Belakangan ini, Anda sebagai orangtua mungkin sering mendengar tentang “stunting” pada anak. Ya, stunting menjadi salah satu fokus pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Banyak studi telah membuktikan bahwa anak yang tumbuh stunting membawa banyak kerugian untuk dirinya. Misalnya saja, berisiko mengalami masalah perkembangan yang tidak dapat diubah lagi, sehingga berdampak panjang pada masa depannya. Lalu, apakah stunting dapat dicegah? Kapan waktu terbaik untuk mencegah anak stunting?

Apa itu stunting?

Stunting atau juga bisa disebut pendek merupakan sebuah kondisi di mana tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Hal ini bisa mengindikasikan bahwa pertumbuhan anak terhambat.

Stunting bisa disebabkan oleh kekurangan gizi dalam waktu lama, sejak anak masih dalam kandungan sampai anak berusia dua tahun. Hal ini bisa disebabkan oleh praktik pemberian makan yang buruk, ketidakcukupan gizi, dan penyakit infeksi berulang yang dapat mencegah bayi mendapatkan nutrisi yang ia butuhkan untuk pertumbuhan.

Apa akibat dari stunting?

Stunting bisa berdampak buruk dalam waktu panjang maupun pendek. Ini bisa jadi berpengaruh dalam kehidupan bayi di masa depan, baik dalam segi kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi.

Stunting pada anak bisa berpengaruh pada perkembangan otaknya. Akibatnya, performa anak di sekolah bisa lebih buruk dibandingkan anak yang tidak stunting. Di masa akan datang, hal ini bisa jadi dapat memengaruhi kehidupan perekonomian anak. Para ekonom bahkan memperkirakan bahwa stunting dapat mengurangi GDP suatu negara sebesar 12%.

Selain itu, anak stunting umumnya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah dan juga memiliki risiko yang lebih besar pada penyakit serius, seperti diabetes dan kanker. Dampak stunting bahkan juga dapat diteruskan ke generasi selanjutnya. Ibu yang stunting berisiko melahirkan bayi yang juga stunting apabila kecukupan gizinya tidak dperhatikan.

Sayangnya, kondisi stunting ini tidak dapat diperbaiki. Ada kemungkinan bisa diperbaiki, namun ini sangat membutuhkan dukungan lingkungan baru yang lebih baik. Untuk itu, penting bagi Anda orangtua untuk dapat mencegah anak stunting.

Kapan waktu yang tepat untuk mencegah anak stunting?

Sulit untuk memperbaiki stunting yang sudah dialami anak jika anak sudah berusia lebih dari 2 tahun. Hal ini karena sampai usia dua tahun merupakan masa kritis (critical window) atau juga termasuk masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK), di mana pada saat ini pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi sangat cepat.

Tinggi tubuh merupakan akumulasi. Jadi, jika di usia kurang dari dua tahun anak sudah mengalami stunting, maka sulit bagi anak untuk tumbuh menyamai tinggi anak yang tidak stunting. Mengejar ketertinggalan mungkin bukan suatu hal yang tidak mungkin, tapi ini butuh usaha lebih yang memerlukan lingkungan yang baik.

Untuk itu, sangat penting bagi para ibu untuk memperhatikan kecukupan gizinya mulai dari masa kehamilan (1000 HPK dihitung semenjak ibu hamil). Masa ini merupakan awal dari pertumbuhan dan perkembangan anak. Jika sejak dalam kandungan gizi anak sudah baik, maka status gizi anak pun akan baik saat dilahirkan, sehingga turut mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya.

Sampai anak usia dua tahun, ini merupakan masa-masa kritis anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangannya yang baik. Pada masa ini, pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi sangat cepat, lebih cepat dibandingkan masa lainnya bahkan masa pubertas.

Baca Juga:

Sumber
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak
Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan ...
Selengkapnya
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak
Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan buku berjudul "Gizi Anak dan Remaja" bersama dengan kedua dosennya di 2017. Kecintaannya pada dunia gizi, terutama gizi untuk ibu, bayi, anak, sampai remaja, membuatnya ingin terus menghasilkan karya tulisan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Hal ini karena ia sadar bahwa fase ibu dan anak adalah fondasi awal untuk menciptakan generasi yang hebat.
Selengkapnya
Artikel Terbaru