Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi Sampai Usia 2 Tahun

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kecerdasan emosional atau emotional intelligence adalah keterampilan yang mencakup banyak hal, termasuk rasa bahagia, sedih, empati, hingga harapan. Proses pembentukan kecerdasan emosional umumnya berawal dari pola pengasuhan bayi, sampai ia berkembang menjadi anak-anak dan akhirnya dewasa.

Dengan berbekal kecerdasan emosional yang baik, akan membentuk standar perilaku yang baik pula untuk perkembangan bayi sampai ia dewasa. Oleh karena itu, sebaiknya pahami tahap demi tahap perkembangan kecerdasan emosional bayi, berikut cara tepat untuk melatihnya.

Apa itu kecerdasan emosional ?

perkembangan bayi 24 minggu

Kecerdasan emosional akan membuat seseorang mampu mengidentifikasi dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Jadi bukan hanya pada diri sendiri, tapi kecerdasan emosional yang tertanam di dalam diri juga dapat diterapkan pada orang lain.

Sejak bayi dilahirkan, proses pembentukan kecerdasan emosional bayi sebenarnya telah mulai berjalan sesuai dengan cara mereka dididik dan diperlakukan. Sejatinya, emotional intelligence adalah kemampuan yang dapat terbentuk dari interaksi berbagai sumber.

Mulai dari orangtua, saudara, kerabat, pengasuh, serta orang-orang yang terlibat dan berinteraksi langsung dengan bayi.

Perkembangan kecerdasan emosional bayi sampai usia 2 tahun

Seiring bertambahnya usia, kecerdasan emosional bayi juga akan semakin berkembang. Sebagai gambaran, berikut perkembangan kecerdasan emosional bayi berdasarkan grafik pertumbuhan Denver II:

Usia 0-6 bulan

Bayi baru lahir sebenarnya telah dianugerahi kecerdasan emosional berupa mampu mengenali wajah orang-orang di sekitarnya. Menginjak usia bayi 1 bulan 1 minggu, buah hati Anda mulai fasih tersenyum saat ada yang mengajaknya berkomunikasi.

Sekitar seminggu kemudian yaitu usia bayi 1 bulan 2 minggu, Anda akan melihatnya mampu tersenyum secara tiba-tiba. Hal itu mungkin terlihat saat bayi sedang memperhatikan sesuatu yang menarik baginya.

Mulai usia bayi 2 bulan, ia sedang belajar untuk mengenali dan memperhatikan tangannya sendiri.B Bayi akan berusaha menggerak-gerakkan tangannya di usia bayi 3 bulan. Mulai usia bayi 4 bulan, si kecil mulai belajar untuk bermain dengan mainannya sendiri.

Namun, ia baru benar-benar bisa melakukannya dengan baik saat usia bayi 5 bulan 1 minggu. Kemudian genap di usia bayi 6 bulan, Anda dapat membiarkan bayi belajar makan sendiri di atas kursi makan miliknya.

Usia 6-12 bulan

Setelah si kecil telah berusia lebih dari 6 bulan, kecerdasan emosional yang akan ia pelajari yakni melambaikan tangan. Hal ini biasanya mulai dilakukan di usia bayi 7 bulan 3 minggu. Baru kemudian di usia bayi 9 bulan 1 minggu, si kecil sudah terlihat mampu melambaikan tangan dengan luwes.

Masih di usia yang sama pula, si kecil tampak mulai dapat menunjukkan keinginannya terhadap sesuatu meski masih perlu belajar lagi. Menginjak usia bayi 11 bulan, si kecil sedang dalam prosesnya untuk menirukan aktivitas yang ia lihat.

Akan tetapi, hal ini belum mampu dilakukannya dengan fasih. Berjalan ke usia bayi 11 bulan 1 minggu, Anda akan melihat bayi telah lebih lancar mengutarakan keinginannya. Entah itu dengan menangis, atau mengoceh “ooh”, “aah”, “ba-ba”, dan lain sebagainya.

Kecerdasan emosional bayi 12 bulan, ia sudah cukup handal bermain menggelindingkan bola dengan bantuan orang lain.

kemampuan motorik halus bayi

Usia 12-18 bulan

Selanjutnya, di usia bayi 13 bulan  bayi Anda telah benar-benar mampu melakukan bermain bola dengan lawan bermainnya sebagai tanda perkembangan kecerdasan emosional. Menginjak usia bayi 15 bulan, Anda akan dibuat bangga dengan kemampuan si kecil yang telah bisa minum sendiri.

Biasanya, bayi akan menggunakan gelas sippy atau sippy cup, atau gelas berukuran kecil untuk bayi. Selang 3 bulan kemudian pada usia bayi 18 bulan, si kecil bisa dibilang sudah cukup handal menggunakan sendok dan garpu saat makan. Meski begitu, ia masih terus membutuhkan latihan sampai benar-benar melakukannya dengan lancar.

Usia 18-24 bulan

Sekitar usia 19 bulan atau 1 tahun 7 bulan, si kecil bisa memperagakan caranya memberi makan bonekanya saat bermain. Selain itu, buah hati Anda juga mulai belajar untuk menyikat giginya dengan bantuan Anda, di usia bayi 22 bulan.

Satu bulan setelahnya yakni sekitar usia bayi 23 bulan, si kecil mulai belajar mengetahui cara mencuci dan mengeringkan tangannya sendiri. Hampir genap di usia bayi 24 bulan atau 2 tahun, ia juga mulai mampu memakai pakaiannya sendiri.

Meski begitu, ketiga aktivitas tersebut belum benar-benar mahir dilakukannya. Setelah usia bayi di atas 2 tahun, biasanya perkembangan kecerdasan emosional bayi terkait aktivitas tersebut sudah tampak lancar dilakukan si kecil.

makanan bayi 11 bulan

Bagaimana cara mengasah kecerdasan emosional bayi?

Kecerdasan emosional atau emotional intelligence adalah salah satu kemampuan bayi yang bisa dibentuk. Agar tumbuh kembang bayi senantiasa optimal, Anda dapat membantu melatih kecerdasan emosional dirinya sedari kecil.

Usia 0-6 bulan

Cara melatih kecerdasan emosional atau emotional intelligence pada bayi usia 0-3 bulan adalah sebagai berikut:

Berikan senyum dan sentuhan lembut

Usia bayi 3 bulan pertama merupakan waktu bagi si kecil untuk belajar merasa aman, nyaman, dan ingin tahu dengan dunia di sekitarnya.

Dengan memberikan bayi senyuman dan sentuhan yang penuh kasih sayang, akan membuatnya merasa senantiasa nyaman, aman, dan bahagia. Hal ini dapat menumbuhkan kepercayaan dirinya, sekaligus melatih kecerdasan emosional.

Rangsang bayi untuk belajar mengekspresikan keinginan

Selama masih belum dapat berbicara, bayi akan selalu mengandalkan kemampuan menangis, mengoceh sendiri, menunjukkan ekspresi wajah, hingga memperlihatkan gerakan tubuh. Hal tersebut dilakukannya untuk memberi tahu orang-orang di sekitarnya bahwa ia membutuhkan dan menginginkan sesuatu.

Bayi akan menguap saat mengantuk, memalingkan wajah saat merasa tidak ingin bermain, dan lainnya. Untuk melatih perkembangan emosional bayi sekaligus bentuk perhatian, Anda bisa mengajaknya bicara seperti, “Ngantuk ya, sayang? Yuk, kita bobo saja.”

Tunjukkan ia bahasa tubuh

Selain dengan mengajaknya berbicara, Anda bisa membentuk kecerdasan emosional bayi dengan melakukan bahasa tubuh. Ambil contohnya saat Anda ingin memeluk bayi, coba rentangkan kedua tangan Anda lebar-lebar.

Gerakan ini membuat bayi memahami bahwa merentangkan kedua tangan merupakan pertanda saat Anda ingin menggendong bayi, dan kemudian memeluknya dengan lembut.

Hal yang perlu anda ingat, emotional intelligence adalah kemampuan sejak kecil yang bisa dilatih dengan berbagai cara. Oleh karena itu, Anda juga bisa melontarkan senyum setiap kali bercanda dan mengajaknya bicara. Saat bayi melihat Anda melakukannya, hal ini akan membantu memicu bayi untuk tersenyum juga.

Lakukan kegiatan tertentu secara rutin

Aktivitas yang dilakukan secara rutin dapat membantu melatih kecerdasan emosional bayi, karena bayi akan memahami hal yang perlu dilakukan di waktu-waktu tertentu.

Sebagai contoh, biasakan untuk mematikan lampu kamar saat memasuki waktu tidur bayi. Cara ini dapat membuat bayi mengerti bahwa ini merupakan saat yang tepat untuk beristirahat dan tidur.

bayi tersenyum pertama kali

Usia 6-12 bulan

Cara melatih emotional intelligence atau kecerdasan emosional bayi usia 6-9 bulan adalah sebagai berikut:

Dukung bayi menjelajah sekitarnya

Sedari kecil, anak-anak sudah senang mengamati serta tertarik pada banyak hal. Ia merasa sangat bersemangat untuk melihat dan mencoba berbagai hal-hal baru. Jadi, biarkan ia melakukan keinginannya, dan tetap awasi pergerakannya.

Jika Anda melihat bayi menyusun mainan balok yang tinggi tiba-tiba rubuh, dukung dia dengan kalimat positif. Meski kadang merasa kesal, tapi biasanya ia tetap tidak menyerah dan kehilangan semangat untuk mencoba melakukannya lagi dan lagi.

Biarkan ia mengulangi suatu hal berkali-kali

Bagi bayi, proses pembelajaran bisa berlangsung kapan saja, termasuk ketika sedang bermain. Oleh karena itu, saat bermain atau melakukan sesuatu kemudian Anda melihatnya melakukan hal yang sama berulang kali, biarkan ia terus mengulangi untuk memuaskan rasa penasaran dan ingin tahunya.

Salah satu contoh, ketika bayi mencoba menggelindingkan bola saat bermain, tapi ia belum berhasil menggelindingkan bola dengan jarak yang jauh. Si kecil mungkin akan terus melakukan hal yang sama hanya untuk melihat seberapa jauh ia berhasil menggelindingkan bola. Setelah berhasil melakukannya dengan baik, baru ia akan merasa puas.

Sampaikan pada bayi saat Anda akan melakukan aktivitas dengannya

Beberapa kali mungkin Anda akan menemukan si kecil tampak berguling menjauhi Anda, atau bercanda saat Anda hendak mengganti popoknya. Meski kadang merasa sedikit kesal, sebenarnya ia tidak sedang ingin memancing amarah Anda.

Hal ini adalah cara bayi untuk belajar melatih kemampuan emosional atau emotional intelligence dalam dirinya. Tertawa dan bercanda saat Anda hendak mengganti popok, memandikan, atau memakaikan bayi baju juga merupakan upaya bayi untuk memberi tahu Anda mengenai perasaannya.

Cobalah untuk menyampaikan pada si kecil saat Anda hendak mengganti popoknya dengan berkata, “Kita ganti popok kakak ya. Nanti kalau udah selesai, kakak boleh main lagi.” Walaupun belum benar-benar mengerti, setidaknya komunikasi yang Anda sampaikan seolah memberikan “kode” pada si kecil.

perkembangan bayi 13 bulan perkembangan bayi 1 tahun 1 bulan

Usia 12-18 bulan

Cara melatih emotional intelligence atau kecerdasan emosional bayi usia 12-18 bulan adalah sebagai berikut:

Beri contoh yang baik pada bayi

Di usia ini, bayi sedang senang meniru perilaku yang dilakukan orang lain. Ketika melihat Anda sedang menelepon, bayi bisa menggunakan mainan atau benda lainnya kemudian menempelkannya di kuping, seolah sedang bercakap-cakap dengan seseorang.

Jadi sebisa mungkin, berikan contoh yang baik dan benar setiap kali melakukan sesuatu. Apa yang bayi lihat, itulah yang juga akan ia lakukan.

Biarkan bayi mencoba makan sendiri

Pada beberapa waktu, si kecil bisa tampak rewel saat Anda ingin menyuapinya. Hal ini mungkin karena ia sedang ingin makan sendiri tanpa bantuan dari Anda, sebagai salah satu tanda perkembangan kemampuan emosional pada usia 12-18 bulan.

Usia 18-24 bulan

Cara melatih emotional intelligence atau kecerdasan emosional bayi usia 18-24 bulan adalah sebagai berikut:

Tanggapi dengan baik saat bayi tidak bisa mengendalikan perasaannya

Seperti yang telah dijelaskan di awal, emotional intelligence adalah kemampuan yang melibat diri dan orang lain. Seiring bertambahnya usia bayi, terkadang ia tampak menunjukkan perilaku negatif dan sulit mengendalikan perasannya.

Alhasil ketika merasa kesal, si kecil lebih memilih untuk memukul, menggigit, menendang, dan lain sebagainya. Coba ajarkan ia untuk mengendalikan perasaannya sendiri, dengan mengajaknya bicara dan mencontohkan hal yang seharusnya ia lakukan dalam kondisi ini.

Anda dapat meminta si kecil untuk tenang sejenak, membawanya ke tempat yang tidak ramai orang, atau mengajaknya istirahat dulu.

Perkembangan kemampuan emosional atau emotional intelligence adalah kemampuan yang tidak boleh dianggap sepele pada bayi. Kenali tahap-tahap perkembangan kemampuan ini, serta cara melatihnya, agar bayi dapat berkembang secara optimal.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 22, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 22, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca