Usia Berapa Anak Sudah Bisa Pindah dari Dokter Anak ke Dokter Umum?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika anak Anda semakin besar dan mulai menginjak usia remaja, mungkin sudah waktunya untuk Anda mempertimbangkan beralih dari dokter anak ke dokter umum atau dokter spesialis lainnya. Namun, terkadang Anda sendiri sudah merasa cocok dengan dokter anak yang sudah menangani anak Anda dari balita hingga sekarang. Lantas, bolehkah tetap ke dokter anak meskipun usia anak sudah remaja? Atau mulai kapan sebenarnya anak harus berhenti ke dokter anak? Simak ulasannya.

Bolehkah ke dokter anak ketika anak mulai masuk usia remaja bahkan dewasa?

Saat anak Anda mulai menginjak usia remaja, mereka akan menghadapi perubahan hormonal dan memiliki masalah kesehatan yang tentu berbeda ketika mereka masih anak-anak. Jika Anda mencari jawaban kapan waktu yang tepat saat anak Anda harus berhenti ke dokter abak atau pindah dari dokter anak ke dokter spesialis lainnya, menurut Cora Breuner seorang profesor pediatri dan kedokteran remaja di Rumah Sakit Seattle Children dari Universitas Washington, jawabannya adalah tergantung.

Mungkin Anda merasa bahwa dokter anak yang Anda datangi saat anak sakit sangat bisa diandalkan. Mereka mengetahui semua tahap perkembangan anak, termasuk riwayat medis anak hingga mereka usia remaja, dan besar kemungkinan dokter anak akan lebih siap untuk menghadapi anak yang menginjak usia remaja.

Menurut David Tayloe, Mantan Presiden American Academy of Pediatrics, kebanyakan dokter anak masih kedatangan pasien remaja berusia 18 tahun, hingga usia 21 tahun. Di usia inilah anak atau remaja dianggap memasuki usia transisi menjadi dewasa.

David Tayloe menganggap bahwa diusia 18-21 tahun, dokter anak memiliki peran penting untuk mempersiapkan anak atau remaja baik secara fisik yang berkaitan langsung dengan pubertas maupun secara emosional yang berhubungan dengan perubahan hormon.

Dokter anak bisa menjadi ‘teman bicara spesial’ anak khusus soal kesehatan, karena anak sudah mengenal dokter anak dalam rentang waktu yang lama. Untuk anak yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti lemah jantung, dokter anak bisa mempersiapkan dokter spesialis yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

Kapan usia yang tepat saat anak harus berhenti ke dokter anak?

Beberapa anak remaja mungkin merasa aneh jika ia harus datang ke dokter anak ketika mereka sakit. Datang ke dokter anak saat mulai menginjak usia remaja bisa mendatangkan rasa tidak nyaman untuk mereka. Suasana dokter anak yang pasiennya didominasi olah bayi, balita dan anak kecil, membuat anak Anda merasa aneh harus datang ke dokter anak saat tinggi badan mereka semakin bertambah.

Jika anak telah siap untuk berhenti ke dokter anak atau berpindah dokter, Anda harus mendengarkan mereka. Namun, penting untuk memperhatikan, apakah fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan rumah Anda, memiliki dokter spesialis yang anak butuhkan.

Anak yang tetap datang ke dokter anak saat mulai memasuki usia remaja atau dewasa, bukanlah masalah, sepanjang anak merasa nyaman dengan dokter anak untuk berbicara mengenai masalah kesehatan baik secara fisik maupun mental.

Namun, jika dokter anak tidak lagi relevan untuk mengatasi masalah kesehatan yang dialami oleh anak karena keterbatasan fasilitas kesehatan atau faktor yang lainnya. Anda patut pertimbangkan untuk berhenti ke dokter anak.

Yang paling penting sebelum Anda memutuskan untuk tetap pergi ke dokter anak atau berhenti ke dokter anak karena usia anak yang semakin dewasa. Ada baiknya, Anda konsultasikan terlebih dahulu ke dokter anak, apakah anak Anda masih membutuhkan dokter anak atau perlu pindah ke dokter spesialis lainnya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Luka Tertusuk

Karena jenis luka ini mudah tertutup, luka tusuk kerap menimbulkan infeksi jika tidak cepat diobati. Inilah pertolongan pertama untuk luka tusuk.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Mulai Kapan Gigi Susu Anak Copot? Apakah Pasti Akan Copot Semua?

Gigi susu anak mulai tumbuh di usia 8-12 bulan. Gigi-gigi kecil ini kemudian akan digantikan oleh 32 buah gigi permanen. Mulai kapan gigi susu copot?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Gigi Anak, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Parafimosis

DefinisiApa itu parafimosis? Parafimosis adalah kondisi saat kulup penis tidak dapat ditarik kembali ke kepala penis. Dapat menyebabkan kulup penis membengkak dan tersangkut, sehingga mencegah peredaran darah terjadi ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Rubella (Campak Jerman)

Rubella atau campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan virus. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana mencegah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat mual anak cara mengatasi mual anak

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat pilek bayi

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit