Pentingnya Menjaga Kesehatan Pencernaan Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/04/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Tahukah Anda, 8 dari 10 ibu di Indonesia tidak mengetahui pentingnya kesehatan pencernaan anak? Jangan sampai Anda salah satunya. Artikel ini akan membantu Anda memahami betapa pentingnya anak memiliki pencernaan yang sehat, dan bagaimana cara menjaganya.

Anak Indonesia rentan kena gangguan pencernaan

Data menunjukkan 55% bayi di Indonesia mengalami setidaknya satu jenis gangguan pencernaan. Diperkirakan 16,26% anak di antaranya menderita kolik, 30%-nya mengalami sembelit (susah BAB), dan sisanya mengalami gumoh (gangguan regurgitasi). Uniknya ketiga masalah pencernaan tersebut sama-sama ditandai dengan tangisan anak yang berlebihan.

Padahal, pencernaan anak dikatakan sehat apabila tidak mengalami gangguan, baik dari segi bentuk maupun fungsinya. Saluran cerna yang sehat seharusnya bisa bekerja lancar menjalankan proses pencernaan sebagaimana mestinya.

Proses pencernaan sebetulnya sudah dimulai sejak anak pertama kali mengunyah makanan dalam mulut hingga kemudian akhirnya dicerna dalam perut agar zat gizinya dapat diserap dan digunakan oleh tubuh. Sementara itu, sisa olahan yang tidak terpakai akan dibuang melalui dubur dalam bentuk feses.

Di sepanjang proses ini, kerja pencernaan juga dibantu oleh keberadaan bakteri baik di dalam usus. Bakteri baik penting fungsinya untuk melancarkan proses penyerapan nutrisi dari makanan yang menunjang tumbuh kembang anak.

Bakteri baik sebetulnya sudah hidup secara alami di dalam usus si kecil. Namun, orangtua dapat membantu memeliharanya agar tidak sampai berkurang dengan memberikan anak cukup asupan serat.

Serat makanan, baik yang jenis larut dan tidak larut, merupakan bahan makanan utama bagi bakteri baik. Sayangnya, fakta melaporkan 9 dari 10 anak mengalami kekurangan serat.

Kenapa penting menjaga kesehatan pencernaan anak?

Sistem pencernaan adalah salah satu sistem yang sangat penting untuk menunjang kesehatan anak secara menyeluruh. Sebab, pencernaan yang baik akan menjamin tubuh anak bisa mendapatkan asupan nutrisi yang mencukupi guna menunjang proses tumbuh kembangnya.

Jika saluran cerna anak bermasalah, proses pencernaan makanan dan penyerapan gizinya tentu ikut terganggu. Tanpa asupan gizi yang baik, maka proses tumbuh kembang anak ke depannya mungkin jadi tidak seoptimal yang diharapkan. Inilah mengapa penting bagi setiap orangtua menjaga kesehatan pencernaan anak agar si kecil bisa tumbuh menjadi anak hebat.

Namun, sistem pencernaan anak berbeda dengan dengan sistem pencernaan orang dewasa yang sudah sempurna. Organ dalam saluran cerna anak masih tahap perkembangan sehingga orangtua perlu lebih jeli mencari cara menjaga kesehatannya.

Cara orangtua menjaga kesehatan pencernaan anak

Mengingat sistem pencernaan anak belum sematang orang dewasa, maka cara pemberian makan di rumah masih harus mempertimbangkan usia anak. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

1. Untuk bayi kurang dari 6 bulan, berikan ASI

ASI masih menjadi sumber makanan terbaik untuk bayi di bawah usia 6 bulan, yang juga dapat membantu menunjang kesehatan pencernaannya sejak dini.

Pada usia ini bayi belum boleh mendapatkan makanan padat atau semi-padat karena saluran cernanya belum siap untuk mengolah makanan tersebut. Pemberian makanan padat yang terlalu cepat pada bayi justru berisiko menyebabkan masalah pencernaan serta dapat mengganggu penyerapan nutrisi.

Susu formula sebaiknya hanya diberikan untuk bayi jika ASI tidak tersedia.

2. Untuk bayi di atas 6 bulan, berikan MPASI yang baik

Makanan Pendamping ASI (MPASI) sudah mulai sedikit demi sedikit diberikan kepada bayi yang berusia di atas 6 bulan.

Jika umur si kecil sudah menginjak 9 bulan, Anda boleh mulai mengenalkannya pada makanan yang dihaluskan, seperti bubur bayi. Ketika anak sudah berusia 1 tahun, barulah ia sudah dapat diberikan makanan padat biasa yang sama seperti orang rumah lainnya.

Jangan berikan susu sapi segar, susu bubuk, atau susu kental manis untuk anak di bawah usia 1 tahun. Jenis susu ini dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna dan ginjal anak.

3. Anak yang sudah agak besar boleh berikan susu sebagai pengganti ASI

Apabila anak sudah bisa lepas dari ASI sepenuhnya, Anda boleh terus memberikannya susu.

Sebaiknya pilih susu formula yang baik untuk pencernaan dan sudah dirancang khusus sesuai usia anak. Dengan begitu, Anda dapat memastikan jenis dan kadar nutrisinya sesuai dengan kebutuhan serta kondisi saluran cerna anak. Pilihlah susu formula yang mengandung prebiotik dan tinggi serat untuk membantu meningkatkan kesehatan pencernaan anak.

Susu yang tinggi serat dapat membantu meningkatkan asupan serat harian anak, dan meningkatkan kesehatan pencernaannya. Jika pencernaan si kecil terjaga, ia dapat tumbuh menjadi anak hebat yang cepat tanggap, tanggap bersosialisasi, dan mempunyai rasa peduli yang tinggi.

4. Olah makanan dengan cara yang benar

Selain pemilihan jenis nutrisinya yang harus tepat, orangtua tidak boleh luput memperhatikan kualitas sumber makanannya.

Hal ini meliputi kebersihan bahan makanan, kebersihan alat masak dan alat makannya (termasuk dot botol bayi), hingga kebersihan tangan orangtua saat mengolah makanan atau susu anak.

Perhatikan juga kebersihan cara mengolah makanannya. Misalnya mencuci sayur dan buah-buahan serta daging sebelum diolah, atau membuat susu untuk anak dengan air yang matang.

Jika anak menunjukkan gejala masalah pencernaan seperti diare, disentri, kembung, muntah, sembelit, dan sakit perut, segeralah bawa dokter. Dokter dapat mencari tahu penyebab pastinya dan memberikan perawatan yang tepat untuk menjaga kesehatan pencernaan anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 05/06/2020 . 10 menit baca

Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

ASI dari setiap ibu bisa memiliki rasa yang berbeda bergantung dari berbagai faktor seperti hormon dan makanan. Seperti apa rasa ASI?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/05/2020 . 4 menit baca

Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Salah satu jenis protein yang juga ternyata dibutuhkan untuk pertumbuhan anak adalah whey protein. Apa saja manfaatnya dan apa saja sumber makanannya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Nutrisi Anak 22/05/2020 . 4 menit baca

6 Tips Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Ibu perlu menerapkan pola hidup sehat kepada anak, agar BAB si kecil lancar dan tidak keras. Ikuti tips ini untuk membantu melancarkan pencernaan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 14/05/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 6 menit baca
nutrisi untuk anak aktif

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 6 menit baca
tinggi anak, tumbuh kembang anak pandemi

Pentingnya Mengontrol Tumbuh Kembang Anak Saat Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 4 menit baca
protein untuk anak saat puasa

Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . 5 menit baca