Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Gangguan pencernaan seperti sembelit dan diare rentan menyerang anak-anak. Sembelit pada anak membuat si kecil susah buang air kecil. Sebaliknya, diare pada anak-anak membuat mereka harus bolak-balik buang air ke kamar mandi. Namun, rentan bukan berarti tidak bisa dicegah sama sekali. Anda bisa menghindari anak dari masalah sistem pencernaan dengan memenuhi asupan vitamin yang baik. Apa saja? Yuk, lihat pilihan vitaminnya berikut ini.

Daftar vitamin terbaik untuk pencernaan anak

Sistem pencernaan berfungsi untuk mencerna nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. Nutrisi tersebut digunakan sebagai bahan bakar sel dan organ di dalam tubuh untuk bekerja secara optimal. Tak hanya itu, nutrisi tersebut juga mendukung pertumbuhan dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Jika si kecil mengalami masalah pencernaan, risiko kekurangan nutrisi bisa terjadi. Ini bisa mempengaruhi tumbuh kembangnya dan berdampak dengan kualitas hidupnya kelak. Inilah sebabnya, orangtua harus memberikan perlindungan pada sistem pencernaan anak agar senantiasa sehat.

Berikut ada beberapa jenis vitamin yang membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan anak, di antaranya:

1. Vitamin A

fungsi vitamin A

Vitamin A dari makanan akan disimpan di dalam hati, yang kemudian berikatan dengan protein menuju sel-sel tubuh yang membutuhkan atau mengalami peradangan.

Kebanyakan orang tahu jika vitamin ini sangat baik untuk mata. Faktanya, vitamin ini juga memiliki peran penting untuk kesehatan pencernaan anak. Jurnal Community Eye Health menyebutkan vitamin A mendukung sistem kekebalan imun dari infeksi.

Perlu diketahui bahwa salah satu penyebab diare adalah infeksi kuman. Jika sistem imun tubuh semakin kuat, tentunya risiko infeksi dapat berkurang karena tubuh mampu melawan kuman sebelum menimbulkan infeksi. Itu artinya, secara tidak langsung, vitamin A juga menjaga kesehatan pencernaan si kecil.

Si kecil bisa mendapatkan vitamin A dari beragam makanan, seperti bayam, wortel,  dan pepaya. Agar nutrisi vitamin tidak banyak yang hilang, pilih buah yang matang sempurna dan masak sayung jangan terlalu matang.

2. Vitamin B

manfaat vitamin b1

Vitamin B terdiri dari beragam jenis dan tentunya mendukung kesehatan pencernaan anak. Vitamin ini larut dalam air, artinya Anda tidak bisa menyimpannya dalam sel lemak, sehingga harus dipenuhi setiap hari.

Manfaat berbagai jenis vitamin B pada sistem pencernaan, meliputi:

  • Vitamin B1 atau tiamin membantu mengubah karbohidrat menjadi energi yang juga berperan dalam mengatur nafsu makan.
  • Vitamin B2 atau niacin membantu memecah karbohidrat, lemak, dan alkohol. Kekurangan vitamin ini berkaitan erat dengan penyakit pellagra, yang menyebabkan muntah dan diare parah.
  • Vitamin B6 atau pyridoxine berperan penting dalam mencerna protein dari makanan yang dikonsumsi anak.
  • Vitamin B7 atau biotin mendukung sistem pencernaan menghasilkan kolesterol, memproses protein, dan lemak.

Si kecil bisa memenuhi kebutuhan vitamin B dengan berbagai jenis makanan, contohnya ikan, produk susu, dan kacang hijau.

Studi pada World Journal of Gastroenterology menjelaskan bahwa kekurangan vitamin B berkaitan erat dengan meningkatkan risiko kanker usus dan penyakit Celiac.

3. Vitamin C

kebutuhan vitamin C saat puasa

Vitamin C dikenal dengan antioksidan dan manfaatnya untuk meningkatkan sistem imun. Itu artinya, vitamin C ikut berperan untuk melawan infeksi di sistem pencernaan sekaligus menyehatkan gigi serta gusi.

Kandungan antioksidan dari vitamin C juga dapat menurunkan risiko terjadinya sindrom iritasi usus besar (IBS) dan kanker pankreas. IBS adalah penyakit yang menyebabkan usus besar tidak berfungsi dengan baik, sehingga menimbulkan berbagai macam masalah pencernaan, seperti diare, sembelit, kembung, dan nyeri perut.

Contoh makanan kaya vitamin C yang baik untuk pencernaan anak antara lain buah jeruk, stroberi, tomat, paprika, dan brokoli.

4. Vitamin D

kekurangan vitamin d pencernaan anak

Vitamin D membantu tubuh untuk menyerap kalsium, yang mana juga berperan penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Bila kekurangan vitamin ini, risiko anak terkena radang usus (kolitis) akan semakin besar.

Si kecil bisa memenuhi kebutuhan vitamin D setiap hari, seperti susu, kuning telur, dan ikan laut. Selain makanan, vitamin D juga bisa didapat dari sinar matahari pagi. Per hari anak usia 1 hingga 18 tahun perlu memenuhi asupan vitamin B sebanyak 15 mg.

Nutrisi selain vitamin yang baik untuk pencernaan anak

Kunci untuk menjaga kesehatan pencernaan anak tidak hanya vitamin, tapi juga nutrisi lain, salah satunya serat. Sayur, buah, dan kacang-kacangan yang mengandung vitamin yang baik untuk pencernaan juga kaya akan serat.

Serat dari makanan berguna untuk melunakkan feses dengan menarik air di dalam tubuh ke usus. Selain itu, serat juga merangsang pergerakan usus jadi lebih stabil. Jika asupan serat anak tercukupi dengan baik, sembelit bisa dihindari.

Namun, konsumsi makanan berserat juga tidak boleh berlebihan karena bisa membuat perut kembung, mual, dan diare atau malah sembelit. Oleh karena itu, asupan serat harus disesuaikan dengan kebutuhan anak seperti dikutip dari situs Kids Health, yakni:

  • Anak usia 5 tahun harus mendapatkan sekitar 10–15 gram serat setiap hari.
  • Anak usia 10 tahun harus mendapatkan 15-20 gram serat sehari.
  • Anak usia 15 tahun harus mendapatkan serat 20–25 gram per hari.

Perlukah suplemen vitamin untuk jaga pencernaan anak?

Vitamin yang baik untuk pencernaan anak tidak hanya bisa didapat dari makanan atau sinar matahari saja, tapi juga suplemen. Variasi vitaminnya sama seperti seperti orang dewasa, akan tetapi jumlahnya jauh lebih kecil.

Umumnya anak yang sehat tidak membutuhkan suplemen vitamin. Pasalnya, mereka dengan mudah bisa mendapatkan vitamin dari makanan, minuman, maupun sinar matahari.

Namun, pada anak dengan kondisi tertentu membutuhkan suplemen agar asupannya tercukupi. Berikut ini beberapa kondisi yang membuat anak perlu mendapatkan suplemen vitamin, antara lain:

  • Punya penyakit Celiac, kanker, radang usus, atau fibrosis kistik
  • Baru menjalani operasi di sekitar usus
  • Sangat pemilih dan kesulitan untuk makan beragam jenis makanan

Sebelum memberi suplemen vitamin pada anak, Anda harus terlebih dahulu konsultasi ke dokter. Dokter akan mempertimbangkan apakah si kecil benar-benar membutuhkan suplemen atau tidak. Penggunaan suplemen pun akan diawasi agar tidak menimbulkan efek samping.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Sebagai orangtua baru, tak perlu takut saat memandikan bayi, Berikut panduan atau cara memandikan bayi baru lahir untuk Anda praktikkan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

Protein penting untuk dikonsumsi anak, karena mampu meningkatkan kesehatan saat puasa. SImak jenis protein yang efektif memberi manfaat untuk si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
protein untuk anak saat puasa
Parenting, Nutrisi Anak 05/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor

Peran Penting Nutrisi untuk Kurangi Dampak Stunting pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 6 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Kejang Dengan Demam (Kejang Febrile)

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
nutrisi untuk anak aktif

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 6 menit