Periode Perkembangan

Mengulik Pro dan Kontra Safety Harness untuk Balita

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Sampai saat ini, safety harness atau tali kekang untuk balita masih menuai pro dan kontra di kalangan orangtua. Ada yang setuju soal penggunaannya karena justru bisa membantu anak itu sendiri, ada juga yang menganggapnya tidak pantas. Memangnya, apa saja manfaat dan risiko safety harness untuk balita? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Manfaat safety harness untuk balita

1. Menjaga keselamatan anak

Para orangtua tahu betul bagaimana gerak-gerik anak balita yang tidak bisa diprediksi, terutama saat berada di tempat umum. Terkadang mereka berlarian, melompat-lompat, dan menghampiri teman seusianya untuk bermain bersama.

Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para orangtua, sebab orangtua perlu memusatkan perhatian ekstra pada si kecil agar tidak terlepas dari jangkauan. Di sinilah fungsi safety harness untuk memastikan keselamatan si kecil supaya tidak melarikan diri dari sisi para orangtua. Maka, si kecil akan tetap aman dalam pengawasan para orangtua.

2. Membantu anak-anak yang berkebutuhan khusus

Anak-anak yang telah didiagnosis menderita ADHD, autisme, down syndrome, dan gangguan sensorik lainnya seringkali menjadi pusat perhatian saat berada di tempat umum. Ternyata, harness tidak hanya baik untuk anak-anak normal saja, tetapi juga baik untuk anak-anak berkebutuhan khusus. 

Pada anak-anak berkebutuhan khusus, harness bermanfaat sebagai pengamanan ekstra agar mereka tetap dalam pengawasan para orangtuanya. Selain itu, alat ini juga berguna untuk melatih keseimbangan anak saat berjalan. Dengan demikian, para orangtua tidak perlu khawatir lagi untuk membawa anak-anak pergi keluar rumah dan bermain bersama.

3. Memberikan kebebasan pada anak

Dibandingkan dengan kereta bayi atau menggendong anak, safety harness justru lebih memberikan kebebasan pada anak untuk menjelajah lingkungan sekitarnya dengan aman. Sebab, saat mereka di kereta bayi, mereka hanya bisa duduk dan sulit bergerak ke mana-mana. Karena itulah, harness lebih memberikan ruang bebas untuk anak agar bisa berjalan dan bergerak sekaligus aman dalam menjaga anak.

Risiko safety harness untuk balita

1. Menghambat proses pembelajaran anak untuk mengendalikan diri

Selain dari berbagai manfaat yang bisa diperoleh dari safety harness, alat ini juga memiliki risiko pada perkembangan anak.

Anak dikhawatirkan menjadi terbiasa menggantungkan diri dengan orangtuanya melalui penggunaan harness. Anak tidak terlatih untuk bangun sendiri saat jatuh karena percaya ada orangtua yang menahan mereka. Semakin lama anak menggunakan harness, maka anak akan semakin sulit belajar menjaga keselamatannya sendiri saat mereka bergerak atau berjalan.

2. Membatasi sifat keingintahuan anak

Masa balita merupakan saat ketika pertumbuhan otak dan tubuh berkembang dengan pesat. Di masa ini pula, anak akan senang untuk melakukan eksplorasi dan bebas belajar banyak hal baru yang ada di sekitarnya. Sayangnya, hal ini akan terhambat bila anak dipasangkan safety harness.

Ini karena anak menjadi tidak bisa bebas berlarian atau mengeksplor keingintahuannya pada dunia luar atas kemauannya sendiri. Orangtua akan lebih banyak menahan tubuh anak agar saat anak menjelajahi lingkungan barunya. Kondisi ini tentu akan memengaruhi tumbuh kembang anak seiring berjalannya waktu.

Tips penggunaan safety harness yang aman untuk balita

Kini Anda sudah tahu berbagai manfaat dan risiko menggunakan safety harness untuk si kecil. Pada dasarnya, safety harness tergolong aman digunakan, asalkan Anda tidak membatasi pergerakan anak. Ambil contoh, Anda tidak dianjurkan untuk menarik anak dengan harness saat dia berlarian. Sebab, ini akan membuat tubuh anak tertarik dan tertahan dengan tali yang melekat di tubuhnya. Justru akan lebih baik bila orangtua lebih mengikuti arah pergerakan anak dan beralih menggendongnya bila ia sudah berlari terlalu jauh.

Selain itu, batasi waktu penggunaan safety harness untuk si kecil agar tidak terhambat pergerakannya. Cukup sesekali gunakan harness bila memang kondisi mendesak. Misalnya ketika Anda harus mendorong kereta bayi dan di saat yang sama harus mengajak kakaknya yang berusia balita untuk bepergian. Gunakan harness hanya pada waktu-waktu tertentu sehingga tumbuh kembang anak tetap bebas tersalurkan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca