Anemia pada Remaja, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anemia tak hanya muncul pada orang dewasa tetapi juga pada remaja. Penyakit ini bisa muncul di masa perkembangan remaja karena satu dan lain hal. Apakah ini hal yang umum terjadi? Berikut penjelasan mengenai penyebab hingga cara mengatasi anemia pada remaja.

 

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Apakah anemia pada remaja umum terjadi?

penyebab anemia pada remaja

Anemia adalah kondisi ketika tubuh mengalami penurunan atau jumlah sel darah merah berada di bawah kisaran normal.

Hal ini terjadi karena kurangnya hemoglobin (protein kaya zat besi) sehingga memengaruhi produksi sel darah merah. Maka dari itu, oksigen juga sulit untuk mencapai sel dan jaringan di dalam tubuh.

Masalah kesehatan atau penyakit pada remaja termasuk anemia seringkali membuat orangtua khawatir. Apalagi, saat mengalami anemia, anak terlihat lebih mudah lelah dan lesu.

Namun, dikutip dari Healthy Children, dikatakan bahwa pertumbuhan yang cepat merupakan penyebab utama anemia pada remaja. Ini merupakan usia dimana anak sangat rentan mengalami anemia.

Apa saja tanda dan gejala anemia pada remaja?

Sebagian orang yang mengalami anemia tidak memperlihatkan gejala atau tanda apa pun. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan anak dapat mengalami gejala anemia seperti di bawah ini:

  • Kulit yang terlihat pucat.
  • Mengalami perubahan suasana hati.
  • Terlihat sangat lelah.
  • Kepala terasa sangat pusing.
  • Detak jantung lebih cepat dari biasanya.
  • Mengalami jaundice (kulit dan mata menjadi kuning).

Saat mengalami anemia berat, anak remaja juga bisa mengalami tanda dan gejala lainnya, seperti:

Apabila anak mengalami kekurangan zat besi yang sangat parah, ada kemungkinan pula ia mengalami gejala lainnya seperti pica.

Pica adalah keinginan untuk makan benda atau barang yag seharusnya tidak dimakan. Namun, ini merupakan kasus yang sangat jarang terjadi.

Penyebab anemia pada remaja

anemia pada remaja

Berikut berbagai pemnyebab anemia yang paling sering dialami:

1. Kurang asupan zat besi

Penyebab paling umum dari anemia adalah ketika anak kekurangan zat besi baik dari makanan atau asupan suplemen.

Apalagi ketika anemia lebih banyak terjadi pada remaja putri karena di masa puber ia merasakan permulaan siklus menstruasi.

Perlu diketahui bahwa kebutuhan zat besi di masa remaja adalah sekitar 8 mg hingga 15 mg setiap harinya. 

Oleh karena itu, Anda juga perlu memperhatikan ketika remaja mulai melakukan diet. Perhatikan asupan gizi serta nutrisinya dengan baik karena hal ini juga bisa memicu anemia.

2. Anemia karena perdarahan

Hal ini bisa terjadi karena pendarahan yang diakibatkan oleh cedera, menstruasi yang cukup berat, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan lainnya.

Maka dari itu, anemia pada remaja lebih sering dialami anak perempuan karena setiap bulannya ia mengalami menstruasi.

3. Sel darah merah rusak

Ini merupakan kondisi yang juga bisa disebut sebagai anemia hemolitik. Kondisi ini termasuk saat sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel darah merah dengan sendirinya.

Perlu diketahui bahwa ini juga merupakan jenis yang disebabkan adanya kelainan sel darah merah karena faktor keturunan. Sebagai contoh, anemia sel sabit juga thalasemia.

4. Produksi sel darah merah terlalu lambat

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab anemia pada remaja yang satu ini, seperti:

  • Anemia aplastik, saat tubuh berhenti membuat sel darah merah karena infeksi atau penyakit.
  • Kekurangan vitamin B12 dari makanan, suplemen, hingga tubuh yang tidak bisa menyerap vitamin ini.

Oleh karena itu, pengobatan anemia sangat didasarkan pada penyebabnya.

Cara mengatasi anemia pada remaja

Jika Anda khawatir dengan kondisi kesehatan anak, hal pertama yang perlu dilakukan adalah dengan berkonsultasi dengan dokter.

Setelah mengevaluasi, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sekaligus melakukan tes darah untuk melihat kadar hemoglobin.

Perawatan serta cara mengatasi anemia yang bisa dilakukan tergantung dari penyebabnya. Beberapa perawatan yang bisa dilakukan adalah:

  • Obat atau suplemen zat besi yang sudah diresepkan dokter.
  • Perubahan pola makan.
  • Transfusi darah.
  • Pengobatan penyakit lainnya yang menjadi penyebab anemia.

Apabila penyebab utama dari anemia adalah kekurangan zat besi, tentunya dokter akan memberikan suplemen zat besi yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Selain itu, ada kemungkinan dokter juga akan menyarankan untuk melakukan perubahan pola makan dengan memperhatikan asupan gizi remaja.

Sebagai contoh, dengan meningkatkan makanan yang kaya akan kandungan zat besi, seperti sayuran hijau, tomat, pisang, kacang-kacangan, hingga protein.

Tidak perlu khawatir berlebihan karena sebagian besar remaja yang mengalami anemia dapat dengan mudah ditangani hingga energinya kembali seperti semula.

Jika Anda melihat tanda serta gejala, segera konsultasikan ke dokter. Termasuk ketika ada anggota keluarga yang mempunyai riwayat anemia atau mudah mengalami perdarahan agar bisa diberikan perawatan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

12 Buah-buahan Penambah Darah untuk Bantu Atasi Anemia

Selain menyehatkan, asupan sejumlah nutrisi tertentu dari buah penting untuk memproduksi sel darah merah. Apa saja buah penambah darah yang terbaik?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kelainan Darah

Kelainan darah atau gangguan hematologi adalah penyakit yang mempengaruhi kuantitas dan fungsi darah. Apa saja penyakit dari kelainan ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Penyakit Kelainan Darah Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Memahami Prosedur Flebotomi, yang Dapat Membantu Mengatasi Kelainan Darah

Flebotomi adalah suatu prosedur medis untuk mengeluarkan komponen darah tertentu ketika seseorang mengalami kelainan darah. Bagaimana prosesnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Penyakit Kelainan Darah Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Hairy Cell Leukemia

Hairy cell leukemia (leukemia sel berambut) adalah jenis kanker darah ganas yang langka, yaitu ketika sumsum tulang Anda membuat terlalu banyak sel B.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kanker, Kanker Darah 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daftar makanan penambah darah, obat penambah darah

Daftar Makanan Penambah Darah untuk Orang Anemia (Plus Pantangannya)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Transfusi Darah

Menyoal Transfusi Darah: Kapan Harus Dilakukan, Manfaat, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
tablet tambah darah untuk ibu hamil

Perlukah Ibu Hamil Minum Tablet Tambah Darah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
komponen darah tes darah

4 Macam Komponen Darah Manusia dan Fungsinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit