Perkembangan Bayi di Usia 37 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Perkembangan Bayi Usia 37 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 37 minggu (9 bulan 1 minggu)?

Menurut Denver II, pada usia 37 minggu alias 9 bulan 1 minggu ini, perkembangan bayi biasanya sudah mampu:

  • Berguling sendiri.
  • Tengkurap dengan lengan tangan menyangga berat tubuh, dan kepala terangkat.
  • Berubah posisi dari tiduran ke duduk, dari berdiri ke duduk, dan dari duduk ke berdiri.
  • Duduk sendiri tanpa bantuan.
  • Berdiri sendiri dengan tangan berpegangan pada orang lain atau benda di sekitarnya.
  • Belajar berkata “mama” atau “dada”tapi belum terlalu jelas.
  • Mengucapkan “ooh” dan “aah”.
  • Tertawa dan menjerit atau memekik.
  • Meniru suatu bunyi.
  • Mengoceh sendiri.
  • Membentuk suara yang sudah lebih jelas.
  • Menyebut suku kata tunggal.
  • Menyebut gabungan suku kata.
  • Memegang mainan.
  • Menyatukan kedua tangannya.
  • Meraih mainan maupun benda lainnya.
  • Mengambil benda yang berukuran kecil.
  • Mengambil 2 buah kubus.
  • Mengenali wajah dan tangannya.
  • Tersenyum tiba-tiba atau saat berkomunikasi dengan orang lain.
  • Makan sendiri meski masih berantakan.
  • Melambaikan tangan tanda perpisahan.

Kemampuan motorik kasar

Secara keseluruhan, ada cukup banyak sekali perkembangan yang sudah dapat dilakukan bayi usia 37 minggu atau 9 bulan 1 minggu ini. Anda masih akan menyaksikan si kecil mengangkat tubuhnya dari posisi tidur menjadi duduk, kemudian dari duduk ke berdiri. Ia juga akan mencoba untuk berbalik sembari melangkahkan kedua kakinya.

Sebelum mulai berjalan sendiri, si kecil masih terus belajar untuk bisa berdiri dengan mantap sembari berpegangan pada tangan Anda atau benda di sekitarnya. Semua hal tersebut merupakan persiapan untuk mencapai langkah berjalan pertamanya.

Intinya, bayi sedang belajar banyak hal untuk mengasah kemampuan dan perkembangan dirinya. Tidak masalah ketika bayi mengalami perkembangan di usia yang berbeda-beda dengan teman-teman sebayanya. Ini dikarenakan bayi bisa fokus pada berbagai kemampuan sekaligus dalam satu waktu.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Meski mungkin pernah dilakukan di beberapa minggu sebelumnya, tetapi di usia ini si kecil biasanya sudah sedikit lebih lancar mengucapkan kata “mama” atau “papa”. Si kecil juga sudah mulai mampu menggunakan sebutan untuk menunjukkan keinginannya akan suatu objek.

Misalnya menyebut “aah” saat melihat botol susu, atau melontarkan kata “ooh” ketika berusaha untuk meraih sesuatu yang tinggi. Anda masih akan mendengar ocehanya setiap waktu sebagai bentuk pembelajarannya setelah mengerti berbagai kosa kata.

Kemampuan motorik halus

Si kecil biasanya sudah cukup lancar melambaikan tangan pada orang lain. Perkembangan bayi 37 minggu atau 9 bulan 1 minggu juga mulai mengenal fungsi lengan yang bisa digunakan untuk melakukan berbagai gerakan. Termasuk menempelkan telapak tangannya ke bibir kemudian melepasnya, sehingga membentuk gerakan “kiss bye“.

Masih seperti usia sebelumnya, si kecil sudah lebih mantap dalam mengambil 2 buah benda dalam 1 kepalan tangannya. Kemampuannya dalam meraih atau mengambil sesuatu juga sudah lebih baik.

Kemampuan sosial dan emosional

Perkembangan bayi di usia 37 minggu atau 9 bulan 1 minggu ini, sudah lebih mampu melambaikan tangannya sebagai tanda mengucapkan selamat tinggal. Namun, buah hati Anda mungki belum mampu mengutarakan keinginannya saat tertarik untuk melakukan atau mendapatkan sesuatu.

Ia masih belajar untuk bisa makan dengan lancar, dan bisa dengan mudah tersenyum atau tertawa sendiri saat sedang bermain atau diajak bicara oleh orang lain.

Apa yang harus saya lakukan untuk membantu perkembangan bayi 37 minggu?

Jika Anda harus pergi selama beberapa hari, bayi mungkin tidak mau melepaskan Anda dan merasa takut terhadap orang lain. Alhasil, akan cukup merepotkan bagi kakek, nenek, pengasuh, maupun orang lain yang menjaga bayi.

Anda bisa membantu dengan mengingatkan orang di sekitar si kecil untuk melakukan pendekatan secara perlahan. Selain itu, bayi yang masih dalam proses perkembangan di usia 37 minggu atau 9 bulan 1 minggu ini masih kurang mengerti konsep pergi ke luar rumah.

Namun, ia akan menyadari bahwa dirinya sedang berada di tempat yang baru dan mungkin masih asing. Jadi, bersiaplah dan jangan kaget melihat sikapnya yang rewel dan selalu ingin berada di dekat dengan Anda.

Untuk mengalihkan perhatiannya, Anda bisa memberikannya buku bergambar, mainan yang menghasilkan suara, balok bertingkat, boneka tangan, maupun apa pun mainan favoritnya.

Agar anak tidak terlalu tertekan, Anda bisa membiarkan ia menghabiskan lebih banyak waktu dengan pengasuh yang dikenalnya dibandingkan membiarkannya dikelilingi banyak orang baru. Jangan lupa, Anda juga bisa terus membantu bayi untuk berdiri sendiri dan mengatur keseimbangan tubuhnya dengan memeganginya saat ia berdiri.

Kesehatan Bayi Usia 37 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter di minggu 37?

Setiap dokter akan memiliki pendekatan tersendiri untuk memeriksa bayi. Urutan pemeriksaan fisik, jumlah dan jenis teknik penilaian dan prosedur juga akan bervariasi tergantung kebutuhan individu anak.

Berikut beberapa pemeriksaan yang biasanya dilakukan dokter, untuk mengenali perkembangan bayi usia 37 minggu atau 9 bulan 1 minggu :

  • Dokter akan bertanya tentang aktivitas Anda dan anak serta anggota keluarga di rumah, cara makan dan tidur bayi, dan kemajuan pada umumnya. Tanyakan tentang cara mengasuh anak bila Anda bekerja.
  • Mengukur berat dan panjang badan serta lingkar kepala bayi dan kemajuannya sejak lahir.

Tidak perlu ragu untuk mengonsultasikan dengan dokter apabila ada masalah pada bayi yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus saya ketahui di minggu 37?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui di perkembangan bayi usia 37 minggu alias 9 bulan 1 minggu, yaitu:

1. Flu

Kebanyakan bayi mungkin akan terkena flu skitar 8-10 kali pada 2 tahun pertama. Tugas utama Anda adalah menjaga bayi tetap merasa nyaman, sehingga tubuhnya bisa melawan virus dan pulih.

Agar kesehatan si kecil cepat pulih, beberapa hal berikut bisa Anda lakukan:

  • Biarkan bayi banyak beristirahat. Ia mungkin perlu tidur siang lebih lama dari biasanya atau jadwal tidur siang tambahan.
  • Letakkan beberapa handuk atau ganjalan di bawah matras untuk mengangkat sedikit kepalanya dan memudahkan pernapasannya.
  • Mandikan bayi dengan air hangat.
  • Tetap berikan bayi cairan seperti ASI, susu formula, atau air putih.
  • Gunakan obat tetes saline tanpa resep dan pipet untuk melegakan dan membuang ingus dari dalam hidung.
  • Letakkan humidifier di dalam kamarnya, atau bawa dia bersama Anda ke dalam kamar mandi beruap. Anda juga bisa memandikannya dengan shower selama 15 menit untuk membantu membersihkan saluran pernapasannya.
  • Konsultasikan kepada dokter anak sebelum memberikan obat flu atau menggunakan alat semprot hidung. Jangan pernah memberikan aspirin, ephedra, atau ephedrine, atau obat lain yang mengandung bahan-bahan ini.
  • Sebagai gantinya, Anda bisa memberikan acetaminophen atau ibuprofen untuk demam, tapi penting untuk menentukan dosis yang cocok sebelumnya. Jika Anda tidak yakin dosisnya, hubungi dokter.
  • Hubungi dokter bila gejalanya memburuk setelah 5 hari atau berlangsung lebih dari 10-14 hari. Terlebih ketika bayi mulai bernapas mendengik, sulit bernapas, terus menangis saat makan atau saat hendak tidur, terus menarik telinganya, atau suhu rektum lebih dari 38,3 derajat Celcius.

Untuk mencegah flu, cuci tangan Anda dan bayi Anda secara teratur, dan minta orang lain untuk mencuci tangan mereka sebelum memegang bayi.

Jauhkan bayi dari orang yang sedang sakit dan perokok. Jika Anda sedang menyusui, lanjutkan selama mungkin untuk dapat mengurangi peluang terkena flu.

2. Infeksi telinga

Jika si kecil belum pernah mengalami infeksi telinga, bersiap apabila sewaktu-waktu itu terjadi. Hal ini biasanya terjadi karena sistem kekebalan tubuh membuat si kecil rentan mengalami pilek dan infeksi pernapasan.

Alhasil, ia bisa mengalami infeksi telinga. Segera hubungi dokter untuk memeriksakan kondisi bayi lebih lanjut.

3. Perubahan pola tidur

Kualitas tidur dan waktu atau jam tidur bayi merupakan dua hal yang penting dalam perkembangan di usia 37 minggu atau 9 bulan 1 minggu. Bila bayi menolak untuk tidur siang, tapi tampak rewel dan terlalu capek pada jam makan malam, kemungkinan dia memerlukan waktu tidur tambahan.

Akan tetapi, mungkin ia akan protes karena ingin menghabiskan waktu untuk beraktivitas dan menjelajahi ruangan sekitarnya. Bayi yang kurang tidur siang biasanya tampak kurang bahagia dan rewel.

Jika bayi susah tidur siang, berusahalah untuk menidurkannya. Cobalah membaringkannya saat ia sudah kenyang dan sudah mandi, dan memutarkan musik yang membuat rileks dan tenang. Anda juga bisa memijat di dalam ruangan yang senyap dengan penerangan remang-remang.

Jangan cepat menyerah bila bayi tetap tidak tertidur. Beberapa bayi memang perlu waktu untuk tenang di siang hari. Jika cara tersebut tidak manjur juga, Anda mungkin harus membawanya keluar dengan kereta dorong atau mobil untuk menidurkannya.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai pada perkembangan bayi 37 minggu?

1. Memberi makan bayi di atas meja

Bayi harus mulai duduk bersama dengan orang dewasa untuk belajar tentang tata krama dan kemampuan bersosialisasi selama makan. Caranya bisa dilakukan dengan menyusun kursi makan bayi dekat dengan meja pada jam makan, atau atur bayi pada tempat duduk ruang makan.

Berikan bayi tempat tersendiri dan beberapa makanan kecil, dan libatkan bayi dalam percakapan di meja.

2. Tidak lagi mau menyusui

Jika bayi terus protes saat menyusui, atasi dengan tips berikut:

  • Cobalah menyusui di tempat yang sepi dan tenang. Bayi berusia 8-9 bulan yang rasa ingin tahunya semakin bertambah mudah teralihkan oleh hampir segalanya, dari televisi sampai bunyi sirene truk pemadam kebakaran dan anjing yang lewat.
  • Untuk memaksimalkan konsentrasi bayi, menyusui dapat dilakukan di ruangan yang gelap dan sunyi. Elus dan peluk bayi dengan lembut saat dia sedang minum, untuk menenangkannya.
  • Susui saat bayi sedang mengantuk, terutama pada pagi hari sebelum bayi mulai sibuk lagi. Susui setelah mandi air hangat pada malam hari, atau setelah pemijatan, atau sebelum waktu tidur siang.
  • Susui bayi saat sedang beraktivitas.
  • Jika bayi masih tampak tidak berminat saat menyusui, dia mungkin benar-benar ingin berhenti minum ASI. Walaupun Anda mungkin tidak siap untuk tahap ini, tidak ada yang bisa Anda lakukan.

Anda harus melanjutkan memompa ASI untuk memberi makan bayi sampai setidaknya akhir tahun pertama. Bila Anda sudah tidak bisa menyusui, Anda bisa menggantinya menjadi susu formula.

Anda dapat memasukkan ASI atau susu formula ke dalam botol saat bayi ingin menyusu. Cobalah menyiapkan ASI atau susu formula dalam gelas, setidaknya beberapa hari. Bayi yang mulai minum dengan gelas lebih dini seringkali sangat mahir pada usia ini.

Bila Anda memang telah sepenuhnya menyapih bayi, cobalah melakukannya secara bertahap-untuk kesehatan bayi dan kenyamanan Anda sendiri. Menyapih secara bertahap akan memberikan waktu bagi bayi untuk meningkatkan asupan susu formula sebelum benar-benar berhenti minum ASI.

Sekaligus memberikan kesempatan bagi payudara Anda untuk mengurangi produksi ASI secara perlahan guna menghindari pembengkakan yang menyakitkan.

Seperti apa pertumbuhan bayi pada minggu ke-38?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca