Panduan Lengkap Memberikan Si Kecil Makanan Padat Pertamanya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Mengenalkan makanan padat pertama bayi idealnya dimulai ketika si kecil sudah memasuki usia 6 bulan. Meski begitu, Anda tidak boleh sembarangan mengikuti tren parenting di media sosial. Simak panduan memberi makanan pertama bayi dalam artikel ini.

Mengapa harus menunggu usia bayi 6 bulan untuk mengenalkan makanan padat pertamanya?

Bayi mendapatkan nutrisi utama yang mereka butuhkan dari ASI atau susu formula sampai usianya berusia sekitar 6 bulan. Nah, setelah bayi berusia 6 bulan, ASI saja sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan gizinya, sehingga si kecil perlu makanan pendamping selain ASI. Selain itu, usus mereka sudah lebih siap untuk mencerna makanan dan refleks dari lidah mereka pun sudah lebih baik.

Di usia 6 bulan, bayi pada umumnya juga sudah mampu untuk duduk sendiri dan menggenggam benda-benda atau makanan di sekitarnya sehingga hal ini mempermudah bayi untuk makan makanan padat pertamanya. Meski begitu, usia bukan jadi satu-satunya patokan untuk memberikan makanan padat pertama untuknya. Pasalnya beberapa bayi mungkin saja belum siap untuk diberikan makanan padat karena berbagai faktor.

Selalu konsultasikan ke dokter anak terlebih dulu sebagai bahan pertimbangan untuk melihat kesiapan bayi Anda diberikan makanan padat pertamanya.

Panduan memberikan makanan pertama bayi

Mengenalkan makan pertama bayi pasti butuh waktu. Itu sebabnya, Anda dituntut ekstra sabar dalam melakukannya. Cobalah untuk tidak terlalu khawatir tentang seberapa banyak bayi Anda akan makan ketika masih awal-awal. Pasalnya nanti akan ada hari di mana bayi Anda makan lebih banyak, makan lebih sedikit, atau bahkan mungkin menolak untuk makan sama sekali. Secara umum, berikut ini beberapa panduan untuk memberi makanan pertama bayi Anda:

  • Awali dengan memberikan beberapa sendok teh makanan sekali dalam sehari. Namun, cobalah untuk memberikan jenis makanan berbeda tiap hari agar bayi tidak cepat bosan dan semakin menarik untuk mengonsumsi makannya.
  • Biarkan bayi Anda belajar menikmati, menyentuh, dan memegang makanannya sendiri. Jika ia ingin, biarkan bayi mengambil dan memasukkan makanan sendiri ke dalam mulutnya.
  • Pastikan makanan yang Anda berikan untuk si kecil bertekstur lembut, mudah dilumat, dan ditelan sehingga mengurangi risiko bayi tersedak. Ingat, semua makanan harus lembut, tawar tidak berbumbu, dan dimasak dengan baik.
  • Pastikan Anda tidak meninggalkan bayi seorang diri ketika ia sedang makan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi agar ia tidak tersedak saat mengunyah dan menelan makanan.
  • Jangan tambahkan gula, garam, ataupun bahkan madu ke dalam makanan atau air rebusan yang akan dikonsumsi oleh bayi. Pasalnya, sistem pencernaan bayi Anda mungkin belum siap untuk mencerna semua makanan tersebut. Jadi, biarkan si kecil menikmati cita rasa alami dari makanan yang ia konsumsi.
  • Selalu rasakan dulu makanannya sebelum Anda memberikan pada si kecil, terutama makanan panas.
  • Jika Anda menggunakan sendok, tunggu sampai si kecil membuka mulutnya sebelum Anda memberinya makanannya. Ini karena mungkin si kecil ingin memegang sendok tersebut sendiri.
  • Bayi Anda tidak harus selalu makan tiga kali sehari. Lebih baik untuk makan dalam porsi kecil, tapi sering dibandingkan jika dalam porsi banyak, tapi hanya sesekali.
  • Hindari memaksakan bayi untuk mengonsumsi makanannya. Jika anak memang belum tertarik saat ini , bukan berarti ia tidak akan tertarik untuk makan nantinya. Anda bisa mencoba menawarkan makanan lainnya keesokan harinya.
  • Pakaikan celemek makan pada leher bayi agar baju yang ia kenakan tidak kotor terkena makanan. Pasalnya bayi Anda mungkin jadi sangat antusias untuk mengaduk-aduk makanannya dan mengotori area sekitarnya.

Baca Juga:

Sumber