×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:

Panduan Lengkap Memberikan Si Kecil Makanan Padat Pertamanya

Oleh Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Setelah berusia 6 bulan, bayi mulai bisa dikenalkan dengan makanan padat pendamping ASI (MPASI). Tapi Anda tidak boleh sembarangan mengikuti tren parenting di sosial media. Berikut ini dapat menjadi panduan orangtua dalam memberikan makanan pertama bayi seperti yang dilansir dari NHS.

Bagaimana cara agar membiasakan bayi dengan MPASI?

Meski sama-sama mengonsumsi makanan padat seperti orang dewasa, namun pemberian makanan padat sebagai makanan pertama bayi tahap dan caranya berbeda. 

  • Ajak si kecil makan bersama-sama bersama keluarga di meja makan. Balita cenderung untuk meniru yang dilakukan orang tua dan orang-orang di sekitarnya, sehingga nantinya dia akan mencoba mulai makan dengan tertib. Tempatkan bayi pada kursi makan khusus bayi dan kencangkan “sabuk pengamannya” jika ada.
  • Untuk memperkenalkan bayi pada makanan padat atau makanan pertama bayi, awali dengan memberikan sebanyak beberapa sendok teh makanan, sehari sekali. Cobalah untuk memberikan jenis makanan berbeda tiap hari.
  • Pengenalan makanan pertama bayi pasti memerlukan waktu dan kesabaran. Hindari memaksakan bayi untuk mengonsumsi makanannya. Ingat bahwa jika dia memang belum tertarik pada saat ini, bukan berarti dia tidak akan tertarik untuk makan. Cobalah untuk menawarkan MPASI kembali keesokan harinya.
  • Untuk mengantisipasi agar bayi tidak tersedak saat mengunyah dan menelan makanan, hindari meninggalkannya seorang diri.
  • Jika dia ingin, biarkan bayi mengambil dan memasukkan makanan sendiri ke dalam mulutnya.
  • Buat suasana makan menjadi menarik dan menyenangkan, misalnya dengan diiringi alunan musik atau menggunakan perlengkapan makan berwarna cerah.
  • Hindari menambahkan MSG atau penambah cita rasa, gula, maupun garam ke dalam makanannya. Semua bahan perasa tambahan yang diberikan terlalu dini dapat berisiko kepada perkembangan dan membuat mereka menginginkan kadar yang lebih tinggi ketika berusia lebih dewasa.
  • Cobalah untuk rasakan dulu makanan pertama bayi yang akan disuapkan kepada si kecil, terutama makanan panas, namun sebaiknya hindari meniupnya. Cukup didekatkan pada bibir dan dikipas jika memang terlalu panas.
  • Bayi tidak harus selalu makan tiga kali sehari. Lebih baik untuk makan dalam porsi kecil, tapi lebih sering dibandingkan jika dalam porsi banyak, tapi hanya sesekali.
  • Bersiaplah dengan kondisi saat makan karena bayi Anda akan antusias untuk mengaduk-aduk dan mengacaukannya. Selalu ingat bahwa situasi ini juga penting bagi perkembangannya. Anda bisa menyiapkan alas plastik untuk melapisi meja dan lantai di sekitar tempatnya makan.
  • Pakaikan celemek makan (bib) pada leher bayi untuk menadah makanan yang tumpah dari sendok atau mulut.
  • Jangan gunakan perlengkapan makan yang terbuat dari beling sehingga tidak berisiko pecah dan melukai bayi.
  • Pada usia ini hindari menyuapinya saat dia sedang duduk di kursi goyang untuk mengurangi risiko tersedak.

Kebiasaan dan pola makan anak bermula dari masa pertamanya mengonsumsi makanan. Berikan beragam jenis makanan sehat dan alami sehingga anak mendapat sebanyak mungkin manfaat sayur dan buah serta terbiasa menyantapnya.

Apa yang perlu diperhatikan ketika memberikan makanan pertama bayi?       

Dalam memilih makanan pertama bayi, sebaiknya perhatikan beberapa hal yang sebaiknya tidak diberikan pada bayi di bawah usia setahun:

  • Sebaiknya hindari memberikan makanan padat atau minuman selain ASI sebelum bayi berusia enam bulan. Pada usia ini, bayi lebih berisiko mengalami alergi, terutama pada makanan seperti kacang, telur, ikan, susu sapi, keju, maupun makanan yang mengandung gluten seperti roti.
  • Terlalu banyak jus dapat menyebabkan bayi mengalami diare. Jus juga memiliki kandungan serat dan nutrisi yang lebih rendah dibanding buah yang dipotong atau dihaluskan. Jika terlalu lama berada dalam mulut, jus juga dapat menyebabkan lubang pada gigi.
  • Hindari memberikan susu sapi dan madu pada bayi di bawah 1 tahun. Susu sapi tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi dan justru dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Sementara madu dapat menimbulkan botulisme.
  • Hindari memberikan biji-bijian dan makanan kecil yang berisiko menyebabkan tersedak seperti popcorn, kacang, permen.
  • Hindari memberikan makanan cepat saji dan makanan kemasan pada bayi, termasuk bubur bayi yang banyak dijual di supermarket dalam bentuk bubuk. Jauh lebih baik untuk mengolah masakan sendiri dengan bahan segar tanpa tambahan pengawet dan bahan lain. Olahan makanan ini dapat disimpan dalam wadah-wadah sesuai porsi di lemari pendingin untuk kemudian dipanaskan saat akan dikonsumsi.

Baca Juga:

Sumber
×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca