Periode Perkembangan

Bicara Dalam Bahasa Bayi Bisa Merangsang Kemampuan Si Kecil Bicara

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Saat merasa haus, lapar, atau sakit, bayi tidak bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan, mereka hanya bisa menangis untuk menarik perhatian Anda. Namun, ada kalanya bayi berbicara dalam bahasanya sendiri untuk mengajak Anda berkomunikasi, dan Anda biasanya akan langsung merespon ocehan si kecil ini dengan bahasa yang sama dengannya. Terdengar lucu memang, namun apakah bahasa bayi atau baby talk ini bisa membantu si kecil cepat belajar bicara atau justru menghambat belajar bahasa anak?

Pentingnya orangtua bicara dengan bahasa bayi

Selama satu tahun sejak si kecil lahir, pasti ada banyak sekali hal-hal baru yang ia coba pelajari, salah satunya adalah cara berkomunikasi. Saat sang buah hati tersenyum, tertawa, atau sekedar berceracau memanggil Anda dengan sebutan ‘mama’ atau ‘bubu’, itu adalah caranya sendiri untuk mengajak Anda mengobrol.

Melalui baby talk atau bahasa bayi tersebut, si kecil berharap Anda akan menjawab ceracauannya kembali dengan tersenyum, bernyanyi, atau membacakan buku. Berkomunikasi dengan sang buah hati adalah fase penting pada masa-masa awal ia lahir.

Anda sebaiknya memusatkan perhatian pada perkembangan kemampuan berbicara dan berbahasa si kecil karena hal tersebut berhubungan dengan banyak hal. Mulai dari perkembangan kemampuan membaca, menulis, serta ikatan batin dengan si kecil kelak di kemudian hari.

Saat anak tersenyum dan memerhatikan Anda

Jauh sebelum si kecil dapat berbicara dengan lancar, bayi sesungguhnya sudah mampu memahami arti perkataan yang Anda ucapkan secara umum. Tak hanya itu, bayi juga menyerap pemahaman tentang nada bicara, jadi ia tahu kapan Anda sedang senang atau sedang marah-marah.

Nah, oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mendukung usaha si kecil untuk berkomunikasi sejak dini dengan cara memberikan perhatian penuh padanya. Berikut adalah cara-cara yang dapat Anda lakukan.

  • Berikan waktu dan perhatian Anda pada si kecil saat ia berbicara, tak peduli seberapa sibuknya Anda. Dengarkan ceracauannya dengan penuh kasih sayang, tanggapi pula perkataannya, meskipun Anda tidak mengerti apa maksudnya. Cara ini akan memancing si kecil untuk terus berbicara.
  • Saat anak sedang tertawa, lihat mukanya dengan antusias. Jangan menoleh, memotong, atau berbicara dengan orang lain. Anda pun boleh ikut tertawa agar ia merasa diperhatikan.
  • Sering-seringlah tersenyum di depan si kecil, terutama saat ia mulai bicara dalam bahasa bayi yang khas.
  • Satu hal yang tak kalah penting adalah kesabaran. Ya, terutama kesabaran untuk mengartikan setiap tanda yang si kecil berikan dalam komunikasi non-verbalnya. Bahkan ekspresi muka dan ceracauan tanpa makna pun adalah sinyal bahwa si kecil merasa senang atau malah sedang sebal.

kepala bayi terbentur

Tirukan perkataan sang buah hati

Sejak awal anak belajar untuk bicara, bahasa bayi harus berjalan dua arah. Artinya, saat bayi mengeluarkan bunyi dari mulutnya, Anda diharapkan dapat menimpali perkataan tersebut dengan cara Anda sendiri. Salah satunya adalah dengan meniru apa yang diucapkan bayi, tidak peduli sekacau apa ceracauannya.

Meski terdengar lucu, baby talk akan membuat si kecil merasa penting, dicintai, serta diperhatikan sepenuhnya oleh Anda. Cobalah menerapkan hal-hal berikut ini untuk memulai berkomunikasi:

  • Bersikaplah seperti cermin. Ikutlah tersenyum atau cemberut seperti saat anak melakukan hal tersebut.
  • Berikan respon sebaik mungkin, bahkan saat Anda tidak mengerti apa yang si kecil coba untuk katakan.
  • Ajarkan anak cara berkomunikasi layaknya orang dewasa, yakni dengan mengumpan balik setiap perkataan agar komunikasi menjadi dua arah dan berkesinambungan satu sama lain.
  • Tiru ceracau lucunya. Misal saat sang buah hati berkata ‘gu gu gu’ atau ‘pa pa pa’, tirulah perkataann tersebut lalu tunggu sampai ia mulai mengeluarkan ceracauan lain untuk Anda tirukan kembali.
  • Selain ceracauan, gerak tubuh atau bahasa tubuh juga merupakan cara si kecil untuk berkomunikasi. Anda dapat menirukan caranya menggerakkan tangan atau menggelengkan kepala sebagai sinyal bahwa Anda mengerti maksud perkataannya.
  • Ucapkan kata-kata dengan jelas dan benar layaknya orang dewasa. Bila anak Anda berkata “aju” untuk menyebut “jatuh”, Anda ulangi perkataannya dengan ucapan yang benar (“jatuh”), bukan ucapan yang salah (“aju”). Bila Anda mengulangi ucapan yang salah, anak akan meniru ucapan yang salah itu dan tidak mengetahui mana yang benar.

Sering-seringlah berbicara dengan anak

Bayi itu tak hanya cerewet, namun ia juga pendengar yang baik. Ia sangat antusias saat mendengar ibunya sedang berbicara, terutama jika Anda mengajaknya berkomunikasi dengan nada suara lembut dan terdengar bahagia.

Bayi belajar berbicara dengan cara meniru perkataan yang ia dengar di sekitarnya. Itu berarti, semakin sering Anda mengajak si kecil berbicara, semakin cepat pula anak akan menguasai ketrampilan berbicara dan berbahasa.

Namun, ada beberapa hal yang orang tua sering salah kaprah saat mencoba berkomunikasi dengan bayi. Misalnya saja banyak orang dewasa yang menggunakan nada suara khusus saat mencoba untuk berbahasa bayi, yakni dengan meninggikan suara dengan ekspresi yang terlalu berlebihan. Padahal, Anda cukup menjawab perkataannya dengan nada suara normal seperti saat Anda berbicara dengan orang dewasa lain.

Bahasa bayi sejatinya menirukan suara serta mimik khusus wanita, karena bayi mengasosiasikan suara wanita dengan kenyamanan serta cinta kasih. Meski ada banyak pendapat mengatakan bahwa bahasa bayi atau baby talk tidak baik bagi perkembangan berbahasa anak, namun sesungguhnya baby talk tidak akan menghambat atau mengganggu bayi belajar berbicara selayaknya orang dewasa di kemudian hari.

Anda dapat mengajari si kecil kata-kata yang benar dengan cara mengulangi hal tersebut bekali-kali hingga anak mulai biasa mendengar kata tersebut. Misalnya menyebut kata “botol” saat memberikan dia botol susu. Atau, Anda dapat menunjuk diri sendiri sambil berujar mama setiap ia melihat mata Anda.

Terapkan hal tersebut di mana pun dan kapan pun, baik saat menyusui, memakaikan pakaian, atau memandikan si kecil. Selalu hubungkan suatu bunyi dengan obyek atau aktivitas sehari-hari agar bayi mudah menyerap banyak hal-hal baru sekaligus. Contohnya, Anda dapat mengasosiasikan bak yang penuh air atau mainan kecil berbentuk bebek kuning dengan mandi”.

kista ginjal pada bayi dan anak-anak

Kapan bayi mulai belajar berbicara?

Beberapa bayi sudah mampu mengucapkan beberapa kata saat ia genap berusia satu tahun. Namun ada juga anak yang baru mulai berbicara saat usianya menginjak 18 bulan. Perkembangan bicara pada anak sangat berbeda-beda.

Jika anak terlambat berbicara, mungkin ada yang salah dengan cara Anda mengajarkannya komunikasi. Berikut tips agar anak cepat menyerap kata-kata di sekitarnya.

Usia 1-3 bulan

Inilah saat-saat dimana bayi senang mendengar Anda berbicara dan menimpali perkataan Anda dengan tersenyum atau melambai-lambaikan tangan mungilnya. Biasanya saat berusia 2 bulan, bayi akan mulai berkata ‘ooh’ dan ceracauan lucu lainnya. Di usia ini, Anda boleh mulai membacakan dongeng atau mendengarkannya musik untuk membantu merangsang perkembangan otak si kecil.

Usia 4-7 bulan

Pada usia ini, bayi sudah mulai paham bahwa bahasa bayi memiliki arti di mata Anda. Ia menunggu-nunggu reaksi Anda terhadap setiap ceracaunya. Karena itulah, bayi mulai cerewet karena sedang bereksperimen dengan berbagai bunyi dan intonasi.

Ia mulai menaikkan maupun menurunkan nada suaranya saat berbicara, persis seperti orang dewasa saat bertanya atau menekankan kalimat tertentu.

Usia 8-12 bulan

Ini adalah ‘usia emas’ saat anak mulai dapat memanggil Anda dengan sebutan mama‘”atau papa untuk pertama kalinya. Awalnya mungkin hanya kebetulan saja ia dapat memanggil orangtuanya. Namun, jika Anda dapat memberikan reaksi khusus saat ia mengucapkan mama“, maka si kecil akan mulai senang menyebut kata tersebut.

Sering-seringlah tersenyum dan melihat muka bayi saat mengajarkan si kecil suatu kosa kata. Misalnya, Anda hendak mengajarinya untuk mengenal kata ‘makan’, maka Anda harus mengulangi kata tersebut sepanjang hari agar cepat diserap oleh otak si kecil.

Apabila anak Anda tak kunjung berbicara sampai usianya lebih dari satu tahun, maka ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Pada usia satu tahun, seharusnya sang buah hati sudah dapat merespon arti kata ‘tidak’, mengenal namanya sendiri, atau datang ke arah Anda saat Anda melambaikan tangan dan berkata ‘sini’.

Meskipun perkembangan berbahasa setiap anak berbeda-beda, namun memeriksakan anak ke dokter sedini mungkin adalah pencegahan terbaik untuk mengetahui apakah si kecil mengalami kesulitan berbicara.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca