tidak berbau.

Kapan muncul bau badan pada anak?

Keringat anak akan menjadi bau saat bereaksi dengan bakteri yang menempel pada kulit. Oleh karena itu, waktu kapan bau badan pada anak muncul adalah saat anak sedang aktif bergerak dan mulai terpapar bakteri dari lingkungan sekitar.

Umumnya, bayi hingga anak-anak usia di bawah 8 tahun memiliki keringat yang tidak berbau, atau hanya berbau samar. Sementara itu, usia 8 tahun hingga memasuki masa pubertas umumnya akan mulai muncul bau badan pada anak.

Bahkan, bisa dikatakan, bau badan muncul pada anak adalah salah satu pertanda anak memasuki masa puber. Nah, bau badan ini mulai menjadi tidak sedap saat anak memasuki usia 12 tahun atau saat sudah remaja. Biasanya, anak perempuan cenderung mengalami pubertas lebih awal daripada anak laki-laki.

Oleh karena itu, tidak heran jika muncul bau badan pada anak perempuan lebih dulu dibanding pada anak laki-laki. Pada anak perempuan, bau badan mulai muncul saat usianya 8 tahun, sedangkan pada anak laki-laki, kapan muncul bau badan tidak sedap biasanya terjadi saat memasuki usia 9 tahun.

Selain aktivitas dan banyaknya bakteri, bau badan pada anak yang tidak normal bisa disebabkan oleh penyakit atau kondisi tubuh lainnya. Oleh sebab itu, bila bau badan terjadi lebih awal dari seharusnya, ini perlu diatasi dan dicegah. Penyebab bau badan anak yang bisa dicegah dan lebih mudah diatasi sendiri, meliputi:

Sementara itu, untuk bau badan yang disebabkan oleh penyakit harus mendapatkan pengobatan dari dokter untuk mengurangi gejala penyebab bau badan. Jangan melakukan pengobatan tanpa rekomendasi dokter yang bisa memperparah kondisinya.

Membantu anak mencegah bau badan yang muncul

Pertanyaan mengenai kapan muncul bau badan pada anak sudah terjawab. Kini, saatnya Anda membantu anak untuk mencegah bau badan yang muncul. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda dan anak Anda lakukan untuk mencegah muncul bau badan yang tidak sedap.

1. Mandi

Meski terdengar sepele, aktivitas merawat diri ini sangatlah penting untuk kebersihan. Apalagi, jika anak baru saja melakukan aktivitas fisik atau bermain di luar rumah. Masalahnya, terkadang anak terlalu malas untuk mandi, sehingga jika ia berada di luar pengawasan Anda, bisa saja anak Anda tidak mandi.

Sayangnya, meski Anda tidak sadar, orang-orang lain, seperti teman, guru, atau anggota keluarga yang lain akan menyadari bahwa anak Anda tidak mandi. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban Anda sebagai orangtua untuk memastikan bahwa anak Anda mandi setiap hari, sebanyak dua kali sehari.

Jika anak Anda melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga atau kegiatan lain yang membuatnya memproduksi banyak keringat, Anda harus memastikan anak Anda mandi setelahnya. Selain itu, dampingi pula anak Anda saat mandi, misalnya memberitahu bagian-bagian tubuh mana saja yang rentan mengeluarkan bau.

Sediakan alat-alat mandi yang menunjang kebersihan anak, misalnya sampo, sabun mandi, pembersih punggung, dan berbagai produk lain yang membuatnya jadi semangat untuk mandi.

2. Mencuci pakaian

Tidak hanya mandi, kegiatan mencuci pakaian mungkin terdengar sepele. Anda mungkin juga merasa bahwa semua pakaian yang digunakan anak tentu akan Anda cuci. Namun sayang, sering kali Anda membiarkan anak menggunakan pakaian yang sama beberapa kali selama berturut-turut tanpa dicuci terlebih dahulu.

Salah satu waktu kapan bau badan muncul pada anak adalah saat anak menggunakan baju yang tidak dicuci. Baju yang digunakan anak Anda saat itu mungkin terlihat bersih. Namun bayangkan saja, baju itu sudah digunakannya selama berjam-jam, sehingga keringat pada tubuhnya telah menempel pada pakaian tersebut.

Jadi tentu saja, jika pakaian itu dikenakan lagi, ada kemungkinan besar anak Anda akan memproduksi bau yang tidak sedap. Apalagi jika pakaian itu sudah digunakan ke luar rumah untuk bermain di bawah terik sinar matahari.

Maka itu, selalu cuci pakaian yang telah dikenakan anak Anda, dan jangan biarkan ia mengenakan pakaian yang sama sebelum pakaian tersebut dicuci terlebih dahulu. Untuk seragam sekolah, sediakan beberapa cadangan seragam sehingga anak bisa langsung ganti keesokan harinya.

3. Cuci sepatu

Salah satu sumber bau badan tak sedap bukan hanya bagian tubuh, tapi juga kaki. Ya, kaki anak-anak juga bisa saja menimbulkan bau menyengat. Kapan muncul bau badan yang berasal dari kaki anak? Biasanya, anak-anak di usia menjelang remaja sering kali berlari-larian bersama teman menggunakan sepatu sneaker.

Jika anak menggunakan kaos kaki, mungkin bau tak sedap yang berasal dari kaki si anak masih bisa diredam. Sayangnya, tidak semua anak mau menggunakan kaos kaki saat menggunakan sepatu, sehingga bau tak sedap itu pun muncul dari kakinya.

Sebagai orangtua, sediakan kaos kaki yang banyak untuk anak, sehingga anak bisa segera ganti jika kaos kaki yang dikenakannya sudah dipakai untuk melakukan beberapa aktivitas. Dengan begitu, Anda telah membantu anak untuk tidak memproduksi bau badan yang berasal dari kakinya

Kapan anak boleh pakai deodoran saat muncul bau badan?

Bila bau badan terjadi padahal anak belum mencapai usia pubertas, sebagai orangtua Anda bisa mencegah dan mengatasinya dengan mengajarkan cara mandi yang bersih dan rutin. Perhatikan juga kebersihan pakaiannya dan jenis makanannya, misalnya membatasi makanan yang mengandung bawang, daging merah, atau susu sapi.

Bila tidak berhasil, mungkin memakai deodoran bisa membantu. Namun, perlu diketahui ada batasan usia ketika anak boleh menggunakan deodoran. Kapan anak boleh menggunakan deodoran saat muncul bau badan pada anak? Anak usia 10 atau 11 tahun baru diperbolehkan memakai deodoran.

Selain umur, pemilihan deodoran juga harus tepat. Sekarang ini, banyak deodoran yang dibuat khusus untuk anak. Jangan memilih deodoran yang mengandung paraben, aluminium, atau bahan kimia yang sifatnya alergen dan berbahaya.

Anda juga bisa menggunakan bahan-bahan alami sebagai pengganti deodoran buatan pabrik. Jangan lupa untuk selalu mengonsultasikan rencana Anda untuk mendapatkan rekomendasi dan saran yang tepat untuk mengatasi bau badannya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mulai Kapan Gigi Susu Anak Copot? Apakah Pasti Akan Copot Semua?

Gigi susu anak mulai tumbuh di usia 8-12 bulan. Gigi-gigi kecil ini kemudian akan digantikan oleh 32 buah gigi permanen. Mulai kapan gigi susu copot?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Gigi Anak, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Rubella (Campak Jerman)

Rubella atau campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan virus. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana mencegah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Growing Pain

Growing pain biasanya lebih sering terjadi pada anak laki-laki dari pada perempuan. Kenapa itu bisa terjadi? Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Waktu Memandikan Bayi, Sebaiknya Pagi atau Sore Hari?

Ada yang bilang sebaiknya memandikan bayi di pagi hari, tapi ada juga yang bilang sore lebih pas. Yang benar yang mana? Simak jawabannya di sini, ya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat mual anak cara mengatasi mual anak

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat pilek bayi

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
kulit bayi mengelupas

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit