Alpukat Memang Baik Buat Anak, Tapi Harus Seberapa Banyak Porsinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Berbicara soal buah, alpukat termasuk jenis buah yang banyak digemari karena mengandung segudang manfaat untuk kesehatan. Tidak hanya untuk orang dewasa, buah super ini ternyata juga baik untuk mendukung tumbuh kembang anak, lho. Meski begitu, orangtua tidak boleh asal memberikan alpukat untuk anak, apalagi sebelum waktunya. Lantas, kapan anak mulai boleh makan alpukat dan harus seberapa banyak, ya? Yuk, simak informasi lengkapnya berikut ini.

Manfaat alpukat untuk anak

agar anak mau makan

Alpukat adalah salah satu jenis buah terbaik untuk dikonsumsi oleh segala usia, termasuk juga anak-anak. Alpukat mengandung sumber lemak terbaik, yaitu lemak tak jenuh, yang bermanfaat untuk mengoptimalkan fungsi otak anak di masa pertumbuhannya.

Terlebih lagi, sekitar 25 sampai 30 persen kalori anak berasal dari lemak tak jenuh. Ini artinya, mengonsumsi alpukat saja dapat membantu memenuhi kebutuhan lemak anak.

Tak hanya itu, alpukat juga kaya akan vitamin dan mineral yang dapat mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah infeksi. Setiap 100 gram alpukat mengandung satu persen vitamin A yang bermanfaat untuk mempertajam penglihatan, 14 persen vitamin E untuk mempertajam daya ingat anak, dan 11 persen vitamin C untuk menjaga kesehatan kulit anak.

Sementara jika dilihat dari kandungan mineralnya, alpukat mengandung kalsium, kalium, magnesium, natrium, zat besi, fosfor, dan zinc. Kandungan kalsium dan kalium pada alpukat ini berfungsi untuk membangun tulang dan gigi anak yang kuat. Sedangkan zat besinya bermanfaat untuk mencegah anemia pada anak. Jadi, sudah tidak diragukan lagi bahwa buah alpukat sangat baik untuk tumbuh kembang anak.

Takaran alpukat untuk anak

risiko kebanyakan buah alpukat

Pada dasarnya, anak hanya boleh diberikan ASI saja sampai usia enam bulan. Ini karena setiap tetes ASI mengandung gizi lengkap yang mudah dicerna oleh perut bayi yang kecil dan sensitif. Itulah mengapa, memberikan ASI saja sudah dapat memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil.

Setelah usia enam bulan, si kecil mulai membutuhkan makanan tambahan untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya. Inilah waktu yang tepat bagi Anda untuk mulai memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan bertekstur lembut, supaya lebih mudah dicerna oleh bayi.

Nah, pada waktu inilah Anda baru boleh memberikan alpukat untuk anak sebagai salah satu menu MPASInya. Alpukat memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang cukup manis. Perpaduan dua hal tersebut tentu akan sangat disukai oleh bayi yang baru belajar mengenali rasa dari makanan, salah satunya rasa manis.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi yang dikeluarkan oleh Kemenkes RI, anak usia 7 sampai 11 bulan membutuhkan 725 kilokalori. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Anda dapat membuat semangkuk puree alpukat dengan 2 buah alpukat ukuran sedang (berat masing-masing sekitar 136 gram).

Semangkuk puree alpukat ini mengandung 436 kalori dan 14 gram lemak. Ini artinya, dengan makan semangkuk puree alpukat sudah dapat memenuhi setengah kebutuhan kalori dan lemak harian untuk anak setiap harinya.

Memilih alpukat yang baik untuk anak

manfaat alpukat

Karena perut anak masih kecil dan sensitif, Anda wajib memperhatikan tekstur dan jenis buah sebelum diberikan untuk si kecil. Begitu pula saat Anda ingin memberikan alpukat untuk anak.

Pastikan alpukat yang Anda pilih sudah cukup matang, biasanya ditandai dengan warna kulitnya hijau gelap. Hindari buah alpukat yang kulitnya berwarna hijau cerah karena biasanya belum matang, juga berwarna terlalu cokelat karena biasanya sudah terlalu matang.

Setelah itu, cobalah genggam buah alpukat dan tekan pelan-pelan. Alpukat yang matang cenderung terasa empuk jika ditekan. Kalau masih dirasa keras, maka bisa jadi alpukat tersebut belum matang sehingga tidak boleh diberikan untuk anak Anda.

Jika sudah menemukan alpukat yang matang, potong alpukat menjadi dua bagian dan keluarkan bijinya. Ambil dagingnya yang berwarna hijau kekuningan, lalu masukkan ke dalam mangkuk si kecil. Anda dapat menyajikannya dalam bentuk puree (bubur) atau potongan kecil alpukat jika anak Anda mau makan sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Cari tahu perbedaan protein susu sapi dan susu soya untuk si kecil. Pastikan kandungan susu yang ibu berikan baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
protein susu soya
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 3 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ketika anak suka olahraga atau termasuk aktif beraktivitas, penting untuk menyesuaikan asupan nutrisi agar tumbuh kembangnya tetap optimal.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
oleharaga untuk anak
Parenting, Nutrisi Anak 30 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

Protein penting untuk dikonsumsi anak, karena mampu meningkatkan kesehatan saat puasa. SImak jenis protein yang efektif memberi manfaat untuk si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
protein untuk anak saat puasa
Parenting, Nutrisi Anak 5 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Bahan Pengganti Mentega untuk Membuat Kue yang Lebih Sehat

Ingin membuat kreasi kue yang lebih sehat tapi tetap lezat? Coba ganti mentega dengan bahan lain. Apa saja bahan yang bisa menjadi pengganti mentega?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kandungan asi

Mengenal ASI: Jenis, Warna, Kandungan, dan Kebutuhan Harian untuk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 14 menit
anak tidak nafsu makan

Kenapa Anak Saya Sekarang Jadi Tidak Nafsu Makan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak

Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
kwashiorkor adalah

Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit