Pentingnya Stimulasi Multisensorik untuk Mendukung Tumbuh Kembang Bayi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 31/10/2017
Bagikan sekarang

Setelah melewati masa tumbuh kembang di dalam rahim, anak akan mulai mengenal dunia dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya sesaat setelah ia lahir hingga beberapa bulan ke depan. Oleh karena itulah saat-saat ini merupakan momen yang paling tepat bagi orangtua mulai memberikan stimulasi untuk mendukung tumbuh kembang anak. Salah satu stimulasi terbaik bagi si buah hati adalah stimulasi multisensorik. Apa manfaat dari stimulasi ini?

Apa itu stimulasi multisensorik?

Stimulasi multisensorik adalah serangkaian latihan yang diberikan oleh orangtua untuk merangsang ketajaman fungsi panca (lima) indra bayi — pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan.

Stimulasi multisensorik membantu menguatkan koneksi serabut otak (sinapsis) dan sel-sel otak bayi guna mendukung fungsi otak yang optimal. Otak bayi bisa menghasilkan hingga 1,8 juta sambungan sinapsis baru per detik. Pengalaman bayi pun akan menentukan sinapsis mana yang akan dipertahankan.

Untuk itu, diperlukan beragam variasi pengalaman untuk semakin memperluas jaringan otaknya. Semakin banyak jumlah sel otak dan semakin baik sambungan setiap sel tersebut maka semakin optimal otak untuk digunakan. Kecerdasan dan fungsi otak adalah dua hal tak terpisahkan. Bila ingin anak cerdas, maka fungsi otaknya pun harus optimal.

Kenapa stimulasi ini penting?

Stimulasi sensorik pada bayi sangat penting pada awal pertumbuhannya. Semakin bervariasi jenis latihannya, semakin banyak panca indera yang dilibatkan, dan semakin sering stimulasi ini diberikan, maka semakin baik proses tumbuh kembang bayi. Stimulasi pada berbagai alat indera bayi mengirimkan sinyal ke otak yang dapat mendorong saraf meningkatkan proses pembelajaran.

Pada tiga tahun pertama bayi, ada perkembangan pesat di sebagian besar jalur saraf otak yang mendukung komunikasi, perkembangan sosial, pemahaman, dan kecerdasan emosional.

Stimulasi multisensori terbukti dapat meningkatkan perkembangan otak dan pada akhirnya ikut mendukung kesehatan bayi secara menyeluruh.

Stimulasi multisensorik termasuk berbicara pada bayi dengan suara hangat dan menenangkan (stimulasi pendengaran), kontak kulit melalui pijatan (stimulasi sentuhan), dan melakukan sebanyak mungkin kontak mata langsung (stimulasi visual) dapat membantu menurunkan stres pada bayi. Menurunnya tingkat kortisol pada bayi dapat memungkinan mereka untuk belajar, berpikir, berkembang, serta meningkatkan kemampuan bayi menyusu.

cara pijat bayi

Manfaat stimulasi multisensorik untuk tumbuh kembang bayi

1. Meningkatkan fokus

Stimulasi multi sensori dapat membantu meningkatkan konsentrasi, perhatian, dan kewaspadaan pada anak. Rangsangan kelima indera secara berkelanjutan dapat membantu anak yang hiperaktif belajar memusatkan fokus dan konsentrasi, serta melatih mereka menghadapi berbagai skenario situasi sosial di dunia nyata dengan lebih tenang. Anda dapat membantu anak Anda untuk lebih mawas diri terhadap lingkungan sekitar mereka, yang dapat memperbaiki perilaku baik di sekolah maupun di rumah.

2. Mengembangkan alat indera

Merangsang panca indera melalui stimulasi langsung, mainan, aktivitas, dan peralatan yang menarik dapat mendorong anak Anda untuk menjelajahi lingkungannya tanpa merasa takut atau terbebani. Seluruh tujuan dari lingkungan multisensorik adalah untuk merangsang otak balita Anda yang diperlukan untuk memproses pendengaran, penglihatan, penciuman, sentuhan, dan rasa.

3. Perkembangan fisik

Melatih seluruh indera anak lambat laun akan mengajarkannya mengenai koordinasi tangan-kaki-mata, termasuk memegang dan meraih objek. Saat bayi mulai belajar bergerak, selain melatih keahlian mobilitasnya, akan ada banyak stimulasi multi sensori yang terjadi pada dirinya.

4. Mengasah komunikasi

Seluruh panca indera berperan penting dalam melatih kemampuan manusia untuk berkomunikasi. Dengan memahami seperti apa sentuhan yang terasa nyaman atau tidak; suara yang berisik atau terlalu pelan, atau makanan yang terlalu panas atau dingin, misalnya, anak akan bisa menyampaikan keinginannya dengan lebih tertata. Kontak langsung dapat memaksimalkan tumbuh kembangnya.

5. Mengurangi stres pada anak

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa stimulasi multisensorik yang konsisten bermanfaat untuk mengurangi stres pada bayi sehat dan prematur. Pernyataan ini diamini oleh laporan Association of Women’s Health, Obstetric and Neonatal Nurses, yang mengatakan bahwa stimulasi multisensori lengkap plus koordinasi dan keseimbangan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat mengurangi tingkat stres pada bayi.

Stres dapat sangat memengaruhi perkembangan otak bayi sejak masa kehamilan dan akan terus berlanjut selama masa kritis di tiga tahun pertama hidupnya. Bayi yang rutin menerima stimulasi multisensorik memperlihatkan penurunan kadar kortisol yang signifikan dan stabil dari waktu ke waktu.

Selain menurunkan stres, stimulasi multisensorik juga dapat meningkatkan reflek kewaspadaan pada bayi prematur, sehingga bayi prematur dapat keluar dari rumah sakit atau NICU lebih cepat.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Anak Usia 8 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan yang dialami anak usia 8 tahun termasuk perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Baca informasi lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Perkembangan Anak Usia 6 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Pada usia 6 tahun, anak masih mengalami berbagai perkembangan. Apa saja perkembangannya? Sudahkah sesuai dengan si kecil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Perkembangan Anak Usia 10 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Seiring pertambahan usia, anak juga akan mengalami tahapan perkembangan yang baru. Jadi, perkembangan apa saja yang akan dialami anak di usia 10 tahun?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Mengenali Tahap Perkembangan Fisik Anak 6-12 Tahun

Pada usia sekolah, anak mengalami berbagai perkembangan, mulai dari fisik, psikologi, dan bahasa. Lalu, apa perkembangan fisik yang dialami anak sekolah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Direkomendasikan untuk Anda

tahap perkembangan anak 6-12 tahun

Tahap-tahap Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
perkembangan anak usia 12 tahun

Perkembangan Anak Usia 12 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020
perkembangan psikologi anak

Perkembangan Anak Usia 11 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
perkembangan anak usia 9 tahun

Perkembangan Anak Usia 9 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020