Selepas ASI, Apakah Anak Memang Harus Terus Minum Susu?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/05/2020
Bagikan sekarang

Susu sangat lekat dengan anak, sampai-sampai ada anak yang tidak bisa lepas dari susu hingga usianya dewasa karena sudah sangat terbiasa minum susu. Tapi, apakah benar anak harus minum susu?

Dari awal kehidupan, manusia sudah minum susu

Sebenarnya tanpa disadari, sejak Anda kecil, bahkan baru lahir, Anda sudah minum susu. Susu ini dihasilkan oleh tubuh ibu sehingga disebut dengan air susu ibu (ASI). Melalui ASI ini, ibu bisa memberi makan kepada anaknya yang baru lahir. Hal ini karena manusia termasuk mamalia.

ASI mengandung berbagai nutrisi dalam komposisi tepat yang dibutuhkan oleh bayi baru lahir. Bahkan ASI juga mengandung antibodi yang dapat membantu menguatkan daya tahan tubuh bayi sehingga melindungi bayi dari berbagai penyakit. Hal ini menjadi alasan mengapa ASI sangat penting diberikan pada bayi sampai 6 bulan pertama kehidupannya. Walaupun sama-sama susu, tapi ASI tidak bisa disamakan dengan susu sapi atau susu formula.

Anak harus minum susu untuk bantu cukupi kebutuhan kalsium hariannya

Selepas ASI, biasanya anak diberikan susu formula di botol. Pemberian susu ke anak memang baik karena susu bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak, terutama kalsium untuk kekuatan tulangnya. Susu juga mengandung banyak protein yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan anak.

Namun, anggapan bahwa anak harus minum susu sebenarnya tidak sepenuhnya tepat. Susu tidak selalu harus diberikan ke anak karena nutrisi yang ada dalam susu bisa diperoleh dari sumber makanan lain. Meski memang, anak mungkin mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan kalsiumnya jika tidak minum susu.

Hal ini karena kebutuhan kalsium anak sangat tinggi, sementara sumber kalsium yang ada di makanan umumnya sedikit dan anak mungkin tidak mengonsumsi makanan sumber kalsium setiap hari. Jadi, susu tampaknya cukup diperlukan anak untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, terutama kalsium.

Jangan berikan susu terlalu banyak

Tapi, jangan terlalu banyak dan sering juga memberikan susu pada anak, 2-3 gelas susu per hari sudah cukup untuk anak. Kebanyakan minum susu dapat membuat anak kenyang sehingga tidak tertarik untuk makan makanan lain. Hal ini bisa membuat anak kekurangan nutrisi yang tidak terkandung dalam susu. Kebanyakan susu juga bisa meningkatkan risiko anak menjadi gemuk, seperti dikutip dari Live Science. Hal ini karena susu mengandung kalori yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, minum susu harus diimbangi dengan makan makanan yang sehat dan seimbang. Sebaiknya atur konsumsi susu pada anak. Jangan biarkan susu menjadi makanan utama anak, ini tidak bisa. Susu merupakan salah satu sumber protein, sama dengan daging dan kacang-kacangan. Sehingga, anak butuh mengonsumsi makanan lainnya (selain susu) untuk dapat melengkapi kebutuhan nutrisinya (termasuk karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral).

Bagaimana jika anak tidak bisa atau tidak mau minum susu?

Susu bisa diperlukan oleh anak dan juga bisa tidak, tergantung dari kebiasaan makan anak. Susu merupakan sumber kalsium dan protein yang baik, serta juga dapat memberikan tambahan kalori yang dibutuhkan anak. Sehingga, susu sangat membantu, terutama untuk anak yang suka pilih-pilih makan, dalam memenuhi kebutuhan kalori, protein, serta vitamin dan mineral.

Namun, bukan berarti jika anak tidak minum susu, kebutuhan nutrisi anak akan berkurang. Beberapa anak mungkin ada yang tidak bisa minum susu karena alergi susu misalnya atau mungkin juga karena anak tidak mau minum susu. Ini bukan masalah besar yang dapat mengurangi nutrisi anak. Anda tidak perlu khawatir, karena nutrisi yang ada di susu bisa didapatkan dari sumber makanan lain.

Misalnya saja kalsium yang banyak terdapat di susu, bisa juga ditemukan di brokoli, kale, bayam, ikan teri, ikan sarden, edamame, kacang almond, dan lainnya. Bagi anak yang tidak minum susu, mungkin harus lebih banyak makan makanan sumber kalsium tersebut agar kebutuhan kalsiumnya terpenuhi. Kebutuhan kalsium anak cukup tinggi, yaitu 1300 mg per hari. Hal ini karena terjadi pertumbuhan dan perkembangan tulang yang sangat pesat di masa anak-anak.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Osteoporosis, Masih Bisakah Minum Susu untuk Menguatkan Tulang?

Susu disebut sebagai minuman wajib untuk menjaga kesehatan tulang. Namun jika tulang sudah telanjur keropos, apakah susu masih efektif untuk menguatkannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Manfaat Vitamin K untuk Tumbuh Kembang Anak

Vitamin K merupakan jenis vitamin yang sangat diperlukan untuk tubuh manusia. Bahkan, vitamin K untuk anak bisa menunjang pertumbuhan mereka, mengapa?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Nutrisi yang Perlu Dimiliki Susu untuk Program Hamil

Susu adalah minuman sehat yang boleh diminum jika Anda sedang dalam program hamil. Namun, susu apa saja yang boleh diminum untuk program hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Alasan Rasa Susu Sapi Organik Lebih Manis dan Khas

Selain lebih alami, susu sapi organik juga punya citra rasa yang lebih khas dibanding susu sapi biasa, lho! Bagaimana rasanya? Yuk, cari tahu di sini.

Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Nutrisi, Hidup Sehat 28/07/2019

Direkomendasikan untuk Anda

susu hangat susu dingin

Mana yang Lebih Sehat, Susu Hangat atau Susu Dingin?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/05/2020
minum susu intoleransi laktosa

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020
sarapan minum susu

Hanya Minum Susu untuk Sarapan, Sehatkah Kebiasaan Ini?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020
susu penambah berat badan anak balita

Berbagai Faktor yang Membuat Anak Butuh Susu Penambah Berat Badan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020