Alpukat Memang Baik Buat Anak, Tapi Harus Seberapa Banyak Porsinya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Berbicara soal buah, alpukat termasuk jenis buah yang banyak digemari karena mengandung segudang manfaat untuk kesehatan. Tidak hanya untuk orang dewasa, buah super ini ternyata juga baik untuk mendukung tumbuh kembang anak, lho. Meski begitu, orangtua tidak boleh asal memberikan alpukat untuk anak, apalagi sebelum waktunya. Lantas, kapan anak mulai boleh makan alpukat dan harus seberapa banyak, ya? Yuk, simak informasi lengkapnya berikut ini.

Manfaat alpukat untuk anak

agar anak mau makan

Alpukat adalah salah satu jenis buah terbaik untuk dikonsumsi oleh segala usia, termasuk juga anak-anak. Alpukat mengandung sumber lemak terbaik, yaitu lemak tak jenuh, yang bermanfaat untuk mengoptimalkan fungsi otak anak di masa pertumbuhannya.

Terlebih lagi, sekitar 25 sampai 30 persen kalori anak berasal dari lemak tak jenuh. Ini artinya, mengonsumsi alpukat saja dapat membantu memenuhi kebutuhan lemak anak.

Tak hanya itu, alpukat juga kaya akan vitamin dan mineral yang dapat mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah infeksi. Setiap 100 gram alpukat mengandung satu persen vitamin A yang bermanfaat untuk mempertajam penglihatan, 14 persen vitamin E untuk mempertajam daya ingat anak, dan 11 persen vitamin C untuk menjaga kesehatan kulit anak.

Sementara jika dilihat dari kandungan mineralnya, alpukat mengandung kalsium, kalium, magnesium, natrium, zat besi, fosfor, dan zinc. Kandungan kalsium dan kalium pada alpukat ini berfungsi untuk membangun tulang dan gigi anak yang kuat. Sedangkan zat besinya bermanfaat untuk mencegah anemia pada anak. Jadi, sudah tidak diragukan lagi bahwa buah alpukat sangat baik untuk tumbuh kembang anak.

Takaran alpukat untuk anak

risiko kebanyakan buah alpukat

Pada dasarnya, anak hanya boleh diberikan ASI saja sampai usia enam bulan. Ini karena setiap tetes ASI mengandung gizi lengkap yang mudah dicerna oleh perut bayi yang kecil dan sensitif. Itulah mengapa, memberikan ASI saja sudah dapat memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil.

Setelah usia enam bulan, si kecil mulai membutuhkan makanan tambahan untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya. Inilah waktu yang tepat bagi Anda untuk mulai memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan bertekstur lembut, supaya lebih mudah dicerna oleh bayi.

Nah, pada waktu inilah Anda baru boleh memberikan alpukat untuk anak sebagai salah satu menu MPASInya. Alpukat memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang cukup manis. Perpaduan dua hal tersebut tentu akan sangat disukai oleh bayi yang baru belajar mengenali rasa dari makanan, salah satunya rasa manis.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi yang dikeluarkan oleh Kemenkes RI, anak usia 7 sampai 11 bulan membutuhkan 725 kilokalori. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Anda dapat membuat semangkuk puree alpukat dengan 2 buah alpukat ukuran sedang (berat masing-masing sekitar 136 gram).

Semangkuk puree alpukat ini mengandung 436 kalori dan 14 gram lemak. Ini artinya, dengan makan semangkuk puree alpukat sudah dapat memenuhi setengah kebutuhan kalori dan lemak harian untuk anak setiap harinya.

Memilih alpukat yang baik untuk anak

manfaat alpukat

Karena perut anak masih kecil dan sensitif, Anda wajib memperhatikan tekstur dan jenis buah sebelum diberikan untuk si kecil. Begitu pula saat Anda ingin memberikan alpukat untuk anak.

Pastikan alpukat yang Anda pilih sudah cukup matang, biasanya ditandai dengan warna kulitnya hijau gelap. Hindari buah alpukat yang kulitnya berwarna hijau cerah karena biasanya belum matang, juga berwarna terlalu cokelat karena biasanya sudah terlalu matang.

Setelah itu, cobalah genggam buah alpukat dan tekan pelan-pelan. Alpukat yang matang cenderung terasa empuk jika ditekan. Kalau masih dirasa keras, maka bisa jadi alpukat tersebut belum matang sehingga tidak boleh diberikan untuk anak Anda.

Jika sudah menemukan alpukat yang matang, potong alpukat menjadi dua bagian dan keluarkan bijinya. Ambil dagingnya yang berwarna hijau kekuningan, lalu masukkan ke dalam mangkuk si kecil. Anda dapat menyajikannya dalam bentuk puree (bubur) atau potongan kecil alpukat jika anak Anda mau makan sendiri.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca